Baik haji ataupun umroh selalu
menjadi hal yang spesial bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di
wilayah Kota Karawang . Karena jarak Arab Saudi dengan Indonesia yang reatif jauh dan
memakan biaya yang tidak sedikit, maka tidak semua orang memiliki kesempatan
untuk mengunjungi Baitullah di Makkah. Maka sudah menjadi pemandangan yang
biasa ketika keberangkatan dan pulang Ibadah haji dan umroh selalu penuh sesak
oleh rombongan keluarga, sahabat dan tetangga yang ingin mengantar dan
menjemput.
Tak sampai disitu saja biasanya
setelah itu, diadakan syukuran dengan susunan acara tertentu, diantaranya: Tuan
rumah mengundang sanak keluarga dan tetangga untuk shalat berjama’ah maghrib di
rumahnya, setelah shalat berjama’ah, di lanjutkan dengan membaca yasin secara
bersama-sama kemudian di tutup dengan do’a. Setelah itu para hadirin di
hidangkan makanan untuk makan malam.
Tuan rumah yang baru pulang
berhaji/umroh akan ramai dikunjungi sanak keluarga, kerabat, sahabat, sampai
tetangga dekat dan jauh. Sebagian besar ingin mendengarkan pengalaman religius
selama menjalani ibadah di kota suci Makkah. Biasanya, karena banyak tamu yang
datang dalam beberapa hari setelah kedatangan haji dan umroh maka tuan rumah pun selalu siap menyediakan
berbagai hidangan khas, seperti air zamzam, kacang arab, kurma, kismis, buah
tin, sampai coklat. Air zamzam juga
merupakan yang ditunggu-tunggu oleh para tamu.
Rasulullah saw bersabda:“Dari
Ibnu ‘Abbas r.a, Rasulullah saw bersabda
: Artinya: “Air zam-zam, (orang dapat memohon sesuatu) untuk setiap air yang
diminumnya, jika kamu meminumnya untuk
(maksud) berobat dengannya, maka Allah akan menyembuhkanmu; jika kamu
meminumnya untuk (maksud) membuat kenyang kamu, maka Allah akan mengenyangkanmu
dengannya; jika kamu meminumnya untuk (maksud) menghilangkan rasa hausmu, maka
Allah akan menghilangkannya, dan ia (air zam-zam) adalah (berasal dari) pukulan
kuat jibril dan sumber air (minum) Allah untuk Isma’il.” (hadis no. 2772 dalam
Sunan al-Daruquthni).
Dan biasanya juga sebagian para
tamu mendapatkan cinderamata dari tuan rumah. Ada yang dibeli di tanah arab,
banyak juga yang memilih berbelanja oleh-oleh haji dan umroh di negeri sendiri.
Cinderamata yang dibeli tentu yang bernuansa Islam sehingga akan melengkapi
ibadah. Misalnya kutek, kerudung, mukena, sajadah, peci, dan tasbih. Biasanya
oleh-oleh akan dikemas rapi sebelumnya. Pemberian cinderamata tentunya agar
tamu terkesan dan dengan harapan akan bermanfaat di kemudian hari. Begitulah
tradisi yang di lakukan masyarakat sambas dari dulu hingga kini.
Doa Untuk yang Baru Pulang Umrah
Bismillah was shalatu was salamu
‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Kami tidak mengetahui adanya
dalil yang menyebutkan doa khusus untuk mereka yang baru pulang umrah. Hanya
saja, masalah doa itu longgar. Dalam arti, orang bisa mendoakan kebaikan untuk
dirinya maupun orang lain, tanpa harus ada dalilnya. Selama tidak diyakini
bahwa teks doa itu ada ajarannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
kecuali jika ada bukti.
Dari Muadz radhiyallahu ‘anhu,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ
وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ
Sesungguhnya doa itu bermanfaat
(memberi kebaikan) untuk yang sudah turun (terjadi) dan yang belum terjadi.
Karena itu, perbanyaklah berdoa, wahai hamba Allah… (HR. Ahmad 22044, Turmudzi
3548 dan dihasankan al-Albani)
Harapan terbesar ketika orang
selesai menjalankan Umrah adalah Allah menerima ibadahnya dan dosa-dosanya
diampuni. Karena, bagi keluarga atau teman yang menyambut kehadiran mereka yang
baru pulang umrah, bisa mendoakan agar umrahnya diterima dan dosanya diampuni.
Imama al-Qalyubi – ulama
syafiiyah – menganjurkan agar dalam menyambut kedatangan orang umrah, membaca
doa berikut,
تَقَبَّلَ اللَّهُ عُمْرَتَك ، وَغَفَرَ
ذَنْبَك ، وَأَخْلَفَ عَلَيْك نَفَقَتَك
“Semoga Allah menerima umrah
anda, semoga Allah mengampuni dosa anda dan memberi ganti untuk biaya
perjalanan anda..
Dalam Hasyiyah al-Qalyubi, Beliau
menyebutkan hal-hal yang dianjurkan terkait perjalanan haji atau umrah. Beliau
menyatakan,
وأن يتلقوه كغيرهم , وأن يقال له إن
كان حاجا أو معتمرا : تقبل الله حجك أو عمرتك , وغفر ذنبك , وأخلف عليك نفقتك
Hendaknya mereka (keluarga)
menyambutnya (yang umrah) seperti yang lain, dan memberikan doa – jika baru
pulang haji atau umrah – “Semoga Allah menerima umrah anda, semoga Allah
mengampuni dosa anda dan memberi ganti untuk biaya perjalanan anda.” (Hasyiyah
al-Qalyubi, 2/190)
Demikian pula yang disebutkan
Ibnu Muflih dalam kitabnya al-Furu’, bahwa beberapa ulama menganjurkan
mendoakan untuk mereka yang baru pulan haji atau umrah. Diantaranya al-Ajuri.
Beliau juga menukil keterangan al-Fadhl bin Ziyad yang mengatakan,
ما سمعنا أن يدعى للغازي إذا قفل ،
وأما الحاج فسمعنا عن ابن عمر وأبي قلابة : وأن الناس ليدعون
Kami belum mendengar riwayat
untuk mendoakan kebaikan untuk mereka yang berperang ketika kembali pulang.
Sementara untuk haji, kami pernah mendengar riwayat dari Ibnu Umar dan Abu
Qilabah, bahwa masyarakat mendaoakan kebaikan. (al-Furu’, Ibnu Muflih, 11/364)
Allahu a’lam.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai umroh dan cara pendaftaran silahkan hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : Al-umroh.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar