Orang yang hendak umrah, jika sampai di miqot disunnahkan
mandi dan memakai wangi-wangian di badan tidak boleh di kain ihromnya, jika
tidak mungkin mandi di miqot maka tidak apa-apa, tetapi disunnahkan mandi di
Makkah ketika sampai sebelum thawaf jika ada kesempatan.
Laki-laki tidak menggunakan pakaian yang berjahir tetapi
memakai kain ihron dan sunnah pakai warna putih dan bersih. Sementara wanita
berihrom dengan pakaian keseharian tidak harus putih asalkan tidak menampakkan
perhiasan atau mengundang syahwat.
Niat masuk ibadah umrah dengan mengucapkan.
Sepanjang perjalanan memperbanyak talbiyah, dzikir dan doa
pada Allah.
Apabilah sampai di masjid haram disunnahkan mendahulukan
kaki kanan dan membaca…
Kemudian bertalbiyah sampai di depan Ka’bah
Menuju hajar aswad, tempat dimulainya thawaf. Jika
memungkinkan mengusap dengan tangan kanan dan menciumnya jika bisa. Jika
kesulitan, daripada menyakiti orang lain dengan berdesak-desakan, boleh memberi
isyarat kepadanya dengan mengangkat tangan kanan sambil mengucapkan:
Thawaf harus dalam keadaan suci dari hadats kecil dan besar,
karena thawaf seperti shalat hanya dalam
thawaf diperbolehkan bicara.
Posisi Ka’bah harus disebelah kiri badan, melakukan thawaf
sebanyak 7 kali putaran, jika tiba di rukun Yamani hendaknya mengusap tangan
jika mudah dilakukan tanpa mencium ataupun memberi isyarat dengan mengucapkan
Disunnahkan jalan cepat dengan memendekkan langkah pada 3
putaran pertama khusus laki-laki, disunnahkan pulah pertengahan selendangnya
diletakkan dibawah pundak kanan dan kedua ujungnya diletakkan diatas pundak
kiri, disunnahkan memperbanyak zikir dan berdoa kepada Allah semampunya dan
mudah baginya disemua putaran, karena dalam thawaf tidak ada doa dan dzikir
khusus. Doa antara rukun yamani dan hajar aswad dengan membaca berulang-ulang:
Setelah selesai thawaf memakai selendang dengan cara
meletakkannya diatas ke dua pundak dan kedua ujungnnya diatas dada.
Melakukan shalat dua rakaat di belakang maqom Ibrahim.
Disunnahkan Surat pendek yang dibaca setelah Al fatihah pada rakaat pertama
adalah Al Kafiirun dan Al Ikhlas pada rakaat Kedua.
Keluar melakukan sai menuju Shofa, naik atau berdiri dilerengnya
jika mudah membaca pada putaran pertama:
Dan disunnahkan menghadap kiblat diatas bukit shofa dengan
membaca. Lalu berdoa dengan doa yang mudah baginya sambil mengangkat kedua
tangan, doa dan dzikir diulang sampai 3x lalu turun dan berjalan menuju marwa.
Apabila sampai pada tanda hijau hendaknya yang laki-laki mempercepat jalan
sampai tanda hijau yang kedua. Wanita cukup berjalan biasa saja. Dilakukan
sebanyak 7x putaran, berawal di Shafa dan harus berakhir di Marwah.
Jika sudah selesai sai, mencukur rambut atau memendekkannya
namun mencukur lebih afdhol.
Kesalahan-kesalahan yang dilakukan jamaah haji/umroh
Mulai thawaf sebelum hajar aswad, yaitu antara hajar aswad
dan rukun yamani.
Thowaf berdesak-desakan dalam hijr ismail, masuk dari satu
pintu dan keluar lewat pintu lain, meninggalkan sebagian hijr ismail. Ini
adalah kesalahan besar dan tidak sah thawafnya, karena pada hakekatnya dia
belum thawaf di ka’bah melainkan thawaf sebagiannya saja.
Lari-lari kecil disemua putaran
Berdesak-desakan ke hajar aswad untuk menciumnya, mengumpat,
Berkeyakinan bahwa hajar aswad bisa memberi manfaat, makanya
anda bisa melihatorang-orang jika mengusap hajar aswad mereka mengusapkan
bekasnya pada seluruh tubuhnya atau mengusapkannya pada anak-anak yang mereka
bawa. Umar bin Khattab berkata: Sesungguhnya saya benar-benar tahu bahwa engkau
adalah seonggok batu yang tidak bisa memberikan manfaat dan bahaya, kalau
bukanlah karena saya pernah melihat Nabi menciummu maka aku tidak akan
menciummu.
Para jamaah haji mengusap seluruh pojok-pojok ka’bah bahkan
mengusap seluruh dindingnya, ini semua adalah kebodohan, karena sesungguhnya
mengusap adalah ibadah dan pengagungan kepada Allah, maka wajib melakukannya
seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah, dan beliau tidak mengusap kecuali
hajar aswad dan rukun yamani
Mengkhususkan doa tertentu pada setiap putaran dan tidak
berdoa selainnya. Boleh berdoa dengan doa-doa yang disenangi dari kebaikan
dunia dan akhirat, berdzikir kepada Allah dengan dzikir apa saja, tasbih,
tahmid, tahlil, takbir atau membaca alquran
Berkumpul dengan seorang pemandu thawaf dan memimpin dengan
suara keras lalu mengikutinya dengan satu suara, hingga suara menjadi ramai dan
mengakibatkan kegaduhan sehingga mengganggu orang thawaf lainnya, mereka tidak
mengetahui apa yang mereka ucapkan dan menghilangkan kekhusuan.
Inilah Amalan-amalan Khusus Selama Di Madinah Selama Ibadah
Umroh dan Haji
Shalat di Masjid Nabawi
Shalat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan yang besar
sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah
صلى الله عليه وسلم, dalam sabda Beliau صلى
الله عليه وسلم :
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا
سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
Satu shalat di masjid saya ini lebih baik daripada seribu
shalat di tempat lain, kecuali Masjidil Haram. (HR. Al-Bukhari no. 1190 dan
Muslim no. 1394)
Ini adalah anugerah yang sangat besar dari Allah عزّوجلّ,
karena satu shalat fardhu di Masjid Nabawi lebih baik daripada shalat fardhu
seorang Muslim di masjid kampungnya selama dua ratus hari.
Keutamaan ini mencakup shalat fardhu dan sunnah, dilakukan
di Masjid Nabawi yang lama maupun bagian perluasannya, dan umum mencakup pria
maupun wanita.
Beribadah di Raudhah
Raudhah secara bahasa adalah taman. Di Masjid Nabawi ada
sebuah tempat yang disebut sebagai salah satu taman surga.
Nabi صلى الله عليه وسلم
bersabda:
مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
Tempat yang terletak diantara rumah saya dan mimbar saya
adalah salah satu di antara taman-taman surga (HR.al-Bukhari no. 1195 dan
Muslim no. 1390)
Dalam riwayat Thabrani di al-Mujam al-Ausath no. 3112, Nabi صلى
الله عليه وسلم menjelaskan bahwa rumah yang dimaksud adalah rumah Aisyah رضي الله
عنها, yakni rumah tempat Beliau wafat dan sekarang menjadi tempat kubur Beliau صلى
الله عليه وسلم. Riwayat ini menjelaskan rumah yang di maksud, karena Beliau صلى
الله عليه وسلم memiliki beberapa rumah di sekitar Masjid Nabawi dan
masing-masing ditinggali oleh para istri Beliau صلى الله عليه وسلم .
Ibnu Hajar رحمه الله menyebutkan tiga penafsiran untuk
hadits ini, yaitu:
Tempat ini seperti taman surga, dalam ketenangan dan
kedamaian yang didapati orang yang memasukinya.
Beribadah di tempat ini akan membuat pelakunya masuk surga.
Tempat ini akan dipindah ke surga dan menjadi salah satu
tamannya di akhirat kelak.
Roudhah adalah tempat yang paling mulia di Masjid Nabawi,
karenanya disyariatkan untuk memperbanyak ibadah Sunnah seperti shalat, dzikir
dan membaca al-Qur’an, dengan syarat bisa khusyu’ dan tidak menyakiti orang
lain saat berada di sana maupun saat menuju ke sana. Adapun untuk shalat wajib,
shaf-shaf yang ada di depan Raudhah tetap lebih utama.
Berjihad di Masjid Nabawi
Sebuah amalan ringan di Masjid Nabawi terhitung sebagai
jihad di jalan Allah عزّوجلّ Hanya dengan niat belajar atau mengajar saat
melangkahkan kaki menuju Masjid Nabawi, itu laksana berjihad di jalan Allah عزّوجلّ.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ جَاءَ مَسْجِدِي هَذَا لَـمْ يَأْتِهِ إِلَّا لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ
أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِـمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ جَاءَ
لِغَيْرِ ذَلِكَ فَهُوَ بِـمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ
Barangsiapa mendatangi masjidku ini, ia tidak datang kecuali
untuk kebaikan yang ingin dia pelajari atau dia ajarkan, maka kedudukannya
seperti mujahid di jalan Allah. Dan barangsiapa datang untuk selain itu, maka
ia laksana orang yang hanya memandang barang orang lain. (HR. Ibnu Majah no.
227, dihukumi shahih oleh al-Albani)
Memandang barang orang lain maksudnya adalah ia seperti
orang yang masuk ke pasar, tapi tidak menjual atau membeli, dan hanya memandang
barang orang lain sehingga tidak mendapatkan apa-apa.
Hadits ini juga menunjukkan bahwa Masjid Nabawi adalah suq
al-ilmi (pasar ilmu), dan selayaknya bagi orang yang masuk ke dalamnya untuk
berdagang ilmu, baik dengan menuntut ilmu atau mengajarkannya.
Jika Anda paham Bahasa Arab, Anda bisa belajar langsung
kepada para Ulama di Masjid Nabawi. Jika tidak, Anda bisa membawa kitab untuk
dibaca, berdiskusi atau membaca al-Qu’ran dan terjemahnya. Atau menghadiri
pengajian berbahasa Indonesia di sana. Yang penting, setiap langkah Anda dari
rumah atau penginapan menuju Masjid Nabawi tidak lepas dari niat mempelajari
kebaikan atau mengajarkannya, agar pahala jihad tidak luput dari Anda.
Ziarah Kubur Nabi صلى الله عليه وسلم
Orang yang tinggal di Madinah atau mengunjunginya
disunnahkan untuk berziarah
ke kubur Nabi
Muhammad صلى الله عليه وسلم. Namun, mereka perlu memperhatikan pesan
beliau صلى الله عليه وسلم berikut ini:
لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا وَلَا تَجْعَلُوا قَبْرِي
عِيدًا وَصَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ
Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan, jangan jadikan
kubur saya sebagai led, dan bershalawatlah untuk saya, karena sholawat kalian
sampai kepada saya darimanapun kalian bershalawat (HR. Abu Dawud no. 2042,
dihukumi shahih oleh al-Albani)
Menjadikan kuburan sebagai ‘Ied adalah dengan mengunjunginya
secara terus-menerus, misalnya setiap sore, setiap pekan, setiap bulan dan
seterusnya. Atau menziarahinya seolah-olah kita mengadakan perayaan. Maksud
utama ziarah kubur Nabi صلى الله عليه وسلم
adalah untuk mengucapkan salam dan shaLawat. Ketika Beliau صلى الله عليه
وسلم melarang umat Islam untuk terus berziarah, Beliau صلى الله عليه وسلم
menunjukkan penggantinya, yaitu mengucapkan shalawat di manapun mereka berada,
tanpa harus datang kekubur beliau.
Disyariatkan pula untuk mengunjungi kuburan Baqi’ al-Gharqad
yang berisi sekitar sepuluh ribu Sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم, juga kuburan
para syuhada dalam Perang Uhud.
Shalat di Masjid Quba’
Umrah adalah salah satu ibadah yang agung. Bagi penduduk
Madinah, ibadah umrah cukup mudah dilakukan. Namun meski hanya berjarak 425 km
dari Makkah ibadah ini cukup menyita waktu dan tenaga. Dengan kebijaksanaan dan
kemurahan-Nya, Allah membuka untuk mereka pintu pahala umrah dengan amalan yang
Lebih mudah. Hal tersebut tertuang dalam sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم
berikut:
مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ فَصَلَّى
فِيهِ صَلَاةً كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ
Barangsiapa bersuci di rumahnya, lalu mendatangi Masjid
Quba’ dan shalat di sana satu shalat, ia mendapatkan pahala seperti pahala
umrah. (HR. Ibnu Majah no. 1.412, dihukumi shahih oleh al-Albani)
Bahkan Nabi صلى الله عليه وسلم menjalankan sunnah ini setiap
pekan, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صلى
الله عليه وسلم يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ مَاشِيًا وَرَاكِبًا
Dari Ibnu Umar رضي الله عنهما beliau berkata, “Nabi صلى الله
عليه وسلم mendatangi Masjid Quba’ setiap
hari Sabtu dengan berjalan kaki dan berkendara.” (HR. al-Bukhari no. 1.193 dan
Muslim no. 1399)
READ : Hukum dan
Tatacara Saat Ibadah Haji di Arafah
Sabar Akan Rasa Lapar dan Cuaca Ekstrim Madinah
Kota Madinah menawarkan cuaca yang ekstrim. Di musim panas
cuacanya sangat panas, dan begitu sebaliknya di musim dingin. Di masa lalu juga
menawarkan rasa lapar. Namun bagi yang mau bersabar, keutamaan yang besar telah
menanti mereka. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
لَا يَصْبِرُ أَحَدٌ عَلَى لَأَوَاءِ الْمَدِينَةِ وَشِدَّتِهَا
أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِي، إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَوْ شَهِيدًا
Tidaklah seorang di antara umat saya bersabar akan rasa
lapar dan kerasnya Madinah, melainkan saya akan menjadi pemberi syafaat atau
saksi baginya pada Hari Kiamat” (HR. Muslim no. 1378)
Penutup
Meski memiliki segudang keistimewaan, tanah Madinah seperti
tanah yang lain tidak bisa mensucikan penghuninya, sebagaimana dikatakan oleh
Salman al-Farisi رضي الله عنه.
إِنَّ الْأَرْضَ لَا تُقَدِّسُ أَحَدًا، وَإِنَّـمَّا يُقَدِّسُ
الْإِنْسَانُ عَمَلُهُ
Sungguh tanah tidak mensucikan orang, yang mensucikannya
hanyalah amalannya (HR Malik di al-Muwaththa’ no. 2842, al-Albani berdalil
dengannya di beberapa karya beliau).
Karena itu, hendaknya para penduduk dan peziarah Madinah
memperhatikan amalan-amalan yang disyariatkan, baik yang khusus kota Madinah
maupun amalan Lain secara umum.
Untuk informasi selanjutnya dan info pendaftaran umroh hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : al-umroh.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar