Senin, 08 April 2019

RAHASIA UMROH



Ibadah umroh memang memiliki hukum sunnah, yaitu memiliki makna bahwa tidak apa-apa jika kita tidak mengerjakannya, namun alangkah baik sekali jika kita kerjakan, karena bisa mendatangkan kebaikan, ridho Allah, dan tentunya pahala yang berlipat-lipat. Nah, kata umroh sendiri secara makna bahasa memiliki arti mengunjungi atau berziarah ke suatu tempat yang ramai. Sedangkan secara syarah, kata umroh tersebut memiliki makna yaitu mengunjungi tanah suci, yang adalah Kota Makkah dan Madinah.

Sehingga telah ditetapkan dari sejak masa Rasulullah SAW dan para sahabat, bahwa ibadah umroh memang hanya bisa dilakukan di Tanah Suci. Untuk tata cara ibadah umroh sendiri sebenarnya hampir sama dengan ibadah haji, namun memang tetap ada beberapa amalan yang tidak dilakukan pada saat umroh namun wajib dilakukan saat menjalankan ibadah haji. Salah satunya adalah wuquf di Arafah, dimana wuquf adalah ibadah puncak dari ibadah haji, dan memang hanya ada di rangkaian ibadah haji.

Selain itu juga ada lempar atau lontar jumrah di Mina, serta mencari batu jumrah di Musdzalifah, yang hanya dilakukan pada rangkaian ibadah haji, namun tidak dilakukan pada ibadah umroh. Yang membedakan lagi antara ibadah umroh dan haji adalah, ibadah umroh bisa dilakukan kapanpun saja, tak terbatas pada waktu tertentu. Sedangkan ibadah haji hanya bisa dilakukan pada saat bulan haji, yaitu pada tanggal 8-13 Dzulhijjah.

Lebih dari sekadar kota suci bagi umat Muslim, Mekah menyimpan sejarah panjang tentang peradaban Islam dan kisah para Nabi. Di kota ini pula terdapat Kabah yang menjadi kiblat kaum muslimin di seluruh dunia.

Namun, ternyata keistimewaan kota Mekah tak sebatas itu saja. Siapa sangka jika kota ini juga menyimpan banyak fakta mencengangkan yang jarang diketahui orang. Fakta-fakta apa saja? Berikut ulasannya.

Mekah Pusat Bumi
Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Mekah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.

Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Mekah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Mekah merupakan pusat bumi.

Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Mekah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah Al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).

Gambar-gambar satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.

Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus-menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Mekah.

Tempat Paling Tua di Dunia
Tempat di mana umat Islam melaksanakan haji itu terbukti sebagai tempat yang pertama diciptakan. Telah menjadi kenyataan ilmiah bahwa bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam air (samudera yang sangat luas).

Kemudian gunung api di dasar samudera ini meletus dengan keras dan mengirimkan lava dan magma dalam jumlah besar yang membentuk " bukit" . Dan bukit ini adalah tempat Allah memerintahkan untuk menjadikannya lantai dari Kabah (kiblat).

Batu basal Mekah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah sebagai batu paling purba di bumi. Jika demikian, ini berarti bahwa Allah terus-menerus memperluas dataran dari tempat ini. Jadi, ini adalah tempat yang paling tua di dunia.

Lantas, adakah hadis Nabawi yang membenarkan fakta mengejutkan ini? Jawabannya adalah ada.

Nabi bersabda, " Kabah itu adalah sesistem tanah di atas air, dari tempat itu bumi ini diperluas." Dan ini didukung oleh fakta-fakta yang ada.

Secara biaya, memang ibadah umroh juga lebih murah karena waktunya yang relative singkat dan pengurusan pasportnya yang juga passport kunjungan atau masuk wisatawan, berbeda dengan ibadah haji yang sedikit lebih banyak biayanya karena memang agak lama waktu yang diperlukan para jamaah haji berada di Tanah Suci, selain itu passport yang digunakan juga passport khusus haji. Nah, sebagai umat Muslim, dan tentu sebagai motivasi bagi kamu baik yang sudah maupun belum menjalankan ibadah umroh, yuk disimak beberapa rahasia luar biasa yang terkandung di balik ibadah umroh berikut ini :

1. Para Jamah Ibadah Umroh Juga Adalah Tamu Allah
Sesungguhnya Allah sangat menganjurkan bagi hambaNya untuk menjalankan ibadah umroh bagi yang mampu secara fisik, ruhiyah, dan tentu materi. Karena mengunjungi Tanah Suci, Baitullah Ka’bah yang adalah rumah Allah, adalah sebuah hal mulia, dan Allah menaikkan derajat hamba-hambaNya yang mendatangiNya sebagai tamuNya.

2. Ibadah Umroh Hampir Setara dengan Ibadah Haji
Yang sudah kita semua ketahui, bahwa memang ibadah umroh itu berhukum sunnah sedangkan ibadah haji memiliki hukum wajib bagi yang mampu (baik secara fisik, finansial, dan sebagainya). Di hadapan Allah ibadah umroh itu sesungguhnya hampir sama besar dengan ibadah haji. Maksudnya hampir sama disini adalah nilai jihadnya. Kita tahu bahwa Tanah Suci adalah tanah yang disucikan Allah dari segala kotor, hina, dan nista. Sehingga berada di sana sama halnya dengan kita sedang berjihad.

Sama juga halnya dengan seseorang yang berlelah-lelah di jalan Allah, juga bernilai jihad. Dan bukankah menjalankan ibadah umroh sesungguhnya juga melelahkan? Karena memang kita akan dikuras tenaga dalam menjalankan rangkaian-rangkaian ibadahnya. Namun memang tak ada rasa yang lebih nikmat selain rasa lelah karena berada di jalan Allah SWT.

Tentang hampir disejajarnya ibadah umroh dengan ibadah haji hal ini diperkuat dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan telah disahihkan oleh Syaikh Al Albani, “Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad? Tanya Aisyah. Beliau (Rasulullah) SAW menjawab, Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan umroh.”.

3. Tentunya Ibadah Umroh Semakin Mendekatkan Kita pada Allah SWT
Segala macam ibadah, baik wajib maupun sunnah, akan selalu mendekatkan kita kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Ketika kita menjalankannya bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban atau karena ingin saja, namun kita benar-benar butuh berinteraksi dan selalu dekat dengan Allah, maka kita akan merasakan Allah selalu hadir di dekat kita, dekat sekali.

Begitupun dengan ibadah umroh, ketika kita mendatangi Tanah Suci, tanah dimana Rasulullah SAW dilahirkan dan meninggal dunia, tanah dimana peradaban Islam semua dimulai, tanah yang dimuliakan Allah, di sana ada Baitullah, ada tempat-tempat religius lainnya,maka insaAllah kita akan semakin dekat dengan Allah SWT.

Nah, bagi kalian yang belum berangkat ibadah umroh, sudah ada uang dan siap fisik namun masih ragu, segeralah pupus keraguan itu dan percaya lah bahwa menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasulullah SAW adalah sebaik-baik amalan sebagai bekal masa depan di akhirat kelak.


Untuk informasi lebih lanjut dan untuk info pendaftaran hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : Al-umroh.com

Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERBEDAAN UMROH DAN HAJI

Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia yang memiliki banyak ragam budaya, agama, ras, suku, dll. Tapi berbicara soal ...