Ibadah umroh memang memiliki
hukum sunnah, yaitu memiliki makna bahwa tidak apa-apa jika kita tidak
mengerjakannya, namun alangkah baik sekali jika kita kerjakan, karena bisa
mendatangkan kebaikan, ridho Allah, dan tentunya pahala yang berlipat-lipat.
Nah, kata umroh sendiri secara makna bahasa memiliki arti mengunjungi atau
berziarah ke suatu tempat yang ramai. Sedangkan secara syarah, kata umroh
tersebut memiliki makna yaitu mengunjungi tanah suci, yang adalah Kota Makkah
dan Madinah.
Sehingga telah ditetapkan dari
sejak masa Rasulullah SAW dan para sahabat, bahwa ibadah umroh memang hanya
bisa dilakukan di Tanah Suci. Untuk tata cara ibadah umroh sendiri sebenarnya
hampir sama dengan ibadah haji, namun memang tetap ada beberapa amalan yang
tidak dilakukan pada saat umroh namun wajib dilakukan saat menjalankan ibadah
haji. Salah satunya adalah wuquf di Arafah, dimana wuquf adalah ibadah puncak
dari ibadah haji, dan memang hanya ada di rangkaian ibadah haji.
Selain itu juga ada lempar atau
lontar jumrah di Mina, serta mencari batu jumrah di Musdzalifah, yang hanya
dilakukan pada rangkaian ibadah haji, namun tidak dilakukan pada ibadah umroh.
Yang membedakan lagi antara ibadah umroh dan haji adalah, ibadah umroh bisa
dilakukan kapanpun saja, tak terbatas pada waktu tertentu. Sedangkan ibadah
haji hanya bisa dilakukan pada saat bulan haji, yaitu pada tanggal 8-13
Dzulhijjah.
Lebih dari sekadar kota suci bagi
umat Muslim, Mekah menyimpan sejarah panjang tentang peradaban Islam dan kisah
para Nabi. Di kota ini pula terdapat Kabah yang menjadi kiblat kaum muslimin di
seluruh dunia.
Namun, ternyata keistimewaan kota
Mekah tak sebatas itu saja. Siapa sangka jika kota ini juga menyimpan banyak
fakta mencengangkan yang jarang diketahui orang. Fakta-fakta apa saja? Berikut
ulasannya.
Mekah Pusat Bumi
Prof. Hussain Kamel menemukan
suatu fakta mengejutkan bahwa Mekah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti
suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.
Untuk tujuan ini, ia menarik
garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi
ketujuh benua terhadap Mekah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk
menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan
garis lintang.
Setelah dua tahun dari pekerjaan
yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk
menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta
banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Mekah merupakan
pusat bumi.
Ia menyadari kemungkinan
menggambar suatu lingkaran dengan Mekah sebagai titik pusatnya, dan garis luar
lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak
bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah Al-Arabiyyah,
edisi 237, Agustus 1978).
Gambar-gambar satelit, yang
muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi
lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu
daratan itu diciptakan.
Telah menjadi teori yang mapan
secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang
panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan
ini terus-menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Mekah.
Tempat Paling Tua di Dunia
Tempat di mana umat Islam
melaksanakan haji itu terbukti sebagai tempat yang pertama diciptakan. Telah
menjadi kenyataan ilmiah bahwa bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam
air (samudera yang sangat luas).
Kemudian gunung api di dasar
samudera ini meletus dengan keras dan mengirimkan lava dan magma dalam jumlah
besar yang membentuk " bukit" . Dan bukit ini adalah tempat Allah
memerintahkan untuk menjadikannya lantai dari Kabah (kiblat).
Batu basal Mekah dibuktikan oleh
suatu studi ilmiah sebagai batu paling purba di bumi. Jika demikian, ini
berarti bahwa Allah terus-menerus memperluas dataran dari tempat ini. Jadi, ini
adalah tempat yang paling tua di dunia.
Lantas, adakah hadis Nabawi yang
membenarkan fakta mengejutkan ini? Jawabannya adalah ada.
Nabi bersabda, " Kabah itu
adalah sesistem tanah di atas air, dari tempat itu bumi ini diperluas."
