Bagi umat Muslim, Ramadhan
menjadi bulan yang dinanti. Ramadhan juga menjadi bulan yang sarat akan pahala
yang berlipat ganda. Tidak heran jika amal ibadah pada bulan ini semakin
ditingkatkan. Salah satunya, melakukan umrah. Apa yang membuat umrah ketika
Ramadhan begitu istimewa?
Dalam sebuah hadis riwayat
Bukhari disebutkan, sesungguhnya umrah pada bulan Ramadhan seperti berhaji
bersama Rasulullah SAW. Tidak hanya itu, ada beberapa keutamaan umrah Ramadhan
yang bisa didapatkan. Salah satunya, meningkatkan iman Islam karena dengan
hadir langsung di Mekkah, kita bisa dapat menyaksikan kebesaran Allah SWT. Kita
pun akan termotivasi melakukan shalat-shalat sunah, seperti Tarawih, Tahajud,
Dhuha, hingga Witir.
Selain itu, umrah Ramadhan
pastinya juga akan dapat meningkatkan akhlak kesabaran, mendapatkan ampunan
dosa, dan pastinya memperoleh kesempatan doa yang mustajab. Terlebih lagi umrah
Lailatul Qadar pada 10 hari terakhir Ramadhan. Mereka yang pernah merasakan
umrah Ramadhan pastinya memiliki rasa kerinduan yang dalam akan suasana
Ramadhan di Tanah Suci, mengingat eratnya rasa persaudaraan sesama Muslim di
sana.
Sungguh sebuah kenikmatan
spiritual yang luar biasa bagi mereka yang melakukan umrah Ramadhan. Sangat
mengesankan bisa melakukan ibadah umrah pada saat Ramadhan. Boleh dibilang,
umrah saat Ramadhan merupakan kesempatan emas untuk beramal ibadah maupun
merenung sebaik mungkin. Tidak ada tempat yang lebih baik selain Mekkah
(Masjidil Haram) dan Madinah (Masjid Nabawi).
Walaupun ibadah umrah Ramadhan
sangat dianjurkan, jangan lupa mengasah kepekaan sosial. Kesalehan sosial harus
dikembangkan secara terpadu. Jadi, ibadah ritual dan ibadah sosial sama-sama
diutamakan. Umrah Ramadhan itu utama, tetapi jangan lupa berzakat dan
bersedekah.
Ramadhan sangat dinikmati oleh
seorang Muslim dan bisa melunakkan hati juga menenteramkannya. Masa untuk
tolong menolong dan bekerja sama dalam berbagai kebaikan dan ketaatan serta
melaksanakan kebajikan.
Tidak dapat dimungkiri jika umrah
saat Ramadhan membutuhkan biaya yang jauh lebih mahal ketimbang bulan-bulan
lainnya. Maklum saja, ketika Ramadhan, penginapan sulit didapatkan. Minat umrah
yang tinggi saat Ramadhan membuat biaya penginapan menjadi lebih mahal.
Ada baiknya Anda mempersiapkan
finansial dan mental untuk memprogram ibadah tahun ini ataupun tahun depan,
yaitu melaksanakan umrah pada bulan Ramadhan karena kenangan dan sejarah indah
yang ditorehkan di Tanah Haram tidak akan pernah tertandingi oleh tempat mana
pun di atas muka bumi ini.
Bulan Ramadhan merupakan bulan
penuh berkah. Segala ibadah dan kebaikan yang ada di dalamnya akan dibalas
dengan pahala yang berlipat ganda. Dan salah satu ibadah yang dianjurkan
dilakukan di bulan Ramadhan selain puasa ramadhan dan cara pelaksanaannya yang
merupakan rukun Islam, melakukan ibadah umroh di bulan Ramdhan juga sangat
disarankan. Hal ini karena terdapat keutamaan ibadah umroh dan pahala khusus di
bulan Ramadhan. Berikut adalah 10 pahala umroh di bulan Ramadhan :
1. Sama dengan haji
Bukhari (1782) dan Muslim (1256)
telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,
“Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam bersabda kepada seorang wanita dari kalangan Anshar. “Apa yang
menghalangimu untuk melakukan haji bersama kami?” Dia berkata, “Kami hanya
punya dua onta, yang satu dibawa oleh bapak dan anaknya, yang satu lagi kami gunakan
untuk menyiram kebun.” Maka nabi berkata,”Jika datang bulan Ramadan, lakukanlah
umrah, karena umrah itu sama dengan haji.” Dalam riwayat muslim, “Sama dengan
menunaikan haji bersamaku.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى
فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ
“Jika Ramadhan tiba, berumrahlah
saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan
Muslim no. 1256).
2. Pahala berlipat ganda
Rasulullah SAW bersabda :
يا أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم ،
شهر فيه ليلة خير من ألف شهر ، جعل الله صيامه فريضة، وقيام ليله تطوعا ، من تقرب فيه
بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه، ومن أدى فيه فريضة كان كمن أدى سبعين
فريضة فيما سواه
“Wahai sekalian manusia, telah
datang pada kalian bulan yang mulia. Di bulan tersebut terdapat malam yang
lebih baik dari seribu bulan. Puasanya dijadikan sebagai suatu kewajiban.
Shalat malamnya adalah suatu amalan sunnah. Siapa yang melakukan kebaikan pada
bulan tersebut seperti ia melakukan kewajiban di waktu lainnya. Siapa yang
melaksanakan kewajiban pada bulan tersebut seperti menunaikan tujuh puluh
kewajiban di waktu lainnya.” (HR. Al-Mahamili dalam Al-Amali 5: 50 dan Ibnu
Khuzaimah dalam shahihnya 1887. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini
munkar seperti dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah no. 870)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wassalam juga bersabda : “Shalat di masjidku, lebih utama seribu kali
(dibandingkan) shalat di selainnya kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di
Masjidil haram lebih utama Seratus Ribu (dibandingkan) shalat di selainnya.“
(Hadits dishahihkan oleh Al-Mundziri dan Al-Bushoiry. Al-Albany berkata:
“Sanadnya shahih sesuai persyaratan Bukhori dan Muslim, Irwaul Ghalil, 4/146).
3. Dikabulkan doanya
Salah satu waktu terkabulnya doa
adalah ketika umroh di bulan Ramadhan. Dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT
saat umroh, Insya Allah doa kita akan dikabulkan. Dari abu huraira, Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda “Orang yang mengerjakan haji dan umroh
merupakan tamu Allah, maka jika mereka bermohon kepadanya, pastilah
dikabulkan-Nya, dan jika mereka memohon ampunan pasti diampuni-Nya”. (HR Ibnu
Majah dan Ibnu Hibban).
4. Menjadi tamu Allah
Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wassalam dalam sabdanya, “Orang yang mengerjakan haji dan umroh adalah tamu
Allah Azza wa jalla dan para pengunjung-Nya. Jika mereka meminta kepada-Nya
niscaya diberi-Nya. Jika mereka meminta ampun niscaya diterima-Nya doa mereka.
Dan jika mereka meminta syafaat niscaya mereka diberi syafaat”. (Ibnu Majah).
5. Penghapus dosa
Dengan melakukan umroh di bulan
Ramadhan, dimana banyak terdapat keistimewaan Ramadhan, maka kita juga akan
mendapatkan pengampunan dari Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yaitu:
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول
الله صلى الله عليه وسلم قال: العمرةُ إلى العمرةِ كفَّارَةٌ لمَا بينَهمَا ، والحجُّ
المبرورُ ليسَ لهُ جزاءٌ إلا الجنَّةُ
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah
SAW bersabda,
“Ibadah umrah ke ibadah umrah
berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur
tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
6. Jauh dari kefakiran
Rasulullah SAW bersabda:
“Iringilah antara ibadah haji dan umroh karena keduanya meniadakan dosa dan
kefakiran, sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran (karat) besi,
emas, dan perak, dan tidak ada balasan bagi haji mabrur melainkan surga” (HR.
At Tirmidzi, An Nasa’i, dan lainnya).
7. Jihad bagi wanita
Jika keutamaan jihad dalam Islam biasanya lebih
banyak didapatkan oleh lelaki, salah satu jalan jihad yang bisa dilakukan oleh
wanita adalah dengan umroh, terutama umroh di bulan Ramadhan. Dari Aisyah RA,
ia berkata: “Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Rasulallah
SAW menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu
dengan haji dan umroh.” (HR. Ibnu Majah).
8. Mendapat pahala umroh berlipat
ganda
Jika umroh di bulan Ramadhan,
maka hendaknya menyempatkan diri untuk sholat di mesjid Quba karena pahalanya
sama dengan pahala umroh.
لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَّمَسْجِدٌ
أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ
رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُطَّهِّرِينَ
Artinya: “Janganlah kamu
bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang
didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut
kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin
membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.”(Q.
S. At Taubah: 108)
Rasulullah shalallaahu alaihi
wasalam bersabda: “Barang siapa telah bersuci (berwudlu) di rumaahnya. kemudian
mendatangi masjid Quba, lalu shalat di dalamnya dua rakaat, baginya sama dengan
pahala umrah.” (Sunan Ibn Majah)
9. Menjadi pribadi yang jauh
lebih sabar
Menjalankan puasa Ramadhan sambil
melaksanakan umroh merupakan ibadah yang memerlukan kesabaran yang lebih besar
dibandingkan ibadah lainnya. Selain harus menjaga diri dari hal-hal yang
membatalkan puasa, kita juga harus menjaga diri untuk melaksanakan umroh sesuai
dengan tata cara pelaksanaannya dan syarat sah puasa Ramadhan serta rukun puasa
Ramadhan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman,
رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ
وَمَا بَيۡنَہُمَا فَٱعۡبُدۡهُ وَٱصۡطَبِرۡ لِعِبَـٰدَتِهِۦۚ هَلۡ تَعۡلَمُ لَهُ ۥ
سَمِيًّ۬ا
Artinya, “Rabb (yang menguasai)
langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya maka sembahlah Dia dan
bersabarlah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang
sama dengan Dia (yang patut disembah)?’’ (Q.S. Maryam : 65).
10. Wafat saat umroh mendapat
pahala hingga kiamat
Sebagaimana dijelaskan oleh Abu
Hurairah radhiallaahu anhu, beliau berkata: Rasulullah shalallaahu alaihi
wasalam bersabda, “Barangsiapa keluar dalam melaksanakan haji lalu ia mati,
niscaya dicatat baginya pahala seorang haji hingga hari kiamat. Barangsiapa
keluar dalam melaksanakan umrah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala
seorang yang melaksanakan umrah sampai hari kiamat, dan barangsiapa keluar
dalam berperang dijalan Allah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala
seorang yang berperang dijalan Allah sampai hari kiamat.”
Wafat saat umroh di bulan
Ramadhan berarti ia wafat dalam keadaan melaksanakan dua ibadah sekaligus
sehingga pahala yang ia dapatkan hingga kiamat juga menjadi dua pahala ibadah
sekaligus, yakni umroh dan puasa. Dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu,
Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang orang yang
meninggal dalam kondisi beramal,
مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا
ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ تَصَدَّقَ
بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Siapa yang menyatakan Laa ilaaha
illallah ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan ikrar
ini, maka dia masuk surga. Siapa yang berpuasa dengan ikhlas mengharap wajah
Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan puasa ini, maka dia masuk surga. Siapa
yang sedekah dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya
dengan sedekah ini, maka dia masuk surga.” (HR. Ahmad 23324 dan dishahihkan
Syuaib al-Arnauth).
Untuk informasi lebih lanjut dan
info pendaftaran umroh hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : al-umroh.com
Terimakasih.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar