Selasa, 30 April 2019

KEISTIMEWAAN SAAT PULANG BERIBADAH UMROH



kota yang begitu istimewa di mata umat Islam seluruh dunia. Tak heran, jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia sepanjang tahun berlomba-lomba untuk ke sana, beribadah sekaligus menjejaki situs-situs sejarah.
Makkah menjadi kota yang berbeda dengan kota-kota lainnya yang ada di Arab Saudi. Pasalnya, selain sejarah yang terukir, di kota ini juga berdiri dengan kokoh Baitullah, Kakbah.

Keistimewaan Kakbah tentu karena bangunannya memiliki makna yang berbeda dengan bangunan lainnya yang ada di muka bumi ini. Bahkan, dalam buku Mekkah karya Zuhairi Miswari, dikatakan, Kakbah bukanlah bangunan biasa yang tidak memiliki pesan penting. Kakbah menjadi inspirasi bagi siapa pun untuk mengambil hikmah yang sebanyak-banyaknya dari makna yang tersimpan dalam penyembahan kita pada Tuhan.

Selama ini, kita kaum awam yang hanya bisa melihat Kakbah hanya dari gambar, lewat film-film atau pemberitaan televisi, pasti pernah melihat atau mendengar pengalaman orang-orang yang pernah bertamu ke Baitullah menangis saat kali pertama melihat Kakbah secara langsung dari jarak dekat dan dapat menyentuh sendiri dinding Kakbah. Kabarnya, hal tersebut wajar dan pasti secara spontan tanpa disadari dilakukan oleh setiap orang, tapi bagaimanakah keadaan yang sesungguhnya?

Bertamu ke rumah Allah benar-benar mengesankan dan sangat membekas di hati para jamaah, maka tidak heran jika banyak pula jamaah yang merindukan suasana saat berada di Makkah. Sebab, hanya di Baitullah itu saja setiap umat manusia tidak memikirkan apa-apa lagi selain beribadah, berdoa dan berdzikir pada Allah.

Namun, ternyata menangis ketika melihat Kakbah tidaklah selalu menjadi hal yang boleh dilakukan. Pasalnya, agama Islam mengajarkan untuk tidak melebih-lebihkan apapun, termasuk rasa haru ketika melihat Kakbah.

Menangis boleh saja, tapi menangislah karena Allah, dan jangan sampai histeris apalagi meraung-raung. Rasakan perasaan haru itu sedang saja, selebihnya fokuskan diri untuk beribadah dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah ketika berada di Baitullah.

Sebagian orang yang belum pernah menyambangi rumah Allah, pasti tidak mengetahui bahwa ada pula praktik ilegal dan sebenarnya dilarang dalam agama Islam, namun tetap dilakukan oleh para jamaah.
Di sana bahkan banyak orang yang sampai rela membayar hanya agar diberikan jalan pintas untuk mencium hajar aswad. Padahal, kita tahu menyogok itu perbuatan dosa

Mencium hajar aswad yang termasuk dalam sunnah rasul tersebut pun jika dilakukan dengan melanggar ajaran Islam juga dapat mendatangkan dosa. Padahal, tidak perlu untuk memaksakan diri demi dapat menceritakan pada tetangga atau kerabat kalau pernah mencium hajar aswad, bisa jadi cerita itu berubah jadi riya.

Menangis ketika melihat Kakbah ternyata juga pernah dirasakan oleh Nabi Muhammad SAW, semasa hidupnya. Rasa haru pun singgah pada diri rasul ketika berada di depan Kakbah.

10 keistimewaan ibadah Umrah.

1. Ibadah Umrah yang satu kepada Umrah berikutnya adalah Kaffaroh atau penghapus dosa.
Allah SWT akan menghapus dosa-dosa kita di antara pelaksanaan Umrah yang satu dengan Umrah berikutnya. Sederhananya begini, bila 5 atau 10 tahun lalu kita sudah melaksanakan Umrah, selanjutnya tahun berkesempatan lagi untuk melakukan Umrah, maka dosa-dosa di antara kedua waktu Umrah tersebut akan diampuni Allah SWT.

2. Umrah adalah jihad bagi para wanita dan orang yang lemah.
Para ibu dan kaum wanita umumnya serta mereka yang lemah fisik pada masa Rasulullah SAW, tak bisa ikut berjihad atau berperang. Namun mereka masih mendapatkan fadillah pahala jihad dengan cara melaksanakan ibadah Umrah.

3. Jemaah Umrah adalah tamu-tamu Allah yang doanya dikabulkan 
Ibadah Haji dan Umrah menjadi istimewa karena orang yang datang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah tersebut adalah tamu Allah SWT. Begitulah biasa disebut dan memang Rasulullah SAW menyebutkannya demikian. Jemaah Haji dan Umrah adalah tamu undangan Allah SWT sehingga apa yang diminta sang tamu akan dikabulkan oleh-Nya. Ini adalah bentuk keistimewaan yang paling istimewa.

4. Wafat saat menjalankan ibadah Umrah pahalanya dicatat sampai hari kiamat.

Keutamaan orang-orang yang wafat dalam perjalanan untuk melaksanakan ibadah Haji dan Umrah, serta keutamaan orang yang wafat dalam keadaan berihram (di tengah pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah) adalah mendapatkan anugerah pahalanya dicatat sampai hari kiamat. Semuanya termaktub jelas dalam hadits.

5. Ibadah Umrah bisa menghilangkan kefakiran.
Bila kita melihat saudara kita yang setelah pulang dari Haji atau Umrah maka terlihat kehidupannya semakin baik, rezekinya mengalir terus dan keluarganya bertambah berkah, itulah salah satu fadillah ibadah tersebut. Seluruh biaya yang digunakan untuk berangkat Haji dan Umrah akan diganti oleh Allah SWT dengan berlipat-lipat.

6. Fadillah pahala satu kali Umrah dengan salat dua rakaat di Masjid Quba.
Shalat di Masjid Quba memiliki keutamaan tersendiri. Menurut Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif RA, ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: " Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia salat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala Umrah" . (HR. Tirmizi no. 298, Ibnu Majah no. 1401)

Masjid Quba ini terletak di luar kota Madinah. Jadi, mengingat fadillah salat di Masjid Quba yang sangat besar, maka bila kita sudah berada di Madinah dalam rangka menjalankan ibadah Umrah atau Haji, jangan sampai lupa melakukan salat di Masjid Quba.

7. Selama umroh bisa mendapatkan pahala sholat sangat luar biasa, hingga 100.000 kali.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Shalat di masjidku, lebih utama seribu kali (dibandingkan) shalat di selainnya kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil haram lebih utama Seratus Ribu (dibandingkan) shalat di selainnya.“ (Hadits dishahihkan oleh Al-Mundziri dan Al-Bushoiry. Al-Albany berkata: “Sanadnya shahih sesuai persyaratan Bukhori dan Muslim, Irwaul Ghalil, 4/146).

Ini sungguh luar biasa. Fadhilah (keutamaan) Sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan bukti Allah SWT Maha Pemurah terhadap hambanya yang bersungguh sungguh mencari ridho dan ampunannya.

8. Fadillah umroh Ramadhan adalah haji bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.
Siapa yang tidak ingin mendapat fadillah haji bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Pasti semua kaum muslimin mengharapkan meraih fadillah tersebut. Caranya adalah melaksanakan ibadah umroh pada bulan Ramadhan.

Dari Ibnu abbas radhiallaahu anhu meriwayatkan bahwa Ummu Salaim radhiallaahu anhu pernah datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, dan berkata: “Ya Rasulullah (suamiku) Abu Thalhah dan puteranya telah pergi menunaikan haji dan meninggalkan aku di rumah. “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, menjawab “Wahai Umu Sulaim, melakukan satu umrah di dalam bulan Ramadhan adalah sama ganjarannya dengan haji yang dilakukan bersamaku.”

“Umrah pada bulan Ramadhan itu bagaikan haji bersamaku (Nabi saw).” (Shahih; Shahih Al-Jami’ hadits no. 4098).

9. Bisa melakukan badal umroh bagi keluarga.
Badal umroh atau mengumrohkan seseorang, khususnya orang tua atau keluarga, dibolehkan dengan syarat tertentu.  Sebagian ulama berpendapat bahwa umrah hukumnya sunnah, sehingga tidak ada kewajiban bagi seseorang atau ahli waris untuk mengumrahkan orang tuanya yang sudah udzur atau meninggal dunia. Kecuali jika orang tuanya pernah berniat atau bernazar untuk melaksanakan umrah, maka anaknya (ahli warisnya) yang memiliki kemampuan harus menunaikan nazar kedua orang tuanya.

Hal tersebut didasarkan pada hadits-hadits tersebut di atas dan hadits berikut ini: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallaahu anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: Barangsiapa  yang bernazar untuk mentaati Allah maka hendaknya ditaati (ditunaikan), dan barangsiapa bernazar untuk bermaksiat ke pada Allah maka janganlah la (tunaikan nazarnya) untuk berbuat maksiat.” ( H R . al-Bukhari dan jamaah ahli Hadits).

10. Bisa memperoleh fadillah pahala umroh berkali-kali.

Para jamaah umroh selama mukim di Madinah maupun Makkah, maka tidak ada kegiatan lain kecuali tiga hal. Yaitu, sholat berjamaah ke Masjid Nabawi atau Masjidil Haram, berzikir-berdoa-dan tadarus Al Qur’an serta makan dan tidur. Kegiatan plusnya adalah jalan-jalan atau ziarah dan belanja he..he..

Dengan begitu sebenarnya banyak waktu luang bagi jamaah karena tidak ada kegiatan bekerja dan urusan keluarga sebagaimana di tanah air. Selain ibadah wajib, jamaah umroh bisa lebih bebas melakukan ibadah sunah, baik di malam hari maupun di waktu dhuha. Namun ada satu ibadah yang kadang sulit dilakukan di tanah air karena kesibukan pekerjaan, yaitu ibadah seusai sholat subuh hingga waktu matahari terbit tiba dengan dilanjutkan ibadah sholat dua rakaat.

“Barang siapa shalat Shubuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna.” (Shahih; Shahih Al-Jami’ hadits no. 6346).

“Barang siapa berjalan untuk shalat wajib berjamaah maka itu pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dan ihram. Barang siapa berjalan untuk shalat sunnah maka itu seperti pahala umrah.” (Hasan; Shahih Al-Jami’ hadits no. 6556).


Untuk informasi lebih lanjut dan untuk info pendaftaran hubungi :
Tlp/Wa : 0856-9281-9898
Web : Al-Umroh.com

Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERBEDAAN UMROH DAN HAJI

Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia yang memiliki banyak ragam budaya, agama, ras, suku, dll. Tapi berbicara soal ...