Dan ini didukung oleh fakta-fakta yang ada.
Secara biaya, memang ibadah umroh
juga lebih murah karena waktunya yang relative singkat dan pengurusan
pasportnya yang juga passport kunjungan atau masuk wisatawan, berbeda dengan
ibadah haji yang sedikit lebih banyak biayanya karena memang agak lama waktu
yang diperlukan para jamaah haji berada di Tanah Suci, selain itu passport yang
digunakan juga passport khusus haji. Nah, sebagai umat Muslim, dan tentu
sebagai motivasi bagi kamu baik yang sudah maupun belum menjalankan ibadah
umroh, yuk disimak beberapa rahasia luar biasa yang terkandung di balik ibadah
umroh berikut ini :
1. Para Jamah Ibadah Umroh Juga
Adalah Tamu Allah
Sesungguhnya Allah sangat
menganjurkan bagi hambaNya untuk menjalankan ibadah umroh bagi yang mampu
secara fisik, ruhiyah, dan tentu materi. Karena mengunjungi Tanah Suci,
Baitullah Ka’bah yang adalah rumah Allah, adalah sebuah hal mulia, dan Allah
menaikkan derajat hamba-hambaNya yang mendatangiNya sebagai tamuNya.
2. Ibadah Umroh Hampir Setara
dengan Ibadah Haji
Yang sudah kita semua ketahui,
bahwa memang ibadah umroh itu berhukum sunnah sedangkan ibadah haji memiliki
hukum wajib bagi yang mampu (baik secara fisik, finansial, dan sebagainya). Di
hadapan Allah ibadah umroh itu sesungguhnya hampir sama besar dengan ibadah haji.
Maksudnya hampir sama disini adalah nilai jihadnya. Kita tahu bahwa Tanah Suci
adalah tanah yang disucikan Allah dari segala kotor, hina, dan nista. Sehingga
berada di sana sama halnya dengan kita sedang berjihad.
Sama juga halnya dengan seseorang
yang berlelah-lelah di jalan Allah, juga bernilai jihad. Dan bukankah
menjalankan ibadah umroh sesungguhnya juga melelahkan? Karena memang kita akan
dikuras tenaga dalam menjalankan rangkaian-rangkaian ibadahnya. Namun memang
tak ada rasa yang lebih nikmat selain rasa lelah karena berada di jalan Allah
SWT.
Tentang hampir disejajarnya
ibadah umroh dengan ibadah haji hal ini diperkuat dengan sebuah hadits yang
diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan telah disahihkan oleh Syaikh Al Albani,
“Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad? Tanya Aisyah. Beliau
(Rasulullah) SAW menjawab, Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di
dalamnya, yaitu dengan haji dan umroh.”.
3. Tentunya Ibadah Umroh Semakin
Mendekatkan Kita pada Allah SWT
Segala macam ibadah, baik wajib
maupun sunnah, akan selalu mendekatkan kita kepada Sang Pencipta, Allah SWT.
Ketika kita menjalankannya bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban atau
karena ingin saja, namun kita benar-benar butuh berinteraksi dan selalu dekat
dengan Allah, maka kita akan merasakan Allah selalu hadir di dekat kita, dekat
sekali.
Begitupun dengan ibadah umroh,
ketika kita mendatangi Tanah Suci, tanah dimana Rasulullah SAW dilahirkan dan
meninggal dunia, tanah dimana peradaban Islam semua dimulai, tanah yang
dimuliakan Allah, di sana ada Baitullah, ada tempat-tempat religius
lainnya,maka insaAllah kita akan semakin dekat dengan Allah SWT.
Nah, bagi kalian yang belum
berangkat ibadah umroh, sudah ada uang dan siap fisik namun masih ragu,
segeralah pupus keraguan itu dan percaya lah bahwa menjalankan perintah Allah
dan sunnah Rasulullah SAW adalah sebaik-baik amalan sebagai bekal masa depan di
akhirat kelak.
Untuk informasi lebih lanjut dan
untuk info pendaftaran hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : Al-umroh.com
Terimakasih.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar