Jumat, 05 April 2019

HUKUM MENDATANGI ORANG PULANG UMROH



Di Indonesia, orang yang baru pulang haji atau umroh sering mengadakan open house. Banyak tamu yang berkunjung ke kediamannya.
Bahwa kebiasan bersilaturahmi kepada orang yang baru pulang dari Tanah Haram setelah menunaikan umroh sudah menjadi hal umum. Dan memang mereka yang bersilaturahmi kepada orang yang baru pulang dari berhaji meminta dido’akan agar diampuni dosa-dosanya dan juga meminta dido`akan agar bisa juga pergi ke Tanah Haram untuk berhaji.

Keinginan para tetangga dan kerabat membuat orang baru pulang haji membuka pintu rumahnya untuk para tamu setiap saat. Karena andai boleh memilih, orang yang baru pulang haji/umroh tentu akan lebih suka istirahat menghilangkan lelah akibat jet lag.

Biasanya tuan rumah bercerita tentang pengalamannya ketika berhaji, juga tak lupa perbedaan cuaca di Arab dan Indonesia, atau kadang bercerita pedagang Arab yang pandai berbahasa Indonesia.

Namun bagaimana sebenarnya syariat memandang hal tersebut? Imam Nurudin al-Haitsami -guru Imam Ibn Hajar Al-‘Asqalani- dalam Majma’ al-Zawaid menyampaikan sebuah hadis dari Abu Hurairah:

“Diceritakan oleh Abi Hurairah bahwa Nabi bersabda: Allah mengampuni dosa orang yang haji dan orang yang ia mintakan ampunan”.

Keterangan serupa juga ditemukan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya, kemudian dikutip oleh Imam Al-Suyuthi dalam al-Jami’ al-Saghir, terdapat keterangan tentang hal tersebut :

“Nabi bersabda: Jika kau bertemu orang yang baru pulang haji, ucapkanlah salam, jabatlah tangannya dan mintalah dia mendoakanmu agar diampuni dosamu sebelum dia masuk rumah. Sungguh dia telah diampuni dosanya”

Syaikh ‘Abdurrauf Al-Munawi dalam Faidh al-Qodirnya memberi komentar atas hadis di atas:

“Secara tekstual, kesunahan meminta doa pada orang yang baru haji dibatasi sebelum dia masuk rumah, jika dia sudah masuk rumah maka sudah tidak disunahkan lagi. Tapi dalam Ihya Ulumiddin, Imam Al-Ghozali meriwayatkan dari Sayyidina ‘Umar RA bahwa meminta doa tetap dianjurkan hingga tanggal 20 Robi’ul Awal (berarti mencakup Dzulhijjah, Muharram, dan Safar). Maka maksud hadis di atas yang membatasi dengan waktu adalah sebuah anjuran (meminta doa dianjurkan, dan lebih dianjurkan lagi meminta doa tersebut dilakukan sebelum orang yang haji masuk rumah). Maka yang lebih utama adalah meminta doa ketika ia hendak masuk rumah”

Al-Ghazali sendiri dalam Ihya Ulumiddin melanjutkan

“Ulama salaf biasa mengiring orang jihad dan menyambut/mendatangi orang yang baru haji dan mencium di antara kedua matanya kemudian meminta doa, semua itu segera dilakukan sebelum mereka mengotori diri dengan perbuatan dosa”

Kemudian beliau (Al-Ghazali) menambahkan, bahwa orang yang umroh pun demikian, beliau mengutip sebuah hadis:

“Orang-orang yang haji dan umroh, mereka semua adalah orang yang menghadap kehadirat Allah, jika mereka meminta kepada-Nya maka Dia akan memberi apa yang mereka minta, jika mereka meminta ampunan kepada-Nya maka Dia akan mengampuni mereka, jika mereka berdoa kepada-Nya maka Dia akan mengabulkannya, jika mereka mensyafa’ati orang lain, maka Dia akan menerima syafa’at mereka”

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa tradisi mengunjungi orang yang baru pulang haji atau umroh mempunyai dasar syariat, hal itu bertujuan untuk meminta doa kepada mereka, dan hal itu hendaknya dilakukan sesegera mungkin selagi mereka masih bersih dari dosa.

Wallahu A’lam.


Untuk informasi lebih lanjut dan info pendaftaran hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : al-umroh.com

Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERBEDAAN UMROH DAN HAJI

Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia yang memiliki banyak ragam budaya, agama, ras, suku, dll. Tapi berbicara soal ...