Rabu, 24 April 2019

KEISTIMEWAAN MENINGGAL DUNIA SAAT BERIBADAH UMROH



Sampai sekarang, berdasar data yang dimiliki Kementerian Agama RI, jumlah jamaah haji asal Indonesia yang meninggal di tanah suci sebanyak 12 orang.
Kemudian, pertanyaan mencuat, bagaimana nasib jamaah haji yang meninggal di tanah suci? Memungkinkan kah jenazahnya dikembalikan ke Indonesia? Atau dikuburkan di tanah suci?
Dijelaskan Kepala Bidang Humas Kementerian Agama Rosidin Karidi, jamaah haji asal Indonesia yang meninggal di tanah suci tidak ada satu pun yang dibawa ke tanah air. Hal tersebut sudah secara otomatis dilakukan. Jadi, dipastikan jenazah di kuburkan di Madinah atau Makkah.

Meninggal di Makkah, bagi jamaah haji merupakan sebuah anugerah yang luar biasa. Sedangkan bagi yang ditinggalkan, merupakan ujian.
Beradasarkan sebuah hadis Nabi Saw yang artinya:’’Sebaik-baik kuburan adalah ini (Ma’la).” (HR al-Bazzar). Dalam hadits lain, Nabi Saw menerangkan bagaimana balasan orang yang beriman ketika meninggal di Makkah, kemudian dimakamkan di Ma’la’.

Ibnu Abbas mengatakan, “Sebaik-baik pemakaman adalah tempat ini.” Bahkan, siapapun yang meninggal dunia di Makkah, entah orang tersebut sedang menunaikan Umrah atau Haji, maka ia tidak akan dihisab serta tidak akan disiksa., Ia kelak juga akan dibangkitkan dengan aman dan sentosa. Kendati demikian, Imam Ibnu Jauzi mengkatagorikan hadits tersebut pada derajat ‘’Al Mauduat”. Sedangkan Imam al-Suyuti tidak sependapat dengan Ibnu al-Jauzi, sebab Imam Baihaqi juga meriwayatkan di dalam Fadoil Makkah dari Anas dengan derajat Marfu.’

Ma’la merupakan tempat penguburan jenazah orang-orang Makkah dan jama’ah haji atau umrah yang meninggal di Makkah sejak zaman Nabi Saw sampai saat ini. Diriwayatkan juga dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Allah akan membangkitkan penghuni Ma’la sebagai penghuni surga. Wajah-wajah mereka layaknya bulan purnama. Tentunya ini janji bagi mereka yang beriman dan senantiasa menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Karena, tidak mungkin orang jahiliyyah kuno yang dimakamkan di Ma’la, bisa masuk surga dengan wajah berseri-seri. Begitu juga dengan orang jahiliyah modern.

Kendati meninggal di Makkah itu merupakan kehendak dan ketentuan Allah Swt yang tidak mungkin terelakkan lagi. Tetapi, bukan berarti kemudian membiarkan jumlah jamaah haji yang wafat di Makkah semakin tahun banyak di Makkah dan Madinah. Salah satu dari penyebat banyaknya jamaah haji yang meninggal dunia dunia disebabkan karena rasti (resiko tinggi). Oleh karena itu, Depag dan Departemen kehatan harus meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap jamaah haji Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah harus dengan segera memberikan prioritas terhadap jamaah haji yang berseiko tinggi. Sebagian yang beresiko tinggi ialah, mereka yang usianya sudah 60-an ke atas. Mereka sebenarnya sudah berniat haji sejak dini, tetapi karena antrian begitu panjang. Mereka juga tidak kuasa mengajukan lebih awal, karena sistemnya menggunakan antrean otomatis. Jadi, jika usianya sudah 55 tahun, jika mendaftarkan diri pada tahun 2012, maka dia akan berangkat pada usia 65 tahun. Kondisi usia 65 tahun sudah sangat sepuh, sehingga menjadi risti (resiko tinggi). Yanga menyebabgkan berangkat 2012, karena pemerintah Depag yang memberlakukan cara anteran demikian. 

