Umrah sendiri dalam segi bahasa
artinya berkunjung. Umrah ini tergolong ibadah yang dalam tata cara dan
pelaksanaannya hampir mirip dengan ibadah haji. Tak heran kalau umrah juga
sering disebut sebagai haji kecil. Umrah sendiri terdiri dari 3 macam, yakni umrah
mufradah, umrah tamattu, serta umrah sunah.
Umroh (bahasa Arab: عمرة) adalah salah satu
kegiatan ibadah dalam agama Islam. Tata Cara Umroh Hampir mirip dengan ibadah
haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di
kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.
Pada istilah teknis syari’ah, Umrah
berarti melaksanakan Tawaf di Ka’bah dan Sa’i antara Shofa dan Marwah, setelah
memakai ihram yang diambil dari Miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.
Perbedaan umrah dengan haji
adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap
hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya
dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12
Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.
Rasulullah SAW pernah bersabda,
“Ibadah umroh ke ibadah umroh berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara
keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga.”
Sekarang ini sudah banyak orang
yang memilih umrah sebagai alternatif menjalankan ibadah ke Tanah Suci dengan
alasan-alasan tertentu, salah satunya adalah tidak terikatnya jemaah dalam
menjalankan umrah serta tidak ada masa tunggu lama seperti yang lazim dihadapi
oleh para calon jemaah haji. Jika haji dilaksanakan khusus pada bulan tertentu,
umrah lebih bersifat fleksibel, sehingga bisa disesuaikan dengan jadwal
masing-masing calon jemaah.
Rukun Umroh
1. ihram.
Memakai pakaian ihram,
bagi laki laki adalah terdiri dari 2 lembar kain yang tidak berjahit. 1 helai
melilit mulai pinggang sampai bawah lutut. sehelai lagi diselempangkan mulai
dari bahu kiri kebawah ketiak kanan. Jamaah umroh laki-laki tidak boleh mengenakan celana, kemeja, tutup
kepala dan juga tidak boleh menutup mata kaki. Penjelasan hal dilarang selama
umroh ada di bagian bawah artikel.
Bagi wanita pakaian ihram lebih
bebas tetapi disunatkan yang berwarna putih, yang penting menutup seluruh
tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan mereka, yang penting tidak ada jahitan.
Lengan baju mesti sepanjang pergelangan tangan Kerudung yang digunakan harus
panjang, tidak jarang serta menutupi bagian Dada Baju, gaun atau rok harus
sepanjang Tumit Memakai Kaos kaki Sepatu sebaiknya tidak bertumit dan terbuat
dari karet.
2.Tawaf
adalah mengelilingi
Baitulloh/kabah 7 kali
3.Sai.
Sai dilakukan dari sudut shafa
menuju Marwah (dihitung satu kali) dan dari Marwah kembali ke Shafa dihitung
satu kali.
Semuanya dilakukan tujuh kali
putaran. Sai berawal dari shafa dan akan terakhir di marwah.
4.. Tahalul. Tahalul artinya
bercukur sebagian dari rambut di kepala. biasanya dikerjakan setelah selesai
sai, tanda bahawa kita telah sempurna melakukan umroh.
5.Tertib
Wajib Umroh
1. Ihram (Niat Ihram dari Miqot)
2. Meninggalkan yang dilarang
dalam ihram sah.
Bagi laki-laki:
- Berpakaian yang berjahit
- Memakai sepatu yang menutupi mata kaki
- Menutup kepala yang sifatnya melekat di kepala seperti topi (payung diperbolehkan)
Bagi wanita:
- Berkaus tangan (menutuptelapak tangan)
- Menutup muka (bercadar)
Bagi laki-laki dan wanita:
- Memakai wangi-wangian (kecuali yang dipakai sebelum ihrom dan sudah kering sebelum berpakaian ihrom)
- Memotong kuku dan bercukur atau mencabut bulu badan
- Memburu atau menganggu atau membunuh hewan dengan cara apapun
- Memotong atau merusak pepohonan tanah haram
- Meminang, menikah atau menikahkan serta bersaksi
- Bercumbu atau berjimak suami isytri
- Mencaci, bertengkar atau mengucapkan kata-kata kotor
3. Melaksanakan Tawaf Wada.
Tawaf wada adalah tawaf
perpisahan sebelum kembali ke tanah air. Setelah Tawaf Wada kita dilarang
kembali ke Masjidil Haram dan Kabah. Oleh karena itu biasanya Tawaf wada
dilaksanakan dini hari setelah tahajud kemudian bisa dilanjutkan sholat subuh
berjamaah. Setelah itu jamaah umroh bisa berkemas perlengkapan umrohnya untuk
pulang ke tanah air.
Syarat Umroh
Syarat untuk menunaikan ibadah
umrah sama dengan syarat ketika melaksanakan haji :
1. Islam
ibadah umroh ini merupakan salah
satu ibadah dalam agama islam. Berumrohpun memang bagi orang islam yang mampu,
sedangkan bagi orang non muslim tentu saja hal ini tidak disyariatkan.
2. Berakal
Umroh disyariatkan bagi muslim
yang berakal sehat. Tidak diperintahkan umroh bagi orang gila dan tidak sah umroh
yang dilakukan oleh orang gila.
3. Istitaah
Istitaah artinya mempunyai
kemampuan dari segi fisik, biaya maupun keamanan.
4. Baligh
Telah mencapai usia Baligh adalah
salah satu rukun umroh. Oleh karena itu anak kecil yang belum baligh tidak
disyariatkan melaksanakan umroh.
5. Merdeka.
Bukan dari salah seorang dari
hambah sahaya (budak) karena ibadah
umroh ini memerlukan waktu yang panjang yang dikahawatirkan kepentingan tuannya
akan terbengkalai.
Untuk tata cara umrah, perlu
diperhatikan hal-hal berikut ini :
Disunnahkan mandi besar (janabah)
sebelum ihram untuk umrah.
Memakai pakaian ihram. Untuk
lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita
memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak
memakai cadar atau sarung tangan.
Niat umrah dalam hati dan
mengucapkan Labbaika ‘umrotan atau Labbaikallahumma bi’umrotin. Kemudian
bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara
yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan
Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, Innal hamda wan
ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.
Jika sudah sampai kota Makkah,
disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum memasukinya.
Sesampai di ka’bah, talbiyah
berhenti sebelum thawaf. Kemudian menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan
tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu
akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat
dengan melambaikan tangan dan berkata Allahu akbar.
Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3
putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan
diakhiri di hajar aswad dan ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri.
Salat 2 raka’at di belakang maqam
Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surah
Al-Kafirun pada raka’at pertama dan Al-Ikhlas pada raka’at kedua.
Sa’i dengan naik ke bukit Shofa
dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash
shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai
dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi
isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul
mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu
wahdahu anjaza wa’dahu wa shodaqo ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x.
Kemudian berdoa sekehendaknya.
Amalan pada poin 8 diulangi
setiap putaran di sisi bukit Shofa dan Marwah disertai dengan doa.
Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali
dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali
di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
Mencukur seluruh atau sebagian
rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
Dengan demikian selesai sudah
amalan umrah.
Semoga artikel saya dapat bermanfaat untuk jamaah semua, dan untuk informasi mengenai pendaftaran Umroh jamaah semua bisa lansung hubungi :
Nomor : 0856-9281-9898
Insya allah travel umroh kami sangat amanah, aman, dan berkualitas tinggi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar