Senin, 11 Maret 2019

PANDUAN DAN TATA CARA UMROH



Umroh ialah ziarah Islami dan, secara singkat, merupakan ibadah kepada Alloh (SWT). Hal ini berdasarkan ajaran Rasululloh (SAW) dan sunahnya. Ziarah tersebut ialah kunjungan ke rumah Alloh (SWT) dan dapat dilakukan setiap saat sepanjang tahun. Hal ini dikenal sebagai 'ziarah kecil' dibandingkan dengan 'ziarah besar' Haji. Namun, ziarah kecil ini memegang nilai dan kebajikan yang besar di mata Alloh (SWT).

Ibadah Umrah terdiri dari empat pilar dasar:
Umroh ialah ziarah Islami dan, secara singkat, merupakan ibadah kepada Alloh (SWT). Hal ini berdasarkan ajaran Rasululloh (SAW) dan sunahnya. Ziarah tersebut ialah kunjungan ke rumah Alloh (SWT) dan dapat dilakukan setiap saat sepanjang tahun. Hal ini dikenal sebagai 'ziarah kecil' dibandingkan dengan 'ziarah besar' Haji. Namun, ziarah kecil ini memegang nilai dan kebajikan yang besar di mata Alloh (SWT).

Ibadah Umrah terdiri dari empat pilar dasar :
1)  Ihram
Ihram pada dasarnya ialah berniat secara formal untuk melaksanakan Umrah. Untuk berihram, seseorang harus mengganti pakaian dan mandi, yang menunjukan pembersihan diri dari semua kotoran. Laki-laki mengganti pakaiannya dengan dua helai kain, Rida dan Izar, sedangkan wanita dapat memakai pakaian apapun yang menutup tubuh dan kepala. Wanita yang sedang menstruasi atau pendarahan setelah melahirkan juga disarankan untuk mandi junub.
Setelah membersihkan diri, kita harus melaksanakan shalat wajib atau melaksanakan shalat sunah dua rakaat. Setelah selesai, kita harus menghadap ke arah kiblat dan secara resmi memasuki Ihram - kita memasuki Ihram sebelum pergi menuju miqot di Mekkah. untuk Meeqat di Mekah. Parfum atau produk yang mengandung wewangian dilarang ketika seseorang berada di dalam Ihramnya.
Di miqot, kita harus berniat dan mengucapkan kata-kata :
“Labbaik Alloohumma bi ' Umroh”
 (Aku sambut panggilan-Mu ya Alloh untuk berumroh)
Setelah ini, kita harus mengucapkan Talbiyah, sesuai dengan Sunnah :
 “Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”
(Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).”
Disarankan untuk terus membaca Talbiyah dari saat memasuki Ihram sampai dengan pelaksanaan thawaf.


2) Tawaaf (mengelilingi rumah Alloh (SWT))
Orang yang berumroh harus memasuki Masjidil Haram dengan kaki kanan terlebih dahulu dan mengucapkan:
“Bismillaah wassalaatu wassalaam ‘ala Rasulullooh. Alloohummagfirli dzunuubi waftahli abwaaba rahmatika. A’udzuubillaahil’adzim wa bi wajhiil kariim wa bi sultaaniil ‘qadiim minashaytaanil rajiim”
(Dengan menyebut nama Alloh, dan keberkahan serta kedamaian kepada Rasululloh. Ya Allah, ampuni dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu. Aku berlindung kepada Allah yang Maha Kuasa dan Yang Maha Mulia serta kekuasaan-Nya yang abadi dari setan yang terkutuk).”

Setelah itu, orang yang berumroh dapat menyentuh Batu Hitam (Hajar Aswad) dan memulai thawaf. Idealnya, Hajar Aswad harus disentuh dengan menggunakan tangan kanan lalu dicium. Akan tetapi jika tidak dapat dicium langsung, dapat juga disentuh dengan tangan kemudian mencium tangan tersebut. Terdapat kebaikan dalam menyentuh Hajar Aswad. Jika ia bahkan tidak dapat menyentuh batu tersebut dengan tangan, dapat menghadapkan tangannya ke arah batu dan berkata "Allahu Akbar".

Kemudian memulai thawaf-mengambil putaran mengelilingi Ka'bah, dengan Ka'bah berada di sebelah kiri. Kita harus berhati-hati untuk tidak menyentuh kain Ka'bah ketika thawaf, karena mengandung wewangian dan menyentuhnya dapat membuat wangi tersebut berpindah kepada kita dan membuat keadaan Ihram batal.

Lelaki harus menjaga bahu kanannya tetap terbuka saat thawaf, yang dikenal sebagai Idtibaa. Hal ini dilakukan dengan menempatkan Ridaa di bawah ketiak kanan dan mengaitkannya ke bahu kiri. Selain itu, lelaki harus berlatih 'raml' di tiga putaran pertama thawaf, yang pada dasarnya adalah berjalan cepat dengan mengambil langkah kecil. Untuk putaran-putaran selanjutnya, mereka dapat berjalan dengan kecepatan normal.
Setelah menyelesaikan tujuh putaran thawaf, kemudian harus pergi ke Maqam Ibrahim dan mengucapkan kata-kata berikut :
“Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim [atau batu dimana Ibrahim berdiri ketika membangun Ka'Bah] sebagai tempat shalat (untuk sebagian sholatmu, seperti dua rakaat setelah thawaf mengelilingi Ka'bah di Mekkah)” (Quran 2:125)
Peziarah kemudian harus melaksanakan sholat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Jika yang sulit, dapat melaksanakan sholat tersebut di bagian masjid yang lain. Pada rakaat pertama, yang dibaca adalah surat Al-Kafirun (109) dan untuk rakaat kedua, membaca surat Al-Ikhlas (112). Setelah melaksanakan sholat, kembali ke Hajar Aswad dan menyentuhnya jika memungkinkan.


3)  Sa’i di antara Safa dan Marwah
Peziarah kemudian harus menuju tempat Sa’i (Masaa) dan ketika dia telah mendekati bukit Safa, harus membaca: "Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.” (Quran 2:158)
Dan
“Nabda’u bima badallooh bihi”
(Kita mulakan dengan itu dimana Allah telah mulakan)

Setelah itu peziarah harus memanjat ke atas Bukit Safa menuju tempat dimana Ka’bah dapat terlihat. Kemudian dia harus menghadapi Ka'bah, mengangkat tangannya, dan berdoa kepada Allah (SWT). Doa yang dibaca boleh apapun sesuai keinginan. Menurut Hadist, Rasululloh (SAW) membaca doa berikut ini sebagai pujian :
“Laa ilaahaillalloh wahdahulaa shariikalah, lahulmulku, wa lahulhamdu, wa huwa ‘ala kulli shai’in qadiir. Laa ilaahaillalloh wahdah, anjaza wa’dah, wa nasara ‘abdah, wa hazamaa al-ahzaaba wahdah”

(Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.” (Sahih Muslim, 1218)

Doa ini harus diulang sebanyak 3 kali; melakukan dzikir, berdoa, melakukan dzikir, berdoa (dan seterusnya). Kemuadian harus langsung turun ke Marwah dan lelaki berlari di antara lampu hijau. Jaraknya ditandai oleh dua tanda berwarna hijau - lelaki harus berlari hingga mencapai tanda kedua lalu kembali berjalan biasa ke bukit Marwah dan mendakinya. Di sana, peziarah harus menghadap ke kiblat dan membaca apa yang dia membaca di Safa. Setelah itu, peziarah harus turun lagi dan kembali menuju Safa. Setelah mencapai Safa, peziarah harus mengulangi apa yang ia lakukan pertama kali dan mengulanginya kembali ketika ia kembali ke Marwah sebanyak tujuh putaran (Satu putaran terhitung mulai dari Safa menuju Marwah).

4) Mencukur/Memotong Rambut
Tahap terakhir, setelah menyelesaikan tujuh putaran, peziarah diharuskan untuk memotong rambut mereka. Para lelaki diwajibkan untuk mencukur rambut mereka atau memotong rambut mereka seluruhnya dengan panjang yang sama. Para wanita diharuskan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.
Dengan tindakan terakhir ini, peziarah telah resmi melengkapi Umrahnya.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi mereka yang berencana segera melakukan Umrah. Semoga Allah (SWT) menerima doa dan amalan baikmu. Amin!





























Untuk informasi lebih lanjut tentang umroh dan info pendaftaran hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : al-umroh.com

Sabtu, 09 Maret 2019

HAL YANG PERLU DIKETAHUI SEBELUM BERIBADAH UMROH



Ibadah yang banyak pahalanya selain ibadah haji ialah ibadah umroh. Keutamaan-keutamaan umroh sudah banyak dijelaskan dalam banyak hadis jika dilaksanakan dengan hati yang tulus. Oleh karena itu, harus memperhatikan hal-hal yang sifatnya teknis ini agar perjalanan umroh menjadi lancer dan umroh kita maksimal dan khusuk. Berikut ini hal-hal yang harus di perhatikan oleh para jamaah.

Umrah merupakan salah satu ibadah yang dilakukan umat muslim. Butuh waktu lama untuk menanti keberangkatan haji, maka tidak jarang banyak orang memilih dengan melaksanakan ibadah umrah.

Namun tentunya sebelum berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah ini, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan. Mengingat belakangan ini seringkali terjadi penipuan dengan kedok travel umroh yang murah keberangkatan tepat waktu.

Satu ibadah yang dapat kita lakukan dengan waktu yang cukup lama dan harus pergi ke negeri asing yaitu umroh. Ibadah sunnah yang kali ini sudah bejibun benar yang mengerjakannya, mulai dari warga kalangan bawah, pegawai pemerintahan, sampai pebisnis.

Ibadah umroh mensyaratkan kamu melakukan urutan peribadatan di tempat suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram. Amalan ini boleh dibilang menyerupai dengan haji, dimulai dari tawaf memutari Ka’bah, sa’i dari Shofa ke Marwah, mengenakan ihram, dan rangkaian amalan lainnya.

Dengan runtutan ibadah yang mirip, umroh juga sering dikenal dengan haji kecil. Ada juga yang menamakan persiapan untuk ibadah haji. Kalau haji kan waktu tunggu cukup lama tuh, nah, kalau kita melakukan ibadah umroh, tidak usah menunggu lama untuk bisa berangkat ke Mekkah.


Hal yang Harus Anda Siapkan sebelum Berangkat Umrah

Memilih Agen Perjalanan yang Terpercaya
Saat ini, banyak sekali agen-agen travel perjalanan ibadah umroh. Namun tidak sedikit pemberitaan yang memperlihatkan berbagai kasus penipuan. Untuk itu, cermatlah dalam memilih agen perjalanan umrah Anda.

Carilah yang telah mempunyai pengalaman mumpuni dan testimoni positif dari para jamaah sebelumnya. Oleh karenanya travel umroh selain harus mendapatkan izin resmi dari Kemenag juga dalam melayani jemaahnya para pembimbing umroh juag mengerti tata cara umroh sesuai sunnah.

Melengkapi Dokumen Perjalanan
Melengkapi dokumen perjalanan adalah kewajiban. Maka urus secepat mungkin agar perjalanan nantinya tidak terganggu. Biasanya dokumen yang dibutuhkan akan menyangkut paspor, visa, pas foto, dan surat keterangan telah di vaksin influenza dan meningitis.

Mempersiapkan Fisik dan Mental
Ibadah umrah sangat memerlukan fisik yang kuat. Mengingat serangkaian ibadah yang dijalani akan mengandalkan tenaga. Untuk itu, kesehatan yang prima akan menjadi kunci utama kelancaran ibadah yang akan dilakukan. Perhatikanlah asupan yang dikonsumsi dan rajin berolahraga.

Membaca dan Memahami Kembali Buku Panduan
Ada baiknya, tata cara melakukan ibadah yang satu ini kembali diulang dan diperhatikan. Hal ini akan menambah kefasihan dan kelancaran dalam melaksanakan ibadah umrah di tanah suci nantinya.

Serangkaian tata cara ibadah yang telah dibaca akan membantu Anda untuk bisa mengingatnya di tanah suci. Tetaplah terus berusaha mengulang ulang dan memahami sehingga ibadah umroh yang dilakukan bisa khusyu dan mendapatkan pahala dan biaya umroh yang dikeluarkan juga tidak sia-sia.

Dari rangkaian ibadah umroh, ada beberapa fakta yang perlu kita tahu, ini beberapa fakta itu :

1. Thawaf
Thawaf merupakan satu dari rangkaian dalam ibadah umroh. Fakta dari rangkaian ini, ternyata thawaf telah dilakukan sejak zaman nabi-nabi sebelum Nabi Ibrahim. Aktivitas thawaf menirukan malaikat-malaikat yang mengelilingi Ka’bah nurani di surga. kenapa thawaf itu penting?. Thawaf juga dimaknai untuk simbol penyatuan dengan gerak alami, seperti halnya alam semesta yang bergerak berputar pada orbitnya.

2. Sa’i
Jika thawaf sudah ada sejak zaman sebelum Nabi Ibrahim, urutan umroh berikut ini dikerjakan untuk mengingat istri Nabi Ibrahim, Hajar. Sa’i adalah runtutan ibadah berupa berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah.

Sa’i untuk mengingat usaha Hajar dalam mencarikan air buat bayinya yang sedang kehausan. Makna dari rangkaian tersebut ialah sesungguhnya Allah menakar tiap kerja keras yang dikerjakan manusia meskipun kamu menganggapnya tidak berhasil saat mengerjakannya. sejarah sa’i. Dampak yang diberikan oleh Allah dapat datang dari arah mana saja, tak terduga kehadirannya. Karena, tak ada usaha yang percuma di hadapan Allah.

3. Luas Masjidil Haram
Masjidil Haram merupakan daerah yang dipakai saat ibadah umroh, luasnya sekarang adalah 365 ribu meter persegi. Ketika tahun 2020, luas masjid ini kira-kira jadi 597250 meter persegi.

Kalau kamu pergi ke Masjidil Haram ketika selain musim haji, tempat ini mampu untuk sekitar 900 ribu jamaah. Namun, saat hari ibadah haji, Masjidil Haram dapat untuk dua juta orang. Bahkan, saat ini, daya tampung masjid ini lagi ditingkatkan untuk dapat menampung hingga empat juta orang.

4. Air Zamzam
Satu keajaiban yang akan dengan gampang kita temui ketika umrah ialah air zamzam. Air tersebut bisa dikatakan air yang ajaib, karena, air zamzam yang diberikan saat ibadah haji hingga jutaan liter. Dan yang mengagumkan, air zamzam tersebut telah ada sejak zaman Nabi Ibrahim. manfaat dan kandungan zam-zam. Malah, sampai sekarang, air zamzam jadi sumber air induk di Kota Mekah, dan sumur zamzam belum pernah mengering sama sekali.

5. Ka’bah
Ketika hadir di Masjidil Haram kemudian masuk ke dalam, kita akan dapat melihat sebuah bangungan kotak besar, Ka’bah namanya. Ka’bah didirikan pertama oleh Nabi Adam. Kemudian, Nabi Ibrahim menemukan kembali bangunan ini atas izin Allah, dan mendirikannya kembali bersama dengan Nabi Ismail.

Sekarang ini, Ka’bah terbuat dari marmer dan granit, pintunya berwarna emas dan memang dibuat dari emas asli seberat 280 kilogram. Kain penutup Ka’bah memilikinama kiswah, terbuat dari sutera paling yang tulisan arabnya disulam memakai benang emas serta perak dengan berat 150 kg.

6. Umroh dapat Menghilangkan Kefakiran
Saat kamu memiliki niat berangkat umroh, tentu niatnya tidak ingin jadi kaya, tapi Allah yang akan membuat kita jadi kaya. Ibadah umroh yang mabrur dan makbul, insyaaAllah dapat diterima oleh Allah. Bahkan, bisa jadi segala biaya yang dipakai akan diganti oleh Allah beberapa kali lipat. Jangan lupa cari travel umroh terbaik sebelum kamu memutuskan untuk pergi beribadah.

Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga. (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

7. Menghapuskan Dosa di Antara 2 Umrah
Jika kamu mengerjakan umrah pada sebuah kesempatan, dan di waktu berikutnya akan melaksanakan lagi, maka antara dua umroh itu dosa kita akan dihapuskan. Seperti dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga. (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

Sekian, beberapa fakta perihal ibadah umroh yang mungkin akan membangunkan hati kita untuk mengerjakannya.

























Untuk informasi lebih lanjut dan info pendaftaran hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web :al-umroh.com

Terimakasih..

Jumat, 08 Maret 2019

KEBIASAAN YANG DILAKUKAN SAAT PULANG DARI IBADAH UMROH



Baik haji ataupun umroh selalu menjadi hal yang spesial bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di wilayah Kota Karawang . Karena jarak Arab Saudi dengan Indonesia yang reatif jauh dan memakan biaya yang tidak sedikit, maka tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengunjungi Baitullah di Makkah. Maka sudah menjadi pemandangan yang biasa ketika keberangkatan dan pulang Ibadah haji dan umroh selalu penuh sesak oleh rombongan keluarga, sahabat dan tetangga yang ingin mengantar dan menjemput.

Tak sampai disitu saja biasanya setelah itu, diadakan syukuran dengan susunan acara tertentu, diantaranya: Tuan rumah mengundang sanak keluarga dan tetangga untuk shalat berjama’ah maghrib di rumahnya, setelah shalat berjama’ah, di lanjutkan dengan membaca yasin secara bersama-sama kemudian di tutup dengan do’a. Setelah itu para hadirin di hidangkan makanan untuk makan malam.

Tuan rumah yang baru pulang berhaji/umroh akan ramai dikunjungi sanak keluarga, kerabat, sahabat, sampai tetangga dekat dan jauh. Sebagian besar ingin mendengarkan pengalaman religius selama menjalani ibadah di kota suci Makkah. Biasanya, karena banyak tamu yang datang dalam beberapa hari setelah kedatangan haji dan umroh maka  tuan rumah pun selalu siap menyediakan berbagai hidangan khas, seperti air zamzam, kacang arab, kurma, kismis, buah tin, sampai coklat.  Air zamzam juga merupakan yang ditunggu-tunggu oleh para tamu.

Rasulullah saw bersabda:“Dari Ibnu ‘Abbas r.a, Rasulullah saw  bersabda : Artinya: “Air zam-zam, (orang dapat memohon sesuatu) untuk setiap air yang diminumnya,  jika kamu meminumnya untuk (maksud) berobat dengannya, maka Allah akan menyembuhkanmu; jika kamu meminumnya untuk (maksud) membuat kenyang kamu, maka Allah akan mengenyangkanmu dengannya; jika kamu meminumnya untuk (maksud) menghilangkan rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkannya, dan ia (air zam-zam) adalah (berasal dari) pukulan kuat jibril dan sumber air (minum) Allah untuk Isma’il.” (hadis no. 2772 dalam Sunan al-Daruquthni).

Dan biasanya juga sebagian para tamu mendapatkan cinderamata dari tuan rumah. Ada yang dibeli di tanah arab, banyak juga yang memilih berbelanja oleh-oleh haji dan umroh di negeri sendiri. Cinderamata yang dibeli tentu yang bernuansa Islam sehingga akan melengkapi ibadah. Misalnya kutek, kerudung, mukena, sajadah, peci, dan tasbih. Biasanya oleh-oleh akan dikemas rapi sebelumnya. Pemberian cinderamata tentunya agar tamu terkesan dan dengan harapan akan bermanfaat di kemudian hari. Begitulah tradisi yang di lakukan masyarakat sambas dari dulu hingga kini.

Doa Untuk yang Baru Pulang Umrah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Kami tidak mengetahui adanya dalil yang menyebutkan doa khusus untuk mereka yang baru pulang umrah. Hanya saja, masalah doa itu longgar. Dalam arti, orang bisa mendoakan kebaikan untuk dirinya maupun orang lain, tanpa harus ada dalilnya. Selama tidak diyakini bahwa teks doa itu ada ajarannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kecuali jika ada bukti.

Dari Muadz radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ

Sesungguhnya doa itu bermanfaat (memberi kebaikan) untuk yang sudah turun (terjadi) dan yang belum terjadi. Karena itu, perbanyaklah berdoa, wahai hamba Allah… (HR. Ahmad 22044, Turmudzi 3548 dan dihasankan al-Albani)

Harapan terbesar ketika orang selesai menjalankan Umrah adalah Allah menerima ibadahnya dan dosa-dosanya diampuni. Karena, bagi keluarga atau teman yang menyambut kehadiran mereka yang baru pulang umrah, bisa mendoakan agar umrahnya diterima dan dosanya diampuni.

Imama al-Qalyubi – ulama syafiiyah – menganjurkan agar dalam menyambut kedatangan orang umrah, membaca doa berikut,

تَقَبَّلَ اللَّهُ عُمْرَتَك ، وَغَفَرَ ذَنْبَك ، وَأَخْلَفَ عَلَيْك نَفَقَتَك

“Semoga Allah menerima umrah anda, semoga Allah mengampuni dosa anda dan memberi ganti untuk biaya perjalanan anda..

Dalam Hasyiyah al-Qalyubi, Beliau menyebutkan hal-hal yang dianjurkan terkait perjalanan haji atau umrah. Beliau menyatakan,

وأن يتلقوه كغيرهم , وأن يقال له إن كان حاجا أو معتمرا : تقبل الله حجك أو عمرتك , وغفر ذنبك , وأخلف عليك نفقتك

Hendaknya mereka (keluarga) menyambutnya (yang umrah) seperti yang lain, dan memberikan doa – jika baru pulang haji atau umrah – “Semoga Allah menerima umrah anda, semoga Allah mengampuni dosa anda dan memberi ganti untuk biaya perjalanan anda.” (Hasyiyah al-Qalyubi, 2/190)

Demikian pula yang disebutkan Ibnu Muflih dalam kitabnya al-Furu’, bahwa beberapa ulama menganjurkan mendoakan untuk mereka yang baru pulan haji atau umrah. Diantaranya al-Ajuri. Beliau juga menukil keterangan al-Fadhl bin Ziyad yang mengatakan,

ما سمعنا أن يدعى للغازي إذا قفل ، وأما الحاج فسمعنا عن ابن عمر وأبي قلابة : وأن الناس ليدعون

Kami belum mendengar riwayat untuk mendoakan kebaikan untuk mereka yang berperang ketika kembali pulang. Sementara untuk haji, kami pernah mendengar riwayat dari Ibnu Umar dan Abu Qilabah, bahwa masyarakat mendaoakan kebaikan. (al-Furu’, Ibnu Muflih, 11/364)

Allahu a’lam.




















Untuk informasi lebih lanjut mengenai umroh dan cara pendaftaran silahkan hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : Al-umroh.com

Rabu, 06 Maret 2019

SYARAT UMROH UNTUK PEREMPUAN



Bagi umat Islam yang sudah mampu disunahkan untuk melakukan ibadah umroh ini. Umrah adalah mengunjungi tanah suci atau Baitullah agar dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tentunya ibadah umroh ini harus  memenuhi syarat tertentu yang telah ditetapkan, sedangkan waktunya boleh dilakukan kapan saja.

Sesuai sabda Rasulullah SAW, umroh ini hukumnya sunah: “Haji adalah fardu sedangkan umrah adalah “tatawwu.” (HR. muslim). Tatawwu berarti tidak diwajibkan, namun disunahkan karena sangat baik dikerjakan untuk mendapatkan pahala serta lebih dekat kepada Allah.

Syarat untuk melakukan umroh adalah beragama Islam, telah baligh dan berakal, merdeka, serta mampu. Lalu bagaimana syarat umroh bagi perempuan, apakah ada hukum tertentu bila seorang wanita pergi umroh tanpa didampingi mahramnya?

Bolehkah Wanita Pergi Umroh tanpa Mahram?

Mahram adalah orang-orang yang berlainan jenis, yang haram untuk dinikahi karena keturunan, persusuan, dan pernikahan dalam syariat Islam. Namun selain menikah, tidak dilarang untuk bepergian bersama.

“Tidak halal bagi perempuan yang beriman dengan Allah dan hari akhirat untuk keluar tiga hari atau lebih, melainkan bersama-samanya bapaknya atau saudara kandung lelakinya atau suaminya atau anak lelakinya atau mana-mana mahramnya.”[HR Bukhari dan Muslim]

Berdasar hadist tersebut, wanita tidak diperbolehkan keluar rumah lebih dari tiga hari, tanpa ditemani oleh mahram atau suami bagi yang telah menikah. Tentunya larangan ini bermaksud untuk melindungi keamanan wanita. Lalu bagaimana dengan wanita yang berumroh tanpa mahram? Apakah mahram ini menjadi syarat umroh bagi perempuan?

