Jumat, 08 Maret 2019

KEBIASAAN YANG DILAKUKAN SAAT PULANG DARI IBADAH UMROH



Baik haji ataupun umroh selalu menjadi hal yang spesial bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di wilayah Kota Karawang . Karena jarak Arab Saudi dengan Indonesia yang reatif jauh dan memakan biaya yang tidak sedikit, maka tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengunjungi Baitullah di Makkah. Maka sudah menjadi pemandangan yang biasa ketika keberangkatan dan pulang Ibadah haji dan umroh selalu penuh sesak oleh rombongan keluarga, sahabat dan tetangga yang ingin mengantar dan menjemput.

Tak sampai disitu saja biasanya setelah itu, diadakan syukuran dengan susunan acara tertentu, diantaranya: Tuan rumah mengundang sanak keluarga dan tetangga untuk shalat berjama’ah maghrib di rumahnya, setelah shalat berjama’ah, di lanjutkan dengan membaca yasin secara bersama-sama kemudian di tutup dengan do’a. Setelah itu para hadirin di hidangkan makanan untuk makan malam.

Tuan rumah yang baru pulang berhaji/umroh akan ramai dikunjungi sanak keluarga, kerabat, sahabat, sampai tetangga dekat dan jauh. Sebagian besar ingin mendengarkan pengalaman religius selama menjalani ibadah di kota suci Makkah. Biasanya, karena banyak tamu yang datang dalam beberapa hari setelah kedatangan haji dan umroh maka  tuan rumah pun selalu siap menyediakan berbagai hidangan khas, seperti air zamzam, kacang arab, kurma, kismis, buah tin, sampai coklat.  Air zamzam juga merupakan yang ditunggu-tunggu oleh para tamu.

Rasulullah saw bersabda:“Dari Ibnu ‘Abbas r.a, Rasulullah saw  bersabda : Artinya: “Air zam-zam, (orang dapat memohon sesuatu) untuk setiap air yang diminumnya,  jika kamu meminumnya untuk (maksud) berobat dengannya, maka Allah akan menyembuhkanmu; jika kamu meminumnya untuk (maksud) membuat kenyang kamu, maka Allah akan mengenyangkanmu dengannya; jika kamu meminumnya untuk (maksud) menghilangkan rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkannya, dan ia (air zam-zam) adalah (berasal dari) pukulan kuat jibril dan sumber air (minum) Allah untuk Isma’il.” (hadis no. 2772 dalam Sunan al-Daruquthni).

Dan biasanya juga sebagian para tamu mendapatkan cinderamata dari tuan rumah. Ada yang dibeli di tanah arab, banyak juga yang memilih berbelanja oleh-oleh haji dan umroh di negeri sendiri. Cinderamata yang dibeli tentu yang bernuansa Islam sehingga akan melengkapi ibadah. Misalnya kutek, kerudung, mukena, sajadah, peci, dan tasbih. Biasanya oleh-oleh akan dikemas rapi sebelumnya. Pemberian cinderamata tentunya agar tamu terkesan dan dengan harapan akan bermanfaat di kemudian hari. Begitulah tradisi yang di lakukan masyarakat sambas dari dulu hingga kini.

Doa Untuk yang Baru Pulang Umrah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Kami tidak mengetahui adanya dalil yang menyebutkan doa khusus untuk mereka yang baru pulang umrah. Hanya saja, masalah doa itu longgar. Dalam arti, orang bisa mendoakan kebaikan untuk dirinya maupun orang lain, tanpa harus ada dalilnya. Selama tidak diyakini bahwa teks doa itu ada ajarannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kecuali jika ada bukti.

Dari Muadz radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ

Sesungguhnya doa itu bermanfaat (memberi kebaikan) untuk yang sudah turun (terjadi) dan yang belum terjadi. Karena itu, perbanyaklah berdoa, wahai hamba Allah… (HR. Ahmad 22044, Turmudzi 3548 dan dihasankan al-Albani)

Harapan terbesar ketika orang selesai menjalankan Umrah adalah Allah menerima ibadahnya dan dosa-dosanya diampuni. Karena, bagi keluarga atau teman yang menyambut kehadiran mereka yang baru pulang umrah, bisa mendoakan agar umrahnya diterima dan dosanya diampuni.

Imama al-Qalyubi – ulama syafiiyah – menganjurkan agar dalam menyambut kedatangan orang umrah, membaca doa berikut,

تَقَبَّلَ اللَّهُ عُمْرَتَك ، وَغَفَرَ ذَنْبَك ، وَأَخْلَفَ عَلَيْك نَفَقَتَك

“Semoga Allah menerima umrah anda, semoga Allah mengampuni dosa anda dan memberi ganti untuk biaya perjalanan anda..

Dalam Hasyiyah al-Qalyubi, Beliau menyebutkan hal-hal yang dianjurkan terkait perjalanan haji atau umrah. Beliau menyatakan,

وأن يتلقوه كغيرهم , وأن يقال له إن كان حاجا أو معتمرا : تقبل الله حجك أو عمرتك , وغفر ذنبك , وأخلف عليك نفقتك

Hendaknya mereka (keluarga) menyambutnya (yang umrah) seperti yang lain, dan memberikan doa – jika baru pulang haji atau umrah – “Semoga Allah menerima umrah anda, semoga Allah mengampuni dosa anda dan memberi ganti untuk biaya perjalanan anda.” (Hasyiyah al-Qalyubi, 2/190)

Demikian pula yang disebutkan Ibnu Muflih dalam kitabnya al-Furu’, bahwa beberapa ulama menganjurkan mendoakan untuk mereka yang baru pulan haji atau umrah. Diantaranya al-Ajuri. Beliau juga menukil keterangan al-Fadhl bin Ziyad yang mengatakan,

ما سمعنا أن يدعى للغازي إذا قفل ، وأما الحاج فسمعنا عن ابن عمر وأبي قلابة : وأن الناس ليدعون

Kami belum mendengar riwayat untuk mendoakan kebaikan untuk mereka yang berperang ketika kembali pulang. Sementara untuk haji, kami pernah mendengar riwayat dari Ibnu Umar dan Abu Qilabah, bahwa masyarakat mendaoakan kebaikan. (al-Furu’, Ibnu Muflih, 11/364)

Allahu a’lam.




















Untuk informasi lebih lanjut mengenai umroh dan cara pendaftaran silahkan hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : Al-umroh.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERBEDAAN UMROH DAN HAJI

Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia yang memiliki banyak ragam budaya, agama, ras, suku, dll. Tapi berbicara soal ...