Jadi, pemerintah harus menambah pelayanan kesehatan, sehingga rest-resti jamaah haji karena usia bisa di atas dengan baik dan segera.
Selain itu, menurut Arsyad,  juga akan dicoba agar setiap jamaah haji risti ada pendampingnya yang berasal dari keluarganya. Ini agar mereka tidak terlantar dan ada yang mengurusnya secara lebih serius selama di Tanah Suci. ‘’Pemikiran seperti ini muncul setelah melakukan evaluasi terhadap keberaan jamaah haji risti tersebut,’’.

Lagi pula, haji merupakan kewajiban setiap umat islam. Bagi masyarakat Indonesia yang hasrat hajiya sangat tinggi, tidak mungkin risti dilarang naik haji. Mereka sebenarnya sudah berniat haji sejak muda. Tetapi, karena mereka tidak bisa mengumpulkan uang secara langsung, dan ternyata uang baru terkumpul pada usia senja. Dan ‘’Pada usia 60 tahun ongkos naik haji itu baru bisa mereka kumpulkan,”. Jadi, tidak mungkin membatasi mereka berangkat haji ke kota suci Makkah, kecuali melakukan terobosan baru dengan menambah pelayanan kesehatan terhadap jamaah haji.

KELEBIHAN MENINGGAL DUNIA DI MAKKAH


Lazimnya jika seseorang meninggal dunia di Makkah, sudah tentu jenazahnya tidak akan dibawa pulang ke tanah air masing-masing.
Sebaliknya terus dikebumikan di tanah suci Makkah.
Bolehlah dianggap ini sebagai satu peluang yang Allah SWT berikan kepada kita untuk disemadikan di Makkah.
Kebiasaannya rakyat Malaysia yang meninggal dunia di Makkah, adalah sewaktu mereka sedang mengerjakan ibadah umrah atau ibadah haji.

Beginilah ‘perjalanan’ yang perlu anda lalui sekiranya anda meninggal dunia di Makkah.
Di Mekah, kalian disemadikan tanpa batu nisan, memungkinkan tiada ahli keluarga yang dapat menziarahi kalian di kemudian hari di sebabkan lokasi kubur kalian tidak diketahui
Bolehkah kita bercita-cita untuk mati di Makkah atau Madinah?
Dalam sebuah hadith Nabi SAW ada disebut :
Maksudnya : “Barangsiapa yang mampu untuk mati di Madinah maka lakukanlah. Sesungguhnya aku akan memberi syafaat kepada sesiapa yang mati di sana.”
(riwayat Ahmad dan At-Tirmizi)

Menurut riwayat al-Tabarani, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Sesiapa antara kamu yang mungkin mampu untuk meninggal dunia di Madinah, meninggallah di sana.
Sesungguhnya sesiapa yang meninggal dunia di sana, aku menjadi saksi atau pemberi syafaah kepadanya pada hari kiamat.”
(Sabiq, 2000: I: 522-24)

Ini menunjukkan satu perkara yang diharuskan oleh Islam, di mana ulama telah meng-istinbat (mengeluarkan) hukum dari hadith tersebut seperti yang dijelaskan oleh Al-Imam An-Nawawi, Ibnu Hajar dan lain-lain bahawasanya HARUS untuk berniat untuk mati di tempat yang baik dan dalam keadaan yang baik.
Apatah lagi di Madinatul Munawwarah, ganjarannya sangat jelas iaitu Nabi akan memberi syafaat.
Jadi kita berdoa kepada ALLAH SWT agar kita mati di dalam keadaan yang baik dan di tempat (Makkah,Madinah) yang baik.
Gambar-gambar berikut menunjukkan antara proses yang dilakukan jika terdapat jenazah yang meninggal dunia

Semoga kita termasuk di kalangan yang bernasib baik di beri peluang untuk disemadikan di tanah suci Makkah atau Madinah...amiin.


Untuk informasilebih lanjut dan untuk info pendaftaran hubungi :
Tlp. 0856-9281-9898
Web : Al-umroh.com

Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERBEDAAN UMROH DAN HAJI

Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia yang memiliki banyak ragam budaya, agama, ras, suku, dll. Tapi berbicara soal ...