Selepas umroh dan mendapat umroh
yang mabrur (harapan kita semua) maka yang tidak kalah penting adalah menjaga
amalan supaya umroh yang kita laksanakan tidak sia-sia.
Pada hakikatnya sesuai dengan
dengan tujuan umroh sendiri ada 3 hal yang penting untuk diingat yaitu :
1. Makna sai adalah menjaga diri
untuk tidak keluar dari batasan Alloh walaupun dalam kondisi apapun juga.
Lihatlah Siti Hajar walaupun
dalam kondisi yang kehausan di tengah padang pasir yang panas tetapi karena
ingat pesannya Nabi Ibrahim untuk tidak keluar dari komplek masjidil haram,
maka ia hanya berlarian kesana kemari tanpa melupakan perintah suaminya.
Dalam hidup kita akan banyak
ujian yang akan kita terima, maka sesuai dengan makna sai yang pernah kita
lakukan kita berjanji untuk tidak keluar dari batasan batasan Alloh. Misalnya
saja dalam masalah rezeki. Problem rezeki adalah hal yang jamak terjadi karena
kita masih hidup di dunia. Jangan sampai karena kekurangan rezeki kita keluar
dari batasan untuk mencari rezeki yang halal.
2. Makna ziarah ke madinah adalah
mengingatkan kita akan dan tugas dan tanggung jawab kita sebagai penerus
rosulloh untuk mengamalkan dan menyebarkan agama yang rahmatan lilalamin.
Minimal sekali kita bertanggung
jawab terhadap kelangsungan kehidupan agama di keluarga dan lingkungan sekitar
kita seperti misalnya hidupnya masjid dimana kita berdomisili.
Meluangkan masa untuk membantu
memakmurkan masjid di tengah kesibukan kita dan aktif dalam kegiatan yang ada
adalah hal-hal kecil yang mungkin kita bisa lakukan.
Yang tidak kalah penting adalah
berdoa agar kita bisa menjaga umroh tetap mabrur selepas pulang dari umroh dan
hidup dalam tuntunan agama sebagaimana yang dicontohkan oleh nabi dan para
sahabatnya.Makna ziarah ke madinah adalah mengingatkan kita akan dan tugas dan
tanggung jawab kita sebagai penerus rosulloh untuk mengamalkan dan menyebarkan
agama yang rahmatan lilalamin.
Minimal sekali kita bertanggung
jawab terhadap kelangsungan kehidupan agama di keluarga dan lingkungan sekitar
kita seperti misalnya hidupnya masjid dimana kita berdomisili.
Meluangkan masa untuk membantu
memakmurkan masjid di tengah kesibukan kita dan aktif dalam kegiatan yang ada
adalah hal-hal kecil yang mungkin kita bisa lakukan.
Yang tidak kalah penting adalah
berdoa agar kita bisa menjaga umroh tetap mabrur selepas pulang dari umroh dan
hidup dalam tuntunan agama sebagaimana yang dicontohkan oleh nabi dan para
sahabatnya.
3. Makna thawaf adalah menjaga hati
selalu bersama dengan Alloh.
Maka selepas umroh kita juga
harus melatih diri untuk selalu ingat kepada Alloh setiap saat dan keadaan
sehingga ingat kepada makhluk maka ingat kepada sang penciptanya yaitu Alloh
swt.
Ketika melihat langit maka kira
rasakan dalam hati kehebatan ALLoh yang mampu menyangga langit begitu luas
tanpa atap. Imam ghazali berkata makhluk adalah seperti boneka yang ditarik
benag-benang dari atas. makhluk tidak bisa berbuat manfaat atau mudharat
kecuali dengan izinnya Alloh.
Sepulang dari tanah suci, tidak
sedikit di antara para jamaah haji kebingungan dengan apa yang akan
dilakukannya sesampainya ia ke tanah air. Sebagian mereka memilih menjalankan
tradisi masyarakat yang sudah berjalan. Namun ada pula yang tidak suka dengan tradisi
tersebut sehingga memilih menutup rapat pintu rumahnya dan tidak menerima tamu.
Bagaimana sebenarnya tuntunan syariat saat jamaah haji tiba di rumahnya dan
menjalani hari-hari pertama di kediamannya?
Berikut ini lima perkara yang
bias dikerjakan jamaah haji sekembalinya di tanah air.
1. Shalat Sunnah Safar
Saking senangnya bertemu keluarga
setelah meninggalkannya selama lebih dari sebulan menjadikan seorang jamaah
haji –terkadang- lupa dengan sunnah sepulang dari perjalanan jauh. Sebelum ia
masuk ke rumahnya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk mengerjakan
shalat dua rakaat di masjid yang biasa dipakainya untuk berjamaah.
Dari Jabir bin Abdullah
Radhiyallahu 'Anhu, berkata:
خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزَاةٍ، فَأَبْطَأَ بِي جَمَلِي وَأَعْيَا، ثُمَّ
قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلِي، وَقَدِمْتُ بِالْغَدَاةِ
فَجِئْتُ الْمَسْجِدَ فَوَجَدْتُهُ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ. قَالَ: الآنَ حِينَ قَدِمْتَ؟
قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ: فَدَعْ جَمَلَكَ وَادْخُلْ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ. قَالَ: فَدَخَلْتُ
فَصَلَّيْتُ ثُمَّ رَجَعْتُ
“Aku pernah pergi bersama
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada suatu peperangan. Lalu tiba-tiba
untaku berjalan melambat dan kondisinya melemah. Ketika itu Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah sampai sebelumku, sedang aku baru sampai
pada pagi hari. Kemudian aku pergi ke masjid dan aku mendapati beliau berada di
depan pintu masjid. Beliau berkata: ”Apakah engkau baru tiba?”
“Ya”, jawabku. Beliau bersabda,
”Tinggalkan untamu, masuklah (ke masjid) dan kerjakan shalat dua rakaat”,
lanjut beliau.
Lalu aku pun masuk (masjid) dan
mengerjakan shalat kemudian pulang.” (HR. Al-Bukhari, no. 2097, Muslim, no.
715)
Selain hadits di atas, Imam
Bukhari dalam kitabnya juga menerangkan pada dua hadits lainnya tentang shalat
ini. Dalam pelaksanaannya tidak ada anjuran untuk dilakukan dengan berjamaah,
juga tidak ada bacaan khusus, melainkan seperti shalat sunnah lainnya.
2. Mendoakan Para Tamu
Ketika tiba di rumah dan
masyarakat meminta Anda untuk mendoakannya, maka berilah doa. Amalan ini tidak
didapati dalam sunnah, dimana seorang yang kembali menjalankan ibadah haji
dianjurkan untuk mendoakan tamunya. Akan tetapi ketika seseorang meminta
doa,tidak sepantasnya bagi Anda untuk menolak.
Tidak ada bacaan khusus dalam doa
ini. Namun para tamu akan begitu senang jika Anda mendoakannya agar diberi
kemampuan dapat segera menyusulnya beribadah haji di Tanah Suci.
Hanya saja yang perlu Anda
sampaikan mengenai doa ini adalah keyakinan masyarakat bahwa doa seorang yang
kembali dari menjalankan ibadah haji maka doanya selama 40 hari tidak akan
tertolak, ungkapan ini tidak ada dasarnya, karenanya berikan penjelasan tentang
ini dan Anda tetap memberinya doa tanpa perlu meyakini hal tersebut.
3. Memotivasi Orang Untuk
Beribadah Haji ataupun Umrah
Sudah menjadi hal yang maklum di
masyarakat dimana seorang yang pernah menjalankan ibadah haji perkataannya akan
lebih diperhatikan oleh masyarakat. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan
oleh Jabir dari Rasulullah bahwasannya seorang yang dikembalikan dari ibadah
haji akan membawa pahala dan ghanimah. Beberapa ulama memahami, di antara yang
dimaksud dengan ghanimah adalah status sosial di masyarakat yang lebih tinggi.
Dengan demikian, berilah kepada
masayarakat semangat untuk menjalankan ibadah Haji ataupun Umrah. Karena
nasihat Anda yang telah menjalankan ibadah haji sering kali lebih didengar
disbanding seorang yang belum menjalankan ibadah haji. Sekalipun dia adalah
ustadz di daerahnya.
3. Menambah Amal Shalih
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih
Muslim menyampaikan bahwa tanda Haji yang Mabrur di antaranya adalah orang
tersebut menampakkan perubahan setelah menjalankan ibadah haji kearah yang
lebih baik. Dengan demikian maka janji Allah bahwa ‘Tidak ada balasan lain bagi
Haji Mabrur kecuali pasti mendapatkan surga’ akan terwujud.
Menambah Amal shalih tentu
sangatlah luas caranya, dapat berupa shalat, tilawah, shadaqah atau juga di
antara amal shalih adalah menjauhi maksiat.
4. Menambah Dengan Ibadah Umrah
Masih banyak orang mengira bahwa
menjalankan ibadah haji dapat menjadikannya miskin atau bahkan fakir, apa lagi
dengan menambah ibadah umrah setelah pelaksanaan haji. Hal itu berbalikan
dengan apa yang disabdakan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam,
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ.
فَإِنَّ الْمُتَابَعَةَ بَيْنَهُمَا تَنْفِي الفَقْرَ وَالذُّنُوْبَ كَمَا يَنْفِي
الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ
“Sertakanlah ibadah haji dengan
umrah, karena penyertaan keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa,
seperti halnya terkikisnya kotoran pada besi yang dipanaskan.” (HR Ibnu Majah:
2887)
Demikian adalah lima hal yang
perlu dilakukan seseorang yang telah kembali dari menjalankan ibadah Haji.
Untuk informasi lebih lanjut dan
info pendaftaran hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : Al-umroh.com



Tidak ada komentar:
Posting Komentar