Dinyatakan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW berkata bahwa wanita boleh pergi umroh tanpa didampingi oleh mahramnya. Jadi dalam perdebatan yang terjadi tentang masalah ini, para ulama yang setuju dengan hadits tersebut menyatakan bahwa wanita boleh pergi tanpa mahram, kecuali keamanan sedang tidak terjamin atau malah menimbulkan fitnah.

“Wahai Adi, pernahkah kamu ke Hirah?”, Aku menjawab belum tapi hanya mendengar tentangnya. Beliau pun bersabda, “Apabila umurmu panjang, kamu akan melihat wanita bepergian dari kota Hirah berjalan sendirian hingga tawaf di Ka’bah, dengan keadaan tidak merasa takut kecuali hanya kepada Allah saja”. Adi berkata, “Maka akhirnya aku menyaksikan wanita bepergian dari Hirah hingga tawaf di Ka’bah tanpa takut kecuali hanya kepada Allah”. (HR. Bukhari Muslim )

Syarat Umroh bagi Wanita

Bagi perempuan yang masih berusia di bawah 45 tahun, tidak diperkenankan umroh tanpa didampingi mahramnya. Ini sesuai dengan peraturan yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi yang telah menetapkan bahwa wanita di bawah usia 45 tahun harus didampingi mahramnya, seperti suami, ayah, atau saudara laki-lakinya yang berusia di atas 17 tahun.

Wanita bisa pergi umroh tanpa mahram dengan surat keterangan mahram. Namun dalam praktiknya banyak halangan wanita bisa pergi umroh dengan mahramnya, seperti ayahnya sudah tiada, belum menikah, atau tidak memiliki saudara laki-laki. Oleh karenanya jamaah wanita bisa membuat surat keterangan mahram dengan bantuan travel umroh. Selain itu menurut pendapat seorang ulama, bahwa untuk menghindari fitnah jamaah wanita diperkenankan pergi bersama-sama dalam rombongan wanita.

Wanita yang sedang berkabung atau dalam masa iddah tidak diperbolehkan melakukan umroh. Menurut para ulama Syafi’iyah, wanita dalam masa iddah, tidak diperbolehkan melakukan ibadah umroh ini. Dengan alasan, ibadah umroh bisa dilakukan kapan saja, sehingga bisa menunggu masa iddah berakhir.

Demikianlah syarat umroh bagi perempuan, sekiranya bagi jamaah wanita yang ingin menunaikan ibadah umroh bisa memahami bahwa semua larangan dan anjuran dalam hukum Islam bertujuan untuk kebaikan umat Islam.





















Untuk Informasi lebih lanjut mengenai umroh dan info pendaftaran bisa hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : Al-umroh.com

Senin, 04 Maret 2019

AMALAN-AMALAN YANG HARUS DIKETAHUI SAAT BERIBADAH UMROH



Orang yang hendak umrah, jika sampai di miqot disunnahkan mandi dan memakai wangi-wangian di badan tidak boleh di kain ihromnya, jika tidak mungkin mandi di miqot maka tidak apa-apa, tetapi disunnahkan mandi di Makkah ketika sampai sebelum thawaf jika ada kesempatan.

Laki-laki tidak menggunakan pakaian yang berjahir tetapi memakai kain ihron dan sunnah pakai warna putih dan bersih. Sementara wanita berihrom dengan pakaian keseharian tidak harus putih asalkan tidak menampakkan perhiasan atau mengundang syahwat.

Niat masuk ibadah umrah dengan mengucapkan.
Sepanjang perjalanan memperbanyak talbiyah, dzikir dan doa pada Allah.
Apabilah sampai di masjid haram disunnahkan mendahulukan kaki kanan dan membaca…
Kemudian bertalbiyah sampai di depan Ka’bah

Menuju hajar aswad, tempat dimulainya thawaf. Jika memungkinkan mengusap dengan tangan kanan dan menciumnya jika bisa. Jika kesulitan, daripada menyakiti orang lain dengan berdesak-desakan, boleh memberi isyarat kepadanya dengan mengangkat tangan kanan sambil mengucapkan:

Thawaf harus dalam keadaan suci dari hadats kecil dan besar, karena thawaf seperti  shalat hanya dalam thawaf diperbolehkan bicara.

Posisi Ka’bah harus disebelah kiri badan, melakukan thawaf sebanyak 7 kali putaran, jika tiba di rukun Yamani hendaknya mengusap tangan jika mudah dilakukan tanpa mencium ataupun memberi isyarat dengan mengucapkan

Disunnahkan jalan cepat dengan memendekkan langkah pada 3 putaran pertama khusus laki-laki, disunnahkan pulah pertengahan selendangnya diletakkan dibawah pundak kanan dan kedua ujungnya diletakkan diatas pundak kiri, disunnahkan memperbanyak zikir dan berdoa kepada Allah semampunya dan mudah baginya disemua putaran, karena dalam thawaf tidak ada doa dan dzikir khusus. Doa antara rukun yamani dan hajar aswad dengan membaca berulang-ulang:

Setelah selesai thawaf memakai selendang dengan cara meletakkannya diatas ke dua pundak dan kedua ujungnnya diatas dada.

Melakukan shalat dua rakaat di belakang maqom Ibrahim. Disunnahkan Surat pendek yang dibaca setelah Al fatihah pada rakaat pertama adalah Al Kafiirun dan Al Ikhlas pada rakaat Kedua.

Keluar melakukan sai menuju Shofa, naik atau berdiri dilerengnya jika mudah membaca pada putaran pertama:

Dan disunnahkan menghadap kiblat diatas bukit shofa dengan membaca. Lalu berdoa dengan doa yang mudah baginya sambil mengangkat kedua tangan, doa dan dzikir diulang sampai 3x lalu turun dan berjalan menuju marwa. Apabila sampai pada tanda hijau hendaknya yang laki-laki mempercepat jalan sampai tanda hijau yang kedua. Wanita cukup berjalan biasa saja. Dilakukan sebanyak 7x putaran, berawal di Shafa dan harus berakhir di Marwah.

Jika sudah selesai sai, mencukur rambut atau memendekkannya namun mencukur lebih afdhol.

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan jamaah haji/umroh

Mulai thawaf sebelum hajar aswad, yaitu antara hajar aswad dan rukun yamani.
Thowaf berdesak-desakan dalam hijr ismail, masuk dari satu pintu dan keluar lewat pintu lain, meninggalkan sebagian hijr ismail. Ini adalah kesalahan besar dan tidak sah thawafnya, karena pada hakekatnya dia belum thawaf di ka’bah melainkan thawaf sebagiannya saja.

Lari-lari kecil disemua putaran
Berdesak-desakan ke hajar aswad untuk menciumnya, mengumpat,
Berkeyakinan bahwa hajar aswad bisa memberi manfaat, makanya anda bisa melihatorang-orang jika mengusap hajar aswad mereka mengusapkan bekasnya pada seluruh tubuhnya atau mengusapkannya pada anak-anak yang mereka bawa. Umar bin Khattab berkata: Sesungguhnya saya benar-benar tahu bahwa engkau adalah seonggok batu yang tidak bisa memberikan manfaat dan bahaya, kalau bukanlah karena saya pernah melihat Nabi menciummu maka aku tidak akan menciummu.

Para jamaah haji mengusap seluruh pojok-pojok ka’bah bahkan mengusap seluruh dindingnya, ini semua adalah kebodohan, karena sesungguhnya mengusap adalah ibadah dan pengagungan kepada Allah, maka wajib melakukannya seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah, dan beliau tidak mengusap kecuali hajar aswad dan rukun yamani

Mengkhususkan doa tertentu pada setiap putaran dan tidak berdoa selainnya. Boleh berdoa dengan doa-doa yang disenangi dari kebaikan dunia dan akhirat, berdzikir kepada Allah dengan dzikir apa saja, tasbih, tahmid, tahlil, takbir atau membaca alquran
Berkumpul dengan seorang pemandu thawaf dan memimpin dengan suara keras lalu mengikutinya dengan satu suara, hingga suara menjadi ramai dan mengakibatkan kegaduhan sehingga mengganggu orang thawaf lainnya, mereka tidak mengetahui apa yang mereka ucapkan dan menghilangkan kekhusuan.

Inilah Amalan-amalan Khusus Selama Di Madinah Selama Ibadah Umroh dan Haji

Shalat di Masjid Nabawi
Shalat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan yang besar sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah 

صلى الله عليه وسلم, dalam sabda Beliau صلى الله عليه وسلم :

صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

Satu shalat di masjid saya ini lebih baik daripada seribu shalat di tempat lain, kecuali Masjidil Haram. (HR. Al-Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394)

Ini adalah anugerah yang sangat besar dari Allah عزّوجلّ, karena satu shalat fardhu di Masjid Nabawi lebih baik daripada shalat fardhu seorang Muslim di masjid kampungnya selama dua ratus hari.

Keutamaan ini mencakup shalat fardhu dan sunnah, dilakukan di Masjid Nabawi yang lama maupun bagian perluasannya, dan umum mencakup pria maupun wanita.

Beribadah di Raudhah
Raudhah secara bahasa adalah taman. Di Masjid Nabawi ada sebuah tempat yang disebut sebagai salah satu taman surga. 

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ

Tempat yang terletak diantara rumah saya dan mimbar saya adalah salah satu di antara taman-taman surga (HR.al-Bukhari no. 1195 dan Muslim no. 1390)

Dalam riwayat Thabrani di al-Mujam al-Ausath no. 3112, Nabi صلى الله عليه وسلم menjelaskan bahwa rumah yang dimaksud adalah rumah Aisyah رضي الله عنها, yakni rumah tempat Beliau wafat dan sekarang menjadi tempat kubur Beliau صلى الله عليه وسلم. Riwayat ini menjelaskan rumah yang di maksud, karena Beliau صلى الله عليه وسلم memiliki beberapa rumah di sekitar Masjid Nabawi dan masing-masing ditinggali oleh para istri Beliau صلى الله عليه وسلم .

Ibnu Hajar رحمه الله menyebutkan tiga penafsiran untuk hadits ini,  yaitu:

Tempat ini seperti taman surga, dalam ketenangan dan kedamaian yang didapati orang yang memasukinya.
Beribadah di tempat ini akan membuat pelakunya masuk surga.
Tempat ini akan dipindah ke surga dan menjadi salah satu tamannya di akhirat kelak.

Roudhah adalah tempat yang paling mulia di Masjid Nabawi, karenanya disyariatkan untuk memperbanyak ibadah Sunnah seperti shalat, dzikir dan membaca al-Qur’an, dengan syarat bisa khusyu’ dan tidak menyakiti orang lain saat berada di sana maupun saat menuju ke sana. Adapun untuk shalat wajib, shaf-shaf yang ada di depan Raudhah tetap lebih utama.

Berjihad di Masjid Nabawi
Sebuah amalan ringan di Masjid Nabawi terhitung sebagai jihad di jalan Allah عزّوجلّ Hanya dengan niat belajar atau mengajar saat melangkahkan kaki menuju Masjid Nabawi, itu laksana berjihad di jalan Allah عزّوجلّ. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ جَاءَ مَسْجِدِي هَذَا لَـمْ يَأْتِهِ إِلَّا لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِـمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ فَهُوَ بِـمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ

Barangsiapa mendatangi masjidku ini, ia tidak datang kecuali untuk kebaikan yang ingin dia pelajari atau dia ajarkan, maka kedudukannya seperti mujahid di jalan Allah. Dan barangsiapa datang untuk selain itu, maka ia laksana orang yang hanya memandang barang orang lain. (HR. Ibnu Majah no. 227, dihukumi shahih oleh al-Albani)

Memandang barang orang lain maksudnya adalah ia seperti orang yang masuk ke pasar, tapi tidak menjual atau membeli, dan hanya memandang barang orang lain sehingga tidak mendapatkan apa-apa.

Hadits ini juga menunjukkan bahwa Masjid Nabawi adalah suq al-ilmi (pasar ilmu), dan selayaknya bagi orang yang masuk ke dalamnya untuk berdagang ilmu, baik dengan menuntut ilmu atau mengajarkannya.

Jika Anda paham Bahasa Arab, Anda bisa belajar langsung kepada para Ulama di Masjid Nabawi. Jika tidak, Anda bisa membawa kitab untuk dibaca, berdiskusi atau membaca al-Qu’ran dan terjemahnya. Atau menghadiri pengajian berbahasa Indonesia di sana. Yang penting, setiap langkah Anda dari rumah atau penginapan menuju Masjid Nabawi tidak lepas dari niat mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, agar pahala jihad tidak luput dari Anda.

Ziarah Kubur Nabi صلى الله عليه وسلم
Orang yang tinggal di Madinah atau mengunjunginya disunnahkan  untuk  berziarah  ke  kubur  Nabi  Muhammad صلى الله عليه وسلم. Namun, mereka perlu memperhatikan pesan beliau صلى الله عليه وسلم berikut ini:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا وَلَا تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيدًا وَصَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ

Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan, jangan jadikan kubur saya sebagai led, dan bershalawatlah untuk saya, karena sholawat kalian sampai kepada saya darimanapun kalian bershalawat (HR. Abu Dawud no. 2042, dihukumi shahih oleh al-Albani)

Menjadikan kuburan sebagai ‘Ied adalah dengan mengunjunginya secara terus-menerus, misalnya setiap sore, setiap pekan, setiap bulan dan seterusnya. Atau menziarahinya seolah-olah kita mengadakan perayaan. Maksud utama ziarah kubur Nabi صلى الله عليه وسلم  adalah untuk mengucapkan salam dan shaLawat. Ketika Beliau صلى الله عليه وسلم melarang umat Islam untuk terus berziarah, Beliau صلى الله عليه وسلم menunjukkan penggantinya, yaitu mengucapkan shalawat di manapun mereka berada, tanpa harus datang kekubur beliau.

Disyariatkan pula untuk mengunjungi kuburan Baqi’ al-Gharqad yang berisi sekitar sepuluh ribu Sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم, juga kuburan para syuhada dalam Perang Uhud.

Shalat di Masjid Quba’
Umrah adalah salah satu ibadah yang agung. Bagi penduduk Madinah, ibadah umrah cukup mudah dilakukan. Namun meski hanya berjarak 425 km dari Makkah ibadah ini cukup menyita waktu dan tenaga. Dengan kebijaksanaan dan kemurahan-Nya, Allah membuka untuk mereka pintu pahala umrah dengan amalan yang Lebih mudah. Hal tersebut tertuang dalam sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم berikut:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ

Barangsiapa bersuci di rumahnya, lalu mendatangi Masjid Quba’ dan shalat di sana satu shalat, ia mendapatkan pahala seperti pahala umrah. (HR. Ibnu Majah no. 1.412, dihukumi shahih oleh al-Albani)

Bahkan Nabi صلى الله عليه وسلم menjalankan sunnah ini setiap pekan, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ مَاشِيًا وَرَاكِبًا

Dari Ibnu Umar رضي الله عنهما beliau berkata, “Nabi صلى الله عليه وسلم  mendatangi Masjid Quba’ setiap hari Sabtu dengan berjalan kaki dan berkendara.” (HR. al-Bukhari no. 1.193 dan Muslim no. 1399)

READ :  Hukum dan Tatacara Saat Ibadah Haji di Arafah

Sabar Akan Rasa Lapar dan Cuaca Ekstrim Madinah
Kota Madinah menawarkan cuaca yang ekstrim. Di musim panas cuacanya sangat panas, dan begitu sebaliknya di musim dingin. Di masa lalu juga menawarkan rasa lapar. Namun bagi yang mau bersabar, keutamaan yang besar telah menanti mereka. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَا يَصْبِرُ أَحَدٌ عَلَى لَأَوَاءِ الْمَدِينَةِ وَشِدَّتِهَا أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِي، إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَوْ شَهِيدًا

Tidaklah seorang di antara umat saya bersabar akan rasa lapar dan kerasnya Madinah, melainkan saya akan menjadi pemberi syafaat atau saksi baginya pada Hari Kiamat” (HR. Muslim no. 1378)

Penutup
Meski memiliki segudang keistimewaan, tanah Madinah seperti tanah yang lain tidak bisa mensucikan penghuninya, sebagaimana dikatakan oleh Salman al-Farisi رضي الله عنه.

إِنَّ الْأَرْضَ لَا تُقَدِّسُ أَحَدًا، وَإِنَّـمَّا يُقَدِّسُ الْإِنْسَانُ عَمَلُهُ

Sungguh tanah tidak mensucikan orang, yang mensucikannya hanyalah amalannya (HR Malik di al-Muwaththa’ no. 2842, al-Albani berdalil dengannya di beberapa karya beliau).

Karena itu, hendaknya para penduduk dan peziarah Madinah memperhatikan amalan-amalan yang disyariatkan, baik yang khusus kota Madinah maupun amalan Lain secara umum.






























Untuk informasi selanjutnya dan info pendaftaran umroh hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : al-umroh.com

TIPS PERSIAPAN SEBELUM BERANGKAT UMROH



Mengunjungi Tanah Suci merupakan mimpi setiap orang. Datang ke Tanah Suci bukan hanya sekedar beribadah saja, namun bagi sebagian orang, ini dijadikan sebagai ajang memperbaiki hubungan dengan Allah. Jika, sebelum beribadah ke Tanah Suci kita masih saja tidak patuh terhadap Allah dan sering terlambat mengerjakan sholat 5 waktu, saat di Tanah Suci inilah momen terbaik untuk memperbaiki segala ibadah yang masih berantakan.

Ini berlaku untuk Anda yang ingin Umroh ataupun Haji. Nah, untuk Anda yang dalam waktu dekat ini akan melaksanakan Umroh, Anda tak hanya diharuskan untuk mempersiapkan fisik dan mental untuk beribadah secara total di sana.

Namun, Anda pun harus mempersiapkan “keperluan” yang rasanya sangat penting untuk menunjang kegiatan beribadah Anda di Tanah Suci.


Ada beberapa tips persiapan untuk umroh yang akan dibahas dalam artikel ini meliputi :

1. Kita harus meluruskan niat semata-mata beribadah karena menyambut seruan Alloh taala. Niat akan menentukan amal yang akan dikerjakan, dengan lurusnya niat semoga akan membantu dalam mengerjakan umroh yang kita kerjakan dengan sempurna.

2. Bertaubat atas semua kesalahan yang pernah dikerjakan. Kita tentu saja sulit mengingat-ingat hal yang sudah dilakukan d masa lalu apakah menyakiti orang atau tidak Oleh karena itu lebih baik bila sebelum berangkat umroh kita memnita maaf terutama kepada ayah, ibu, keluarga dan tetangga dekat.

3. Belajar mengetahui hukum-hukum agama seputar ibadah umroh misalnya hal yang dilarang selama umroh termasuk juga hal yang berkaitan dengan itu misalnya sholat dalam perjalanan, cara tayamum, waktu-waktu sholat, cara mengerjakan sholat sunah dan adab pergaulan sesama muslim.

4. Melunasi hutang, mengembalikan barang titipan termasuk juga mencari sumber dana yang halal yang akan digunakan untuk biaya umroh. Termasuk juga biaya untuk keluarga yang kita tinggalkan yang menjadi tanggungan kita.

5. Menjaga amalan baik yang wajib dan sunah, supaya nanti kita juga terbiasa menjaga amalan selama di tanah suci karena salah satu indikasi umroh yang mabrur adalah tidak tertinggal dalam hal yang wajib maupun yang sunah.


sebelum memulai perjalanan spiritual di Mekah dan Madinah, ada baiknya mengetahui dulu 10 hal ini :

1. Pelajari tentang Umrah
Sebelum memulai perjalanan, persiapkan dulu diri Anda dengan mempelajari segala hal seputar umrah. Anda bisa membeli buku-buku referensi yang berisi panduan ibadah umrah. Pelajari pula tentang Mekah dan Madinah sebelum menginjakkan kaki di dua kota suci itu.

2. Cari partner ibadah yang baik
Jika Anda berangkat umrah dengan orang lain, pastikan mereka adalah orang-orang yang bisa menjadi 'partner ibadah' yang baik. Memiliki partner ibadah yang baik dapat membuat perjalanan umrah Anda lebih maksimal. Mereka akan memotivasi Anda untuk melakukan Tahajjud di Haram, melakukan Tawaf tambahan, membangunkan Anda ketika fajar, dan menyemangati Anda untuk melakukan berbagai hal positif selama berada di Tanah Suci.

3. Tahu aturan Ihram
Pahami segala aturan tentang Ihram. Misalnya, Anda dilarang menggunakan sabun wangi ketika Ihram. Jadi cobalah untuk mendapatkan beberapa sabun tanpa pewangi sebelum Anda pergi. Contoh lainnya, Anda tidak boleh menutupi kepala dengan kain Ihram (untuk pria). Jadi, Anda dapat mengontrol diri Anda untuk tak melakukan hal itu meski siang hari di Tanah Suci sangat panas.

4. Aturan mencukur rambut
Pada akhir Umrah, jemaah pria dan wanita dianjurkan untuk memotong rambut mereka. Pastikan tukang cukur yang Anda kunjungi menggunakan pisau sekali pakai. Pemerintah Saudi sudah memberlakukan aturan pisau sekali pakai untuk Tahalul (cukur rambut), tetapi Anda tetap harus waspada. Penggunaan pisau yang berganti-gantian antar jemaah dapat berisiko pada penularan beberapa penyakit seperti Hepatitis C.

Sementara untuk jemaah wanita, disarankan untuk tidak memotong rambut di kawasan Kabah. Tunggu sampai Anda kembali ke hotel sehingga bisa leluasa melepas hijab dan memotong rambut Anda.

5. Gunakan pelembap
Hal ini disarankan untuk para jemaah pria. Ketika Anda berada dalam keadaan Ihram, Anda tidak mengenakan apapun, bahkan pakaian dalam. Karena itu, umumnya mereka akan mengalami lecet pada beberapa lipatan tubuh. Untuk mengantisipasi hal itu, gunakanlah pelembap.

6. Kunjungi Raudah
Perlu diketahui, waktu terbaik untuk mengunjungi Raudah adalah pada waktu malam. Banyak orang berlomba-lomba untuk berdoa di tempat ini, sehingga Raudah nyaris tak pernah kosong.

Orang-orang di sekitar Madinah mengatakan, malam hari adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Raudah karena suasananya lebih sepi ketimbang siang hari. Beberapa jam sebelum Isya atau beberapa jam sebelum fajar adalah waktu yang paling tepat untuk berdoa di Raudah karena suasananya lebih tenang sehingga cocok untuk refleksi diri.

7. Kunjungi situs di Madinah
Waktu terbaik untuk mengunjungi situs-situs suci di Madinah adalah pagi hari, di antara terbit fajar dan Zuhur. Anda dapat mengunjungi tempat-tempat seperti situs Perang Uhud dan Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Jangan lupa untuk salat 2 rakaat di Masjid Quba!

8. Komunikasi dengan orang rumah
Saat berada di Tanah Suci, jangan lupa untuk tetap berkomunikasi dengan keluarga di rumah. Anda dapat mengunduh aplikasi seperti Viber atau MagicJack untuk memudahkan Anda menelepon ke rumah secara gratis dengan WiFi yang tersedia di hotel. Jika Anda menggunakan iPhone, Anda dapat menggunakan iMessaging untuk mengirim pesan ke sesama iPhone.

9. Berbincang dengan sesama jemaah
Selama melakukan umrah, sempatkan diri untuk sesekali berkenalan dan berbincang dengan jemaah-jemaah dari negara lain. Mekah dan Madinah adalah tempat berkumpulnya orang-orang dari seluruh dunia. Jadi, berada di sana adalah kesempatan emas Anda untuk bersilaturahmi dan mengikat persaudaraan dengan sesama muslim dari berbagai negara.

10. Panjatkan doa sebanyak-banyaknya
Umrah adalah perjalanan spiritual yang indah. Allah menjanjikan banyak pahala, keberkahan dan mengabulkan segala doa. Karena itu, gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Buat doa sebanyak-banyaknya untuk diri sendiri, keluarga, teman, dan seluruh umat.





















Untuk informasi lebih lanjut mengenai umroh dan cara pendaftaran umroh hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : al-umroh.com

Kamis, 28 Februari 2019

10 LARANGAN SAAT MELAKSANAKAN UMROH


Tata cara umrah dan larangan umrah perlu diketahui oleh semua umat muslim sebab ibadah ini mendatangkan banyak pahala dari Allah Swt. Umrah berasal dari kata ‘itimar nan berarti berziarah. Dalam pengertiannya, istilah umrah bisa dimaknai sebagai salah satu ibadah dalam Islam dengan menziarahi Ka’bah.

Tujuan ibadah umrah ialah buat beribadah kepada Allah disertai dengan aplikasi rukun-rukun dan syarat-syaratnya. Jika dilihat sekilas, tata cara umrah mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilakukan dengan melaksanakan beberapa ritual ibadah di kota Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.

Umrah bila didefinisakan secara syari’ah, yaitu tawaf di Ka’bah serta sa’i di antara Shofa dan Marwah sesudah memakai baju ihram di Miqat. Umrah sering disebut sebagai haji kecil. Berbeda halnya dengan haji, aplikasi umrah tak terikat dengan waktu.

larangan umrah perlu diketahui karena umrah dapat dilakukan oleh kaum muslimin di sembarang waktu, di setiap hari, bulan, atau setiap tahun. Untuk ibadah haji, dilaksanakan pada beberapa hari antara 8 Dzulhijjah sampai dengan 12 Dzulhijjah. Disparitas umrah dan haji ialah ibadah umrah cukup dilaksanakan di Mekkah, sedangkan aplikasi ibadah haji dilakukan sampai di luar Mekkah.

Terdapat disparitas pendapat mengenai hukum melaksanakan ibadah umrah di antara kalangan ulama. Imam Syafi’ie dan Imam Ahmad berpendapat bahwa hukum ibadah umrah adalah wajib bagi umat musli. Sementara, ulama dari mahzab Malikiyah dan Hanafiyah berpendapat bahwa ibadah umrah masuk dalam kategori ibadah sunah mu’akkad.
Sangat penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tata cara ibadah umrah yang benar. Jangan sampai ketidaktahuan membuat jemaah melanggar larangan yang ada.
Umrah berasal dari kata 'itimar yang berarti berziarah. Dalam pengertiannya, istilah umrah bisa dimaknai sebagai salah satu ibadah dalam Islam dengan menziarahi Kabah.

Tujuan umrah tentu saja beribadah kepada Allah disertai dengan aplikasi rukun-rukun dan syarat-syaratnya. Tak heran, setiap muslim harus mengetahui tata cara ibadah umrah yang benar.

Dilihat sekilas, tata cara umrah mirip dengan ibadah haji. Umrah dilakukan dengan melaksanakan beberapa ritual ibadah di kota Mekah, khususnya di Masjidil Haram.

Namun bedanya, umrah dapat dilakukan oleh kaum muslimin di sembarang waktu, di setiap hari, bulan atau setiap tahun. Sementara untuk ibadah haji, dilaksanakan pada beberapa hari antara 8 Dzulhijjah sampai dengan 12 Dzulhijjah.

Apa saja hal-hal yang larangan saat Umroh?

1. Menggunting Kuku
Di saat Umroh, tak dibolehkan untuk menggunting kuku. Sebelum Umroh, ada baiknya kita bersihkan anggota tubuh. Itulah gunanya membaca larangan-larangan sebelum Umroh. Jadi, tubuh kita sudah bersih sebelum Ihram.

2. Memakai Wangi-wangian
Anda dilarang menggunakan parfun saat sudah niat Ihram. Baik itu parfum yang melekat di pakaian maupun yang menempel di badan. Anda juga dianjurkan untuk tidak menggunakan minyak angina atau balsam karena itupun mengandung wangi-wangian. Namun, bagi laki-laki yang ingin menggunakan parfum, Anda bisa menggunakannya saat mandi Sunnah sebelum niat Umroh.

3. Berhungan Suami Istri
Jika sudah berihram, suami istri yang sedang menunaikan ibadah umroh diharuskan untuk menjaga ihramnya. Jamaah dilarang untuk melakukan sesuatu yang mengundang syahwat.

4. Merusak Tanaman
Nah, itu juga penting. Merusak tanaman pun termasuk bagian dari hal yang dilarang saat Umroh. Memetik Bungan dan dedaunan pun tak boleh dilakukan.

5. Melamar, Menikah atau Menikahkan
Untuk larangan saat umroh yang terakhir ini mungkin terkesan janggal. Namun, pada zaman dahulu perjalanan Umroh itu butuh waktu berbulan-bulan. Disitulah para jamaah memiliki kemungkinan untuk melakukan khitbah, menikahkan atau menikah.

6. Memburu atau Membunuh Hewan
Seperti yang tertuang dalam Surat Al Maidah ayat 95, para jamaah yang hendak umroh tidak diperbolehkan untuk menangkap binatang ketika sedang berihram. Karena pada zaman Rasulullah SAW, para sahabat yang ingin melaksanakan umroh biasanya berburu hewan dikarenakan perlu waktu berhari-hari untuk bisa sampai di Tanah Suci. Ini unutk memenuhi persediaan makanan yang hampir habis.

7. Mencabut atau Mencukur Rambut di Badan
Anda pun tak boleh mencabut atau mencukur rambut. Jika ketahuan mencabut atau mencukur rambut, Anda akan diharuskaan untuk menunaikan dam, sedekat atau fidyah.

8. Bagi setiap laki-laki tidak boleh memakai pakaian yang ada jahitannya dan tidak boleh menutup kepala
Ibnu Umar ra berkata seorang sahabat telah bertanya kepada Nabi SAW,” Wahai utusan Allah, pakaian apa yang boleh dikenakan bagi orang yang berihram?”, Beliau menjawab “ Tidak boleh mengenakan baju, sorban, celana topi dan khuf ( sarung kaki yang terbuat dari kulit), kecuali seseorang yang tidak mendapatkan sandal, maka pakailah khuf, namun hendaklah ia memotongnya dari bawah dua mata kakinya dan janganlah kamu mengenakan pakaian yang dicelup dengan pewarna atau warna merah”.

9. Bagi wanita tidak boleh menutup wajah dan dua tapak tangannya
Dari Ibnu Umar ra bahwa Nabi bersabda “ janganlah seorang wanita berihram mengenakan cadar dan jangan pula menggunakan kaos tangan”.
Namun boleh bagi wanita menutupi wajahnya bila ada laki-laki yang lewat di dekatnya

10. Berbuat kekerasan seperti bertengkar atau berkelahi.
Seperti yang dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 197 “, (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”.

Demikianlah 10 hal yang dilarang dilakukan pada saat mengerjakan ihram dalam ibadah haji maupun umroh. Semoga bermanfaat.




















Untuk informasi lebih lanjut dan info pendaftaran hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : Al-umroh.com

HUKUM UMROH



Dari segi bahasa, umroh berarti berkunjung. Dapat dikatakan bahwa umroh merupakan sebuah aktivitas mendatangi tempat yang selalu dikunjungi. Hal itu dikarenakan umroh boleh dilakukan kapan saja tidak seperti haji yang hanya dilaksanakan saat bulan Dzulhijjah.

Sedangkan secara syar’i, umroh berarti berkunjung ke kota Mekkah untuk melaksanakan ibadah dengan ketentuan dan tata cara tertentu
Umroh juga disebut sebagai al-hajju l-ashghar atau haji kecil. Seluruh tata cara yang harus dilakukan dalam melaksanakan ibadah umroh sudah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam.

Hukum Umroh dalam Islam

Hukum umroh ada 2 yaitu wajib dan sunnah

1. Menjadi wajib apabila ibadah umroh tersebut baru dilaksanakan pertama kali sehingga disebut sebagai Umratul Islam.  Selain itu umroh karena nazar maka ibadah umroh tersebut menjadi wajib.
Jadi apabila seseorang bernazar akan menunaikan ibadah umroh jika telah melakukan atau mendapatkan hasil tertentu, maka pelaksaan umroh hukumnya menjadi wajib

2. Ibadah umroh menjadi sunnah apabila telah dilakukan untuk kedua kali atau lebih serta bukan merupakan nazar
Namun di kalangan ahli fiqih bersepakat bahwa ibadah umroh hukumnya wajib untuk orang yang disyariatkan untuk menyempurnakan. Walaupun beberapa ulama memiliki pendapat yang berbeda mengenai hukum dari ibadah umroh apakah termasuk wajib atau sunnah

Hukum Umroh Menurut Pendapat Para Ulama

1. Pendapat Pertama
menyebutkan bahwa Melaksanakan Umroh merupakan Sunnah Mu`akkadah
Ulama yang memiliki pendapat seperti ini adalah Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Ibnu Mas’ud, Imam Ahmad, Imam Asy-Syafi’i, Abu Tsaur serta dari kalangan mazhab Zaidiyah.
Dalil-dalil yang dijadikan dasar bahwa umroh merupakan sunnah mu’akkadah adalah
Pendapat ini berdasarkan pada sabda Nabi SAW saat ditanya  tentang hukum melaksanakan ibadah umroh, yang kemudian dijawab,” Tidak. Namun jika kalian umroh, maka itu lebih baik.” Juga berdasarkan sabda Rasulullah SAW yaitu :

“Haji adalah jihad, sementara umroh hanya tathawwu”
Selain itu, pelaksanaan umroh yang tidak ditentukan oleh waktu juga dijadikan dasar bahwa ibadah umroh adalah sunnah.

2. Pendapat Kedua
Menyebutkan bahwa Umroh adalah Wajib, Terutama untuk Orang-orang yang Diwajibkan Haji.
Pendapat ini dianut oleh Imam Asy-Syafi’i menurut versi yang paling sahih di antara kedua pendapatnya, Imam Ahmad menurut versi lain, Ibnu Hazm, sebagian ulama mazhab Maliki, kalangan mazhab Imamiyyah, Asy-Sya’bi, dan Ats-Tsauri.

Mayoritas ulama dari kalangan sahabat dan yang lainnya juga memiliki pendapat seperti ini serta mereka bersepakat bahwa pelaksanaan ibadah umroh hanya perlu dilakukan sekali seumur hidup seperti ibadah haji

3. Pendapat Ketiga
Pendapat terkuat dalam hal ini adalah umroh merupakan ibadah wajib bagi yang mampu dengan dilakukan sekali seumur hidup. Sedangkan yang berpendapat bahwa umroh merupakan ibadah sunnah dalilnya dianggap lemah sehingga tidak dapat dijadikan hujjah.

Jadi untuk orang yang mampu, dalam sekali seumur hidup sangat dianjurkan supaya berusaha untuk  menunaikan ibadah umroh.

Ibadah ‘umroh bisa langsung ditunaikan saat melaksanakan ibadah haji dengan cara melaksanakan haji secara qiran atau tamattu’.
Karena dalam haji qiran dan tamattu’ sudah terdapat umroh di dalamnya sehingga keutamaannya bisa dapat disejajarkan dengan ibadah haji yang merupakan rukun Islam dan ibadah wajib bagi orang yang mampu.

Keutamaan Melaksanakan Ibadah Umroh

1. Diampuninya dosa.
Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadist Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda

“Ibadah umrah sampai umrah berikutnya sebagai kafarat untuk dosa di antara keduanya dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga”. (HR Bukhari dan Muslim)

2. Merupakan tamu  Allah yang akan dikabulkan setiap doanya
Dari Abu Hurairah RA berkata bahwa “Rasulullah SAW bersabda
“Para jamaah haji dan umrah merupakan delegasi Allah. Jika mereka berdo’a kepada-Nya, Allah akan mengabulkannya. Dan jika mereka meminta ampun, maka Allah akan mengampuni-nya”. (HR An-Nasaiy dan Ibnu Majah)

3. Bagi perempuan, melaksanakan umroh seperti melaksanakan tugas jihad sebagaimana laki-laki berjihad di medan perang.
Rasulullah SAW bersabda: “Jihadnya orang yang sudah tua, anak-anak, orang yang lemah dan wanita, adalah haji dan umrah“. (HR An-Nasaiy).

Tanya : Apa hukum menunaikan umrah? wajib atau sunnah?
Jawab : Oleh Al Ustadz Abu Muawiyah Askary hafizhahullah Terjadi khilaf di kalangan para ulama.

Namun dalil-dalil yang datang dari Al Qur’an Al Karim, dari sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa umrah hukumnya wajib dalam seumur hidup. Wajib sekali, berikutnya sunnah. Dan ini pendapat mayoritas para ulama. Diantara dalil yang dijadikan hujjah oleh para ulama wajibnya umrah, firman Allah subhanahu wata’ala :

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ للهِ
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (Al-Baqarah: 196). Sempurnakan haji dan umrah, kata Al Qurthubi rahimahullahu ta’ala dalam tafsirnya, ketika Allah subhanahu wata’ala menggandengkan perintah untuk menyempurnakan haji dengan perintah untuk menyempurnakan umrah, menunjukkan bahwa hukum umrah sama seperti hukum haji, yaitu wajib. Dan inipun dikuatkan dengan beberapa riwayat dari nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diantaranya hadits Aisyah radhiyallahu anha ketika Aisyah radhiyallahu ta’ala anha bertanya kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’ala alihi wasallam.

يَا رَسَوْلَ اللهِ، هَلْ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ؟ قَالَ: جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيْهِ، اَلْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ
“Wahai Rasulullah, apakah ada jihad bagi wanita?” Beliau menjawab, “Jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yaitu haji dan umrah.” (Shahih: Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 2345), Sunan Ibni Majah (II/968, no. 2901), Ahmad (XI/18, no. 21), ad-Daraquthni (II/284, no. 215).) Demikian pula yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, ketika nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang Islam :

الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتُحِجُّ الْبَيْتَ وَتَعْتَمِرُ وَتَغْتَسِلُ مِنَ الْجَنَابَةِ وَتُتِمُّ الْوُضُوْءَ وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ
“Islam itu adalah engkau bersaksi bahwasanya tiada Tuhan (yang wajib disembah) selain Allah dan bahwasanya Muhamad adalah utusan Allah; engkau dirikan shalat; engkau tunaikan zakat; engkau laksanakan haji dan umrah; engkau bermandi jinabat; engkau sempurnakan wudhu; dan engkau berpuasa pada bulan Ramadhan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh lbnu Khuzaimah dan Ad Daraquthni dari Umar bin Khathab. Ad Daraquthni berkata : sanad hadits ini shahih) Engkau haji dan engkau umrah, dimasukannya umrah digandengkan dengan amalan haji, yang nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkannya diantara rukun-rukun islam.

Ini juga menunjukkan bahwa umrah hukumnya wajib. Ini pendapat yang shahih yang dikuatkan oleh para ulama. Demikian pula syaikh Abdul Muhsin Al Abbad beliau menguatkan pendapat ini, syaikh Shaleh Al Fauzan Al Fauzan, dan yang lainnya dari para ulama. Terlepas dari sebagian mereka berpendapat bahwa itu sunnah, dan ada yang mengatakan itu wajib. Namun umrah jelas merupakan suatu amalan yang sangat mulia. Oleh karena itu rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum muslimin untuk senantiasa mengikuti haji dengan haji yang berikutnya, umrah dengan umrah yang berikutnya.

تابعوا بين الحج والعمرة ، فإنهما ينفيان الفقر والذنوب كما ينفي الكير خبث الحديد والذهب والفضة ، وليس للحجة المبرورة ثواب إلا الجنة ( رواه الترمذي وقال : حسن صحيح ، ورواه ابن حبان وابن خزيمة في صحيحيهما)
“Kerjakanlah secara urut antara haji dan umrah, maka keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa, sebagaimana pandai besi menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Dan tidak ada pahala haji mabrur selain surga.” (HR. Tirmidzi dan beliau berkata: hadits hasan shahih. Dan juga diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahih mereka) Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam riwayat Bukhari dan Muslim, beliau mengatakan :

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما ، والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة )رواه البخاري ومسلم والترمذي وغيرهم(
“Dari umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada pahala baginya kecuali surga.” (HR.Bukhari, Muslim, Tirmidzi dll) Lebih terkhusus lagi apabila umrah itu dikerjakan di bulan ramadhan punya keutamaan yang sangat besar. Yang disebutkan oleh nabi ‘alaihi shallatu wasallam dalam riwayat Imam Muslim dari hadits Ibnu Abbas.

عمرة في رمضان تعدل حجة
“Umrah pada bulan Ramadhan seperti ibadah haji” (HSR. Bukhari dan Muslim) Dalam riwayat yang lain sama sepertu ibadah haji bersamaku, bersama rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’alaalihi wasallam. Oleh karena itu para ulama salaf, mereka senantiasa, pada saat mereka diberikan kemampuan untuk melakukan amalan ini, maka mereka senantiasa mengamalkannya, menghudupkannya. Seperti yang dinukilkan dari Said bin Jubair radhiyallahu ta’ala anhu disebutkan oleh Adz Dzahabi rahimahullah bahwa Said bin Jubair termasuk diantara kebiasaan beliau, beliau senantiasa melakukan ihram dua kali setahun. Yang pertama umrah dan yang kedua adalah haji.


PERBEDAAN UMROH DAN HAJI

Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia yang memiliki banyak ragam budaya, agama, ras, suku, dll. Tapi berbicara soal ...