Umat muslim di seluruh dunia
tengah berbahagia menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Bulan yang teramat
diistimewakan Allah SWT ini menjadi salah satu momen bagi umat muslim untuk
memperbanyak ibadah.
Salah satu ibadah wajib yang
dilaksanakan pada bulan Ramadan adalah puasa. Puasa yang dalam bahasa arab
disebut "al-Shaum" atau "al-Shiyam" memiliki makna bahwa
saat berpuasa, diwajibkan untuk menahan diri dari segala hal yang membatalkan
puasa tersebut, baik makan, minum, bersetubuh dan lain sebagainya.
Bulan Ramadhan adalah bulan baik,
bulan yang penuh berkah. Maka akan sangat menjadi harapan setiap umat manusia
untuk bisa terus menjumpai bulan Ramadhan secara berulang-ulang setiap tahun
untuk mendapat keberkahan tersebut. Sebab pada bulan Ramadhan penuh dengan
keistimewaan-keistimewaan. Di bulan tersebut, bila kita mengerjakan ibadah dan
amal baik maka akan mendapatkan pahala yang berlipat dibandingkan bulan-bulan
lain. Termasuk menjalankan ibadah umrah saat Ramadhan.
Umrah adalah salah satu ibadah
yang memiliki keistimewaan yang luar biasa. Apalagi jika ibadahnya dilaksanakan
pada bulan Ramadhan. Ibadah umrah berbeda dengan haji, pahalanya pun juga
berbeda. Namun terdapat pengecualian pada umrah Ramadhan yang banyak keutamaan.
Ada sebuah hadits yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad memerintahkan penduduk
Anshar untuk melaksanakan umrah Ramadhan sebab pahalanya menyamai ibadah haji.
Bahkan ada pula hadits lain yang
meriwayatkan bahwa umrah Ramadhan sama seperti melaksanakan haji dengan
Rosulullah. Dari beberapa hadits yang telah diriwayatkan tersebut menunjukkan
bahwa keutamaan umrah di bulan Ramadhan sangatlah besar. Namun ada beberapa
ulama yang berbeda pendapat menyikapi hadits-hadits tersebut.
Ada ulama yang berpendapat bahwa
keutamaan umrah tersebut hanya dikhususkan kepada orang yang saat itu diajak
berbicara Rosulullah. Namun ada pula pendapat lain yang dikemukakan oleh
seorang ulama yang bernama Ibnu Katsir. Beliau menyatakan bahwa keutamaan umrah
di bulan Ramadhan tersebut ditujukan kepada orang yang memiliki niat berhaji
namun tidak mampu melaksanakannya.
Sehingga ketika orang tersebut
mampu melaksanakan ibadah umrah pada bulan Ramadhan, maka orang tersebut akan
mendapatkan keutamaan pahala seperti melaksanakan haji secara sempurna bersama
Rosulullah. Sebab telah menyatu niat hajinya yang tidak dapat terlaksana dalam
pelaksanaan umrah Ramadhan yang saat itu dijalankan.
Sedangkan mayoritas ulama
berpendapat bahwa keutamaan umrah di bulan Ramadhan pada hadits tersebut bukan
hanya dikhususkan pada orang yang saat itu diajak berbicara oleh nabi saja
ataupun karena keadaan tertentu. Mayoritas ulama yang menyatakan hal ini
termasuk ulama empat madzab. Maka inilah pendapat yang dapat kita jadikan acuan
kebenaran mengenai keutamaan ibadah umrah di bulan Ramadhan.
Namun yang perlu digarisbawahi
adalah umrah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan tetaplah berbeda dengan
menunaikan ibadah haji meskipun keutamaannya sama dengan melaksanakan ibadah
haji. Sehingga umrah Ramadhan tetap tidak dapat menggugurkan kewajiban Anda
yang mampu untuk menunaikan ibadah haji. Jadi berdasarkan hadits di atas
penyamaan umrah di bulan Ramadhan dengan haji hanya dalam hal pahalanya saja,
namun secara hukum dan pelaksanaan kedua ibadah tersebut jelas berbeda.
Selain itu juga terdapat
keutamaan lain saat beribadah umrah di bulan Ramadhan yaitu pada malam Lailatul
Qadar setiap ibadah yang kita laksanakan akan mendapatkan balasan kebaikan yang
berlipat ganda bahkan lebih baik dari malam seribu bulan. Setiap amalan sunah
di bulan Ramadhan nilai pahalanya akan senilai dengan ibadah wajib. Ibadah yang
hukumnya wajib, pada bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala 70kali lebih besar
dibandingkan pada bulan lain. Sehingga dengan melaksanakan ibadah umrah di
bulan tersebut tentu akan mendapatkan pahala yang jauh lebih besar nantinya.
Namun melaksanakan ibadah umrah
di bulan Ramadhan pun juga harus memperhatikan keadaan diri si jamaah serta
kemampuan dalam hal waktu melaksanakan umrah tepat di bulan Ramadhan. Kemampuan
fisik jamaah juga sangat penting sebelum memilih saat tersebut. Mengingat saat
berumrah di bulan Ramadhan berarti Anda harus memiliki tenaga ekstra sebab
bersamaan dengan melaksanakan puasa.
Apalagi keadaan iklim di sana
yang sangat panas berbeda dengan di negara kita. Namun semuanya dikembalikan
kepada kita yang meniatkan ibadah umrah di bulan Ramadhan untuk mendapatkan
berbagai keutamaan yang lebih besar dibandingkan bulan-bulan lain. Melaksanakan
umrah di bulan Ramadhan bisa dilaksanakan pada awal bulan, pertengahan, ataupun
akhir bulan ramadhan.
Berpuasa pada bulan Ramadan
tentunya memiliki beberapa keistimewaan yang diberikan oleh Allah SWT. Berikut
ini beberapa keistimewaan berpuasa pada bulan Ramadan.
1. Pengampunan Dosa
Salah satu keistimewaan yang
diberikan adalah pengampunan dosa-dosa yang telah dilakukan dan kembali ke
fitrah. Hal tersebut tentu saja akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh umat
muslim yang taat. Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda :
"Barang siapa yang berpuasa
pada bulan Ramadan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosa-dosanya
yang telah lalu". (HR. Bukhari, 37. Muslim, 1266).
Dalam hadis riwayat Baihaqi,
Rasulullah SAW bersabda :
"Adapun yang kelima,
sesungguhnya jika tiba malam terakhir Ramadan Allah memberi ampun kepada mereka
semua. Lalu bertanyalah seorang lelaki dari sebuah kaum, ”Apakah itu Lailatul
Qadar? Ia bersabda, ”Bukan, apakah kau tidak mengetahui perihal orang-orang
yang bekerja. Jika mereka selesai melakukan pekerjaan, maka imbalannya akan
dipenuhi."
2. Menjadi Orang Beriman
Disebutkan dalam Surah Al-Baqarah
ayat 183, barangsiapa yang melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadan, maka
termasuk orang-orang yang beriman.
"Yā ayyuhallażīna āmanụ
kutiba 'alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba 'alallażīna ming qablikum la'allakum
tattaqụn."
"Hai orang-orang yang
beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang
sebelum kamu agar kamu bertakwa,"(QS Al-Baqarah: 183)
3. Mendapatkan Kebahagiaan
Bagi orang-orang yang menjalankan
ibadah puasa saat bulan Ramadan akan diberikan dua kebahagiaan, yaitu
kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu Allah SWT. Hal ini
sebagaimana dengan sabda Rasulullah SAW :
"...Disebabkan dia telah
meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan
mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan
kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang
berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk.” (HR Bukhori)
4. Dibukakan Pintu Surga
Tujuan utama umat muslim dalam
mengejar akhirat, yaitu masuk surga. Bulan Ramadan merupakan bulan di mana pintu surga terbuka
dan pintu neraka ditutup serta setan-setan dibelenggu.
Bagi umat muslim yang menjalankan
ibadah puasa, akan dijanjikan satu pintu pada hari kiamat kelak. Sebagaimana
sabda Rasulullah SAW dalam hadir riwayat Bukhari :
"Sesungguhnya di surga itu
terdapat satu pintu yang diberi nama ar-Rayyan. Dari pintu itu orang-orang yang
berpuasa akan masuk pada hari Kiamat kelak. Tidak ada seorang pun yang masuk
melalui pintu itu selain mereka. Ditanyakan, ‘Mana orang-orang yang berpuasa?’
Lalu mereka pun berdiri. Tidak
ada seorang pun yang masuk melalui pintu itu selain mereka. Jika mereka sudah
masuk, maka pintu itu akan ditutup, sehingga tidak ada lagi seorang pun yang
masuk melalui pintu tersebut.’ (H.R. Bukhari)
5.Dikabulkan doanya
Berpuasa merupakan kesempatan
agar doa-doa yang selama ini kita panjatkan dapat terkabul. Hal ini sebagaimana
sabda Rasulullah SAW :
"Tiga doa yang tidak
ditolak: orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan doanya
orang teraniaya. Allah mengangkat doanya ke awan dan membukakan pintu-pintu
langit. Demi kebesaran-Ku, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang.” (HR
Ahmad dan Tirmidzi)
Untuk informasi lebih lanjut dan
info pendaftaran hubungi :
Tlp.0856-9281-9898
Web : Al-Umroh.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar