Sampai sekarang, berdasar data
yang dimiliki Kementerian Agama RI, jumlah jamaah haji asal Indonesia yang
meninggal di tanah suci sebanyak 12 orang.
Kemudian, pertanyaan mencuat,
bagaimana nasib jamaah haji yang meninggal di tanah suci? Memungkinkan kah
jenazahnya dikembalikan ke Indonesia? Atau dikuburkan di tanah suci?
Dijelaskan Kepala Bidang Humas
Kementerian Agama Rosidin Karidi, jamaah haji asal Indonesia yang meninggal di
tanah suci tidak ada satu pun yang dibawa ke tanah air. Hal tersebut sudah
secara otomatis dilakukan. Jadi, dipastikan jenazah di kuburkan di Madinah atau
Makkah.
Meninggal di Makkah, bagi jamaah
haji merupakan sebuah anugerah yang luar biasa. Sedangkan bagi yang
ditinggalkan, merupakan ujian.
Beradasarkan sebuah hadis Nabi
Saw yang artinya:’’Sebaik-baik kuburan adalah ini (Ma’la).” (HR al-Bazzar).
Dalam hadits lain, Nabi Saw menerangkan bagaimana balasan orang yang beriman
ketika meninggal di Makkah, kemudian dimakamkan di Ma’la’.
Ibnu Abbas mengatakan,
“Sebaik-baik pemakaman adalah tempat ini.” Bahkan, siapapun yang meninggal
dunia di Makkah, entah orang tersebut sedang menunaikan Umrah atau Haji, maka
ia tidak akan dihisab serta tidak akan disiksa., Ia kelak juga akan
dibangkitkan dengan aman dan sentosa. Kendati demikian, Imam Ibnu Jauzi
mengkatagorikan hadits tersebut pada derajat ‘’Al Mauduat”. Sedangkan Imam
al-Suyuti tidak sependapat dengan Ibnu al-Jauzi, sebab Imam Baihaqi juga
meriwayatkan di dalam Fadoil Makkah dari Anas dengan derajat Marfu.’
Ma’la merupakan tempat penguburan
jenazah orang-orang Makkah dan jama’ah haji atau umrah yang meninggal di Makkah
sejak zaman Nabi Saw sampai saat ini. Diriwayatkan juga dari Ibnu Mas’ud
bahwasanya Allah akan membangkitkan penghuni Ma’la sebagai penghuni surga.
Wajah-wajah mereka layaknya bulan purnama. Tentunya ini janji bagi mereka yang
beriman dan senantiasa menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi
larangan-Nya. Karena, tidak mungkin orang jahiliyyah kuno yang dimakamkan di
Ma’la, bisa masuk surga dengan wajah berseri-seri. Begitu juga dengan orang
jahiliyah modern.
Kendati meninggal di Makkah itu
merupakan kehendak dan ketentuan Allah Swt yang tidak mungkin terelakkan lagi.
Tetapi, bukan berarti kemudian membiarkan jumlah jamaah haji yang wafat di
Makkah semakin tahun banyak di Makkah dan Madinah. Salah satu dari penyebat
banyaknya jamaah haji yang meninggal dunia dunia disebabkan karena rasti
(resiko tinggi). Oleh karena itu, Depag dan Departemen kehatan harus
meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap jamaah haji Indonesia.
Oleh karena itu, pemerintah harus
dengan segera memberikan prioritas terhadap jamaah haji yang berseiko tinggi.
Sebagian yang beresiko tinggi ialah, mereka yang usianya sudah 60-an ke atas.
Mereka sebenarnya sudah berniat haji sejak dini, tetapi karena antrian begitu
panjang. Mereka juga tidak kuasa mengajukan lebih awal, karena sistemnya
menggunakan antrean otomatis. Jadi, jika usianya sudah 55 tahun, jika
mendaftarkan diri pada tahun 2012, maka dia akan berangkat pada usia 65 tahun.
Kondisi usia 65 tahun sudah sangat sepuh, sehingga menjadi risti (resiko
tinggi). Yanga menyebabgkan berangkat 2012, karena pemerintah Depag yang
memberlakukan cara anteran demikian.
Jadi, pemerintah harus menambah pelayanan
kesehatan, sehingga rest-resti jamaah haji karena usia bisa di atas dengan baik
dan segera.
Selain itu, menurut Arsyad, juga akan dicoba agar setiap jamaah haji
risti ada pendampingnya yang berasal dari keluarganya. Ini agar mereka tidak
terlantar dan ada yang mengurusnya secara lebih serius selama di Tanah Suci.
‘’Pemikiran seperti ini muncul setelah melakukan evaluasi terhadap keberaan
jamaah haji risti tersebut,’’.
Lagi pula, haji merupakan
kewajiban setiap umat islam. Bagi masyarakat Indonesia yang hasrat hajiya
sangat tinggi, tidak mungkin risti dilarang naik haji. Mereka sebenarnya sudah
berniat haji sejak muda. Tetapi, karena mereka tidak bisa mengumpulkan uang
secara langsung, dan ternyata uang baru terkumpul pada usia senja. Dan ‘’Pada
usia 60 tahun ongkos naik haji itu baru bisa mereka kumpulkan,”. Jadi, tidak
mungkin membatasi mereka berangkat haji ke kota suci Makkah, kecuali melakukan
terobosan baru dengan menambah pelayanan kesehatan terhadap jamaah haji.
KELEBIHAN MENINGGAL DUNIA DI
MAKKAH
Lazimnya jika seseorang meninggal
dunia di Makkah, sudah tentu jenazahnya tidak akan dibawa pulang ke tanah air
masing-masing.
Sebaliknya terus dikebumikan di
tanah suci Makkah.
Bolehlah dianggap ini sebagai
satu peluang yang Allah SWT berikan kepada kita untuk disemadikan di Makkah.
Kebiasaannya rakyat Malaysia yang
meninggal dunia di Makkah, adalah sewaktu mereka sedang mengerjakan ibadah
umrah atau ibadah haji.
Beginilah ‘perjalanan’ yang perlu
anda lalui sekiranya anda meninggal dunia di Makkah.
Di Mekah, kalian disemadikan tanpa batu nisan, memungkinkan tiada ahli keluarga yang dapat
menziarahi kalian di kemudian hari di sebabkan lokasi kubur kalian tidak diketahui
Bolehkah kita bercita-cita untuk
mati di Makkah atau Madinah?
Dalam sebuah hadith Nabi SAW ada
disebut :
Maksudnya : “Barangsiapa yang
mampu untuk mati di Madinah maka lakukanlah. Sesungguhnya aku akan memberi
syafaat kepada sesiapa yang mati di sana.”
(riwayat Ahmad dan At-Tirmizi)
Menurut riwayat al-Tabarani,
Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Sesiapa antara kamu yang mungkin
mampu untuk meninggal dunia di Madinah, meninggallah di sana.
Sesungguhnya sesiapa yang
meninggal dunia di sana, aku menjadi saksi atau pemberi syafaah kepadanya pada
hari kiamat.”
(Sabiq, 2000: I: 522-24)
Ini menunjukkan satu perkara yang
diharuskan oleh Islam, di mana ulama telah meng-istinbat (mengeluarkan) hukum
dari hadith tersebut seperti yang dijelaskan oleh Al-Imam An-Nawawi, Ibnu Hajar
dan lain-lain bahawasanya HARUS untuk berniat untuk mati di tempat yang baik
dan dalam keadaan yang baik.
Apatah lagi di Madinatul
Munawwarah, ganjarannya sangat jelas iaitu Nabi akan memberi syafaat.
Jadi kita berdoa kepada ALLAH SWT
agar kita mati di dalam keadaan yang baik dan di tempat (Makkah,Madinah) yang
baik.
Gambar-gambar berikut menunjukkan
antara proses yang dilakukan jika terdapat jenazah yang meninggal dunia
Semoga kita termasuk di kalangan
yang bernasib baik di beri peluang untuk disemadikan di tanah suci Makkah atau
Madinah...amiin.
Untuk informasilebih lanjut dan
untuk info pendaftaran hubungi :
Tlp. 0856-9281-9898
Web : Al-umroh.com
Terimakasih.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar