Manfaat umroh di usia muda
Pergi ke Tanah Suci bukan sekadar
ibadah dan ziarah saja, beberapa orang bahkan menyebutnya sebagai “perjuangan”
sebab perjalanan ini membutuhkan tenaga yang tidak bisa dibilang
ringan.Perjalanan dari tanah air ke Madinah ke Mekkah yang cukup panjang akan menguras
tenaga.
Di tanah suci pun energimu akan
“diperas” sedemikian rupa. Tawaf mengelilingi Ka’bah, berlari-lari kecil dalam
proses Tawaf, bolak-balik untuk Sa’i di Bukit Shofa-Marwah, sampai berdesakan
demi memenyentuh Hajar Aswat membutuhkan energi yang tidak sedikit. Belum lagi
urusan makanan yang membuat banyak orang yang sudah berumur mengernyitkan dahi.
Urusan energi dan adaptasi lidah
akan lebih mudah teratasi, jika kamu memilih pergi ke tanah suci selagi muda.
Dengan semangat adventurer dan energi yang melimpah, ibadah yang melibatkan
aktivitas fisik dalam porsi besar pun akan makin terasa mudah.
Ibadah umroh tidak hanya bisa
dilakukan oleh orang tua saja, melainkan usia muda juga bisa. Bahkan, ada
banyak manfaat jika kita melakukan umroh saat usia masih muda. Berikut ini
manfaat umroh di usia muda.
1. Mengasah Jiwa Petualang
Jiwa muda adalah jiwa petualang. Tidak jarang mereka yang
masih berusia muda ingin merasakan sensasi umroh murah tanpa biro umroh atau
lebih popular dengan istilah umroh backpacker. Jika mengikuti prosedur standar,
beribadah umroh dari Indonesia seharusnya melewati agen travel atau biro umroh
resmi yang mendapatkan izin dari Kementrian Agama. Hal ini diakibatkan karena
visa umroh tidak dapat didaftarkan secara perseorangan. Namun Anda tetap bisa mengatur sendiri penggunaan tiket
pesawat dan akomodasi hotel selama di Tanah Suci.
Banyak jalan menuju Tanah Suci yang sekaligus mengembangkan
semangat jiwa petualang yang positif. Akan lebih baik lagi jika pesawat Anda
transit di negara ketiga, yang merupakan bandara asal maskapai tersebut. Selain
harga tiketnya murah, Anda bisa menikmati ekstra perjalanan.
2. Memiliki Kemampuan Fisik yang Lebih Fit dan
Prima
Mayoritas kegiatan ibadah umroh memerlukan kekuatan fisik.
Misalnya, ibadah thawaf dan sai. Saat thawaf Anda harus mengelilingi Ka’bah
selama tujuh putaran. Belum lagi jumlah jamaah yang sangat banyak, sudah pasti anda
akan berdesak-desakan.
Ibadah sai mengharuskan anda berlari-lari kecil dari shafa
dan marwah sebanyak tujuh kali. Sudah pasti kedua ibadah itu banyak menguras
tenaga.
Keadaan cuaca di Tanah Suci pun harus menjadi pertimbangan
kita. Kita harus mempunyai tenaga lebih ekstra lagi, jika dihadapkan pada cuaca
yang sangat panas maupun dingin yang ekstrim. Tak heran jika banyak jamaah
umroh lansia yang sering merasa kelelahan. Jika usia kita masih muda, tenaga
kita masih fit dan prima. Insya Allah beribadah umroh pun akan lebih maksimal.
3. Menyumbang Tenaga
Saat berada di Tanah Suci, maupun dalam rombongan satu
travel, pasti anda melihat banyak sekali jama’ah umroh yang sudah berusia
lanjut maupun anak-anak. Di sinilah tenaga kita dapat kita sumbangkan pada
mereka, jika mereka mengalami kesulitan. Selain pahala umroh, anda mendapatkan
pahala sedekah karena membantu orang lain. Anda bisa membawakan tas/koper,
menuntun orang tua saat kesulitan berjalan, atau mengajak bercanda anak kecil
yang sedang menangis.
Para jamaah yang lanjut usia pasti kondisi mereka kadang
sudah tidak fit dan butuh bantuan untuk menjalankan tawaf atau mencari tempat
sholat. Kamu yang masih sehat bisa menyalurkan energimu untuk mereka yang
membutuhkan. Menyalurkan energi positif kepada orang lain tentu tak akan
membuatmu merugi.
4. Melihat Orang dengan Ketaatan yang Tinggi
pada Allah SWT
Ada banyak ilmu yang bisa diambil dari perjalananmu ke Tanah
Suci. Di sana kamu bisa melihat dengan mata kepala sendiri, bahwa keimanan tak
harus mengganggu kehidupan sehari-hari. Pedagang yang meninggalkan barang
dagangan saat adzan berkumandang adalah bukti bahwa pekerjaan justru bisa
berkembang selama tak meninggalkan perintah Tuhan. Pada titik inilah kita
sangat dekat dengan Allah SWT.
Kemudian mereka bergegas ke masjid untuk sembahyang. Sungguh
pemandangan yang indah, menakjubkan, dan menyejukkan hati
Atau bagaimana pedagang-pedagang Arab sedikit fasih
berbahasa Indonesia. Tanda meninggikan derajat tamu dan menunaikan perintah
belajar yang jadi tiang agama paling utama. Bangunan Ka’bah yang kini telah
dikelilingi fasilitas modern dan megah juga menunjukkan bahwa ada sisi-sisi
dalam keyakinan yang harus mengikuti perkembangan zaman, dan berubah.
Saat berada di Tanah Suci, Anda akan terharu melihat begitu
banyak umat Nabi Muhammad SAW beribadah bersama kepada Allah SWT. Banyak dari
mereka yang mengeluarkan air mata saat beribadah maupun berdoa.
5. Memohon Jodoh dan Masa Depan yang Lebih
Cerah
Perihal jodoh adalah salah satu doa yang tidak terlewatkan
bagi yang belum menikah. Yang kedua adalah kehidupan yang lebih baik.
Bisa mendapatkan masa depan yang baik adalah harapan yang
terus dipanjatkan oleh pribadi-pribadi seumur kita di seluruh dunia. Di tengah
ketidak tahuan atas apa yang akan terjadi di masa depan, pergi ke tanah suci
membuatmu bisa curhat pada Ia yang paling tepat.
Di sana kamu bisa langsung berdoa di depan Ka’bah, bahkan
berusaha menyentuh Hajar Aswat yang konon dipercaya bisa melancarkan upaya
permohonan doa. Ketenangan hati yang didapatkan pasca mengunjungi tanah suci
harusnya bukan untuk mereka yang sudah berumur saja.
Kamu yang masih muda, dengan segala ambisi dan keinginan,
justru lebih membutuhkannya.
Di usia muda, apa yang paling membuat hati bimbang selain
soal perkara jodoh? Di usia muda yang mendekati dewasa ini, mulai muncul
keinginan untuk mendapatkan si dia yang bisa setia mendampingi. Dia, yang bisa
jadi tempat berbagi.
Pergi ke tanah suci adalah upaya terbaik untuk mengajukan
permohonan perkara jodoh. Di Jabal Rahma, tempat yang dipercaya sebagai tempat
bertemunya Adam dan Hawa kamu bisa meminta agar diberi jodoh yang baik dan
cocok untukmu.
6. Sarat Pengalaman Hidup dan Ilmu
Perjalananmu ke Tanah Suci semakin membuka matamu tentang
pilihan-pilihan hidup. Berdesakan ketika thawaf, bolak-balik di Bukit
Shofa-Marwah saat Sa’i, sampai melaksanakan shalat di Masjid Nabawi membuatmu
sadar bahwa manusia memang hanya setitik kecil yang lebih sering tak punya
daya.
Selepas pulang dari Tanah suci itu kamu akan jadi orang yang
lebih bijaksana. Tidak ada gunanya mempertahankan keyakinan sampai membuat otot
leher tegang. Bahkan kini bangunan mall di dekat Masjid Nabawi digunakan untuk
sholat saat masjid terlalu penuh. Perubahan dan perbedaan tak perlu membuat
kita mengumbar peluh.
Dan karena kamu masih muda, waktumu masih panjang dan lebih
leluasa mengaplikasikan amalan ilmu yang kamu dapat di Tanah Suci. Kamu juga
dapat membaginya untuk orang-orang lain di sekitarmu.
Setelah perjalanan ibadah umroh yang panjang dan melelahkan,
tentu akan memberi kita banyak pengalaman dan ilmu yang berguna bagi diri kita
dan orang lain. Setiap perjalanan yang kita lakukan, langkah demi langkah, akan
memberikan cerita yang menginspirasi bagi orang lain. Dengan pengalaman dan
ilmu ini pula, kita bisa mengubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik
lagi.
Jika Anda masih muda dan mampu secara fisik, mental, dan
finasial, maka tidak ada lagi yang menghalangi diri untuk segera melaksanakan
ibadah umroh. jangan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang ada untuk
beribadah. Alloh SWT melipatgandakan rezeki, jika kita berangkat ke Tanah Suci
dengan hati yang ikhlas, semata-mata karena-Nya.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi mereka yang berencana segera melakukan Umrah. Semoga Allah (SWT) menerima doa dan amalan baikmu. Amin!
Untuk siapa saja yang berminat melaksanakan umroh kami menyediaan layanan umroh murah untuk seluruh daerah khususnya daerah Rawamerta-Karawang.
Untuk informasi pembayaran dan pemberangkatan dapat langsung menghubungi kantor kami “MULYAUMROH”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar