Sudah tidak asing lagi tentunya
dengan keutamaan melaksanakan umroh ramadhan. Bulan Ramadhan sendiri adalah
bulan yang penuh dengan keberkahan dan kebaikan.
Ramadhan, bulan dimana umat Islam
tidak akan pernah melewatkan kesempatan untuk memperbaiki hubungan dan
membangun ikatan persaudaraan dengan semua orang. Semangat persaudaraan ini
semakin terlihat pada pertemuan puasa bersama.
Namun, pertemuan yang ada di
Makkah dan Madinah berbeda. Dimana jutaan umat Islam dari seluruh dunia bertemu
untuk menghabiskan bulan penuh berkah dalam suasana kesalehan dan kebajikan.
Memang, buka puasa di Masjid
Nabawi merupakan pengalaman menggembirakan bagi ratusan ribu peziarah dan
pengunjung yang datang ke kota dari segala pelosok dunia Islam. Orang-orang
dari berbagai bangsa, strata sosial yang berbeda dan semua lapisan masyarakat
duduk bersama untuk berbuka puasa di dalam masjid maupun halamannya.
Suasana sosial dan harmoni
semacam itu tidak dapat disaksikan di tempat lain di dunia yang menghalangi
Masjidil Haram di Makkah. Dilansir dari Saudi Gazette, Jumat (9/6), setiap
hari, makanan buka puasa disajikan kepada ratusan ribu peziarah dan pengunjung
ke dua masjid suci dengan kerja sama organisasi amal dan juga dermawan.
Keutamaan Umroh di Bulan Ramadhan
1. Nilainya sama dengan Haji
Yang dimaksud adalah umrah
Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Namun bukan berarti umrah
Ramadhan sama dengan haji secara keseluruhan. Sehingga jika seseorang punya
kewajiban haji, lalu ia berumrah di bulan Ramadhan, maka umrah tersebut tidak
bisa menggantikan haji tadi.
"Jika Ramadhan tiba,
berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji." (HR.
Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256)
"Umrah pada bulan Ramadhan
senilai dengan haji." (HR. Muslim no. 1256)
"Sesungguhnya umrah di bulan
Ramadhan seperti berhaji bersamaku" (HR. Bukhari no. 1863)
2. Pahala Berlipat Ganda
Umroh di Bulan ramadhan akan
membuat pahala yang berlipat ganda pada yang melakukannya.
"Wahai sekalian manusia,
telah datang pada kalian bulan yang mulia. Di bulan tersebut terdapat malam
yang lebih baik dari seribu bulan. Puasanya dijadikan sebagai suatu kewajiban.
Shalat malamnya adalah suatu amalan sunnah. Siapa yang melakukan kebaikan pada
bulan tersebut seperti ia melakukan kewajiban di waktu lainnya. Siapa yang
melaksanakan kewajiban pada bulan tersebut seperti menunaikan tujuh puluh
kewajiban di waktu lainnya."
(HR. Al-Mahamili dalam Al-Amali
5: 50 dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya 1887. Syaikh Al-Albani mengatakan
bahwa hadits ini munkar seperti dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha'ifah no. 870)
3. Dikabulkan Doanya
Dikabulkan doa-doa bagi mereka yang
datang menjadi tamu Allah.
"Orang yang mengerjakan haji
dan umroh merupakan tamu Allah, maka jika mereka bermohon kepadanya, pastilah
dikabulkan-Nya, dan jika mereka memohon ampunan pasti diampuni-Nya".
(HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
4. Menghapus dosa-dosa
Subhanallah, dosa-dosa akan
banyak digugurkan jika seseorang menjadi tamu allah.
"Ibadah umrah ke ibadah
umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang
mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga"
(HR. al-Bukhari dan Muslim).
5. Jauh dari kefakiran
Fakir adalah orang yang amat
sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi
penghidupannya.
"Iringilah antara ibadah
haji dan umroh karena keduanya meniadakan dosa dan kefakiran, sebagaimana alat
peniup api menghilangkan kotoran (karat) besi, emas, dan perak, dan tidak ada
balasan bagi haji mabrur melainkan surga"
(HR. At Tirmidzi, An Nasa'i, dan
lainnya).
6. Jihadnya Seorang Wanita
Allah akan memuliakan
wanita-wanita yang menjadi tamu Allah. Setara dengan mereka melakukan jihad.
Dari Aisyah RA, ia berkata :
"Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?"
Rasulallah SAW menjawab,
"Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan
haji dan umroh."
(HR. Ibnu Majah).
7. Wafat saat umrah mendapat pahala
hingga kiamat
Sebagaimana dijelaskan oleh Abu
Hurairah radhiallaahu anhu, beliau berkata :
Rasulullah SAW: "Barangsiapa
keluar dalam melaksanakan haji lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala
seorang haji hingga hari kiamat. Barangsiapa keluar dalam melaksanakan umrah
lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang melaksanakan umrah
sampai hari kiamat, dan barangsiapa keluar dalam berperang dijalan Allah lalu
ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang berperang dijalan Allah
sampai hari kiamat."
Untuk infotmasi lebih lanjut dan
untuk info pendaftaran hubungi :
Tlp/Wa : 0856-9281-9898
Web : Al-Umroh.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar