Selasa, 05 Februari 2019

PENGERTIAN UMROH DAN TATA CARA UMROH




Umrah sendiri dalam segi bahasa artinya berkunjung. Umrah ini tergolong ibadah yang dalam tata cara dan pelaksanaannya hampir mirip dengan ibadah haji. Tak heran kalau umrah juga sering disebut sebagai haji kecil. Umrah sendiri terdiri dari 3 macam, yakni umrah mufradah, umrah tamattu, serta umrah sunah.
Umroh (bahasa Arab: عمرة) adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Tata Cara Umroh Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.
Pada istilah teknis syari’ah, Umrah berarti melaksanakan Tawaf di Ka’bah dan Sa’i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari Miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.

Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ibadah umroh ke ibadah umroh berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga.”

Sekarang ini sudah banyak orang yang memilih umrah sebagai alternatif menjalankan ibadah ke Tanah Suci dengan alasan-alasan tertentu, salah satunya adalah tidak terikatnya jemaah dalam menjalankan umrah serta tidak ada masa tunggu lama seperti yang lazim dihadapi oleh para calon jemaah haji. Jika haji dilaksanakan khusus pada bulan tertentu, umrah lebih bersifat fleksibel, sehingga bisa disesuaikan dengan jadwal masing-masing calon jemaah.

Rukun Umroh

1. ihram. 

Memakai pakaian ihram, bagi laki laki adalah terdiri dari 2 lembar kain yang tidak berjahit. 1 helai melilit mulai pinggang sampai bawah lutut. sehelai lagi diselempangkan mulai dari bahu kiri kebawah ketiak kanan. Jamaah umroh laki-laki  tidak boleh mengenakan celana, kemeja, tutup kepala dan juga tidak boleh menutup mata kaki. Penjelasan hal dilarang selama umroh ada di bagian bawah artikel.

Bagi wanita pakaian ihram lebih bebas tetapi disunatkan yang berwarna putih, yang penting menutup seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan mereka, yang penting tidak ada jahitan. Lengan baju mesti sepanjang pergelangan tangan Kerudung yang digunakan harus panjang, tidak jarang serta menutupi bagian Dada Baju, gaun atau rok harus sepanjang Tumit Memakai Kaos kaki Sepatu sebaiknya tidak bertumit dan terbuat dari karet.

2.Tawaf

adalah mengelilingi Baitulloh/kabah 7 kali

3.Sai.

Sai dilakukan dari sudut shafa menuju Marwah (dihitung satu kali) dan dari Marwah kembali ke Shafa dihitung satu kali.

Semuanya dilakukan tujuh kali putaran. Sai berawal dari shafa dan akan terakhir di marwah.

4.. Tahalul. Tahalul artinya bercukur sebagian dari rambut di kepala. biasanya dikerjakan setelah selesai sai, tanda bahawa kita telah sempurna melakukan umroh.

5.Tertib

Wajib Umroh

1. Ihram (Niat Ihram dari Miqot)

2. Meninggalkan yang dilarang dalam ihram sah.

Bagi laki-laki:

  • Berpakaian yang berjahit
  • Memakai sepatu yang menutupi mata kaki
  • Menutup kepala yang sifatnya melekat di kepala seperti topi (payung diperbolehkan)


Bagi wanita:
  • Berkaus tangan (menutuptelapak tangan)
  • Menutup muka (bercadar)


Bagi laki-laki dan wanita:
  • Memakai wangi-wangian (kecuali yang dipakai sebelum ihrom dan sudah kering sebelum berpakaian ihrom)
  • Memotong kuku dan bercukur atau mencabut bulu badan
  • Memburu atau menganggu atau membunuh hewan dengan cara apapun
  • Memotong atau merusak pepohonan tanah haram
  • Meminang, menikah atau menikahkan serta bersaksi
  • Bercumbu atau berjimak suami isytri
  • Mencaci, bertengkar atau mengucapkan kata-kata kotor



3.  Melaksanakan Tawaf Wada.

Tawaf wada adalah tawaf perpisahan sebelum kembali ke tanah air. Setelah Tawaf Wada kita dilarang kembali ke Masjidil Haram dan Kabah. Oleh karena itu biasanya Tawaf wada dilaksanakan dini hari setelah tahajud kemudian bisa dilanjutkan sholat subuh berjamaah. Setelah itu jamaah umroh bisa berkemas perlengkapan umrohnya untuk pulang ke tanah air.


Syarat Umroh

Syarat untuk menunaikan ibadah umrah sama dengan syarat ketika melaksanakan haji :
1. Islam

ibadah umroh ini merupakan salah satu ibadah dalam agama islam. Berumrohpun memang bagi orang islam yang mampu, sedangkan bagi orang non muslim tentu saja hal ini tidak disyariatkan.

2. Berakal

Umroh disyariatkan bagi muslim yang berakal sehat. Tidak diperintahkan umroh bagi orang gila dan tidak sah umroh yang dilakukan oleh orang gila.

3. Istitaah

Istitaah artinya mempunyai kemampuan dari segi fisik, biaya maupun keamanan.

4. Baligh

Telah mencapai usia Baligh adalah salah satu rukun umroh. Oleh karena itu anak kecil yang belum baligh tidak disyariatkan melaksanakan umroh.

5. Merdeka.

Bukan dari salah seorang dari hambah sahaya (budak)  karena ibadah umroh ini memerlukan waktu yang panjang yang dikahawatirkan kepentingan tuannya akan terbengkalai.

Untuk tata cara umrah, perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :

Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
Memakai pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.

Niat umrah dalam hati dan mengucapkan Labbaika ‘umrotan atau Labbaikallahumma bi’umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.

Jika sudah sampai kota Makkah, disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum memasukinya.
Sesampai di ka’bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf. Kemudian menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dengan melambaikan tangan dan berkata Allahu akbar.

Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri.
Salat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surah Al-Kafirun pada raka’at pertama dan Al-Ikhlas pada raka’at kedua.

Sa’i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa shodaqo ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya.

Amalan pada poin 8 diulangi setiap putaran di sisi bukit Shofa dan Marwah disertai dengan doa.
Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.

Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
Dengan demikian selesai sudah amalan umrah.


Semoga artikel saya dapat bermanfaat untuk jamaah semua, dan untuk informasi mengenai pendaftaran Umroh jamaah semua bisa lansung hubungi :
Nomor : 0856-9281-9898
Insya allah travel umroh kami sangat amanah, aman, dan berkualitas tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERBEDAAN UMROH DAN HAJI

Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia yang memiliki banyak ragam budaya, agama, ras, suku, dll. Tapi berbicara soal ...