Senin, 03 Desember 2018

Manfaat Umroh di usia muda


Manfaat umroh di usia muda


Pergi ke Tanah Suci bukan sekadar ibadah dan ziarah saja, beberapa orang bahkan menyebutnya sebagai “perjuangan” sebab perjalanan ini membutuhkan tenaga yang tidak bisa dibilang ringan.Perjalanan dari tanah air ke Madinah ke Mekkah yang cukup panjang akan menguras tenaga.
Di tanah suci pun energimu akan “diperas” sedemikian rupa. Tawaf mengelilingi Ka’bah, berlari-lari kecil dalam proses Tawaf, bolak-balik untuk Sa’i di Bukit Shofa-Marwah, sampai berdesakan demi memenyentuh Hajar Aswat membutuhkan energi yang tidak sedikit. Belum lagi urusan makanan yang membuat banyak orang yang sudah berumur mengernyitkan dahi.
Urusan energi dan adaptasi lidah akan lebih mudah teratasi, jika kamu memilih pergi ke tanah suci selagi muda. Dengan semangat adventurer dan energi yang melimpah, ibadah yang melibatkan aktivitas fisik dalam porsi besar pun akan makin terasa mudah.
Ibadah umroh tidak hanya bisa dilakukan oleh orang tua saja, melainkan usia muda juga bisa. Bahkan, ada banyak manfaat jika kita melakukan umroh saat usia masih muda. Berikut ini manfaat umroh di usia muda.
1.       Mengasah Jiwa Petualang
Jiwa muda adalah jiwa petualang. Tidak jarang mereka yang masih berusia muda ingin merasakan sensasi umroh murah tanpa biro umroh atau lebih popular dengan istilah umroh backpacker. Jika mengikuti prosedur standar, beribadah umroh dari Indonesia seharusnya melewati agen travel atau biro umroh resmi yang mendapatkan izin dari Kementrian Agama. Hal ini diakibatkan karena visa umroh tidak dapat didaftarkan secara perseorangan. Namun Anda  tetap bisa mengatur sendiri penggunaan tiket pesawat dan akomodasi hotel selama di Tanah Suci.
Banyak jalan menuju Tanah Suci yang sekaligus mengembangkan semangat jiwa petualang yang positif. Akan lebih baik lagi jika pesawat Anda transit di negara ketiga, yang merupakan bandara asal maskapai tersebut. Selain harga tiketnya murah, Anda bisa menikmati ekstra perjalanan.
2.       Memiliki Kemampuan Fisik yang Lebih Fit dan Prima
Mayoritas kegiatan ibadah umroh memerlukan kekuatan fisik. Misalnya, ibadah thawaf dan sai. Saat thawaf Anda harus mengelilingi Ka’bah selama tujuh putaran. Belum lagi jumlah jamaah yang sangat banyak, sudah pasti anda akan berdesak-desakan.
Ibadah sai mengharuskan anda berlari-lari kecil dari shafa dan marwah sebanyak tujuh kali. Sudah pasti kedua ibadah itu banyak menguras tenaga.
Keadaan cuaca di Tanah Suci pun harus menjadi pertimbangan kita. Kita harus mempunyai tenaga lebih ekstra lagi, jika dihadapkan pada cuaca yang sangat panas maupun dingin yang ekstrim. Tak heran jika banyak jamaah umroh lansia yang sering merasa kelelahan. Jika usia kita masih muda, tenaga kita masih fit dan prima. Insya Allah beribadah umroh pun akan lebih maksimal.
3.       Menyumbang Tenaga
Saat berada di Tanah Suci, maupun dalam rombongan satu travel, pasti anda melihat banyak sekali jama’ah umroh yang sudah berusia lanjut maupun anak-anak. Di sinilah tenaga kita dapat kita sumbangkan pada mereka, jika mereka mengalami kesulitan. Selain pahala umroh, anda mendapatkan pahala sedekah karena membantu orang lain. Anda bisa membawakan tas/koper, menuntun orang tua saat kesulitan berjalan, atau mengajak bercanda anak kecil yang sedang menangis.
Para jamaah yang lanjut usia pasti kondisi mereka kadang sudah tidak fit dan butuh bantuan untuk menjalankan tawaf atau mencari tempat sholat. Kamu yang masih sehat bisa menyalurkan energimu untuk mereka yang membutuhkan. Menyalurkan energi positif kepada orang lain tentu tak akan membuatmu merugi.
4.       Melihat Orang dengan Ketaatan yang Tinggi pada Allah SWT
Ada banyak ilmu yang bisa diambil dari perjalananmu ke Tanah Suci. Di sana kamu bisa melihat dengan mata kepala sendiri, bahwa keimanan tak harus mengganggu kehidupan sehari-hari. Pedagang yang meninggalkan barang dagangan saat adzan berkumandang adalah bukti bahwa pekerjaan justru bisa berkembang selama tak meninggalkan perintah Tuhan. Pada titik inilah kita sangat dekat dengan Allah SWT.
Kemudian mereka bergegas ke masjid untuk sembahyang. Sungguh pemandangan yang indah, menakjubkan, dan menyejukkan hati
Atau bagaimana pedagang-pedagang Arab sedikit fasih berbahasa Indonesia. Tanda meninggikan derajat tamu dan menunaikan perintah belajar yang jadi tiang agama paling utama. Bangunan Ka’bah yang kini telah dikelilingi fasilitas modern dan megah juga menunjukkan bahwa ada sisi-sisi dalam keyakinan yang harus mengikuti perkembangan zaman, dan berubah.
Saat berada di Tanah Suci, Anda akan terharu melihat begitu banyak umat Nabi Muhammad SAW beribadah bersama kepada Allah SWT. Banyak dari mereka yang mengeluarkan air mata saat beribadah maupun berdoa.
5.       Memohon Jodoh dan Masa Depan yang Lebih Cerah
Perihal jodoh adalah salah satu doa yang tidak terlewatkan bagi yang belum menikah. Yang kedua adalah kehidupan yang lebih baik.
Bisa mendapatkan masa depan yang baik adalah harapan yang terus dipanjatkan oleh pribadi-pribadi seumur kita di seluruh dunia. Di tengah ketidak tahuan atas apa yang akan terjadi di masa depan, pergi ke tanah suci membuatmu bisa curhat pada Ia yang paling tepat.
Di sana kamu bisa langsung berdoa di depan Ka’bah, bahkan berusaha menyentuh Hajar Aswat yang konon dipercaya bisa melancarkan upaya permohonan doa. Ketenangan hati yang didapatkan pasca mengunjungi tanah suci harusnya bukan untuk mereka yang sudah berumur saja.
Kamu yang masih muda, dengan segala ambisi dan keinginan, justru lebih membutuhkannya.
Di usia muda, apa yang paling membuat hati bimbang selain soal perkara jodoh? Di usia muda yang mendekati dewasa ini, mulai muncul keinginan untuk mendapatkan si dia yang bisa setia mendampingi. Dia, yang bisa jadi tempat berbagi.
Pergi ke tanah suci adalah upaya terbaik untuk mengajukan permohonan perkara jodoh. Di Jabal Rahma, tempat yang dipercaya sebagai tempat bertemunya Adam dan Hawa kamu bisa meminta agar diberi jodoh yang baik dan cocok untukmu.
6.       Sarat Pengalaman Hidup dan Ilmu
Perjalananmu ke Tanah Suci semakin membuka matamu tentang pilihan-pilihan hidup. Berdesakan ketika thawaf, bolak-balik di Bukit Shofa-Marwah saat Sa’i, sampai melaksanakan shalat di Masjid Nabawi membuatmu sadar bahwa manusia memang hanya setitik kecil yang lebih sering tak punya daya.
Selepas pulang dari Tanah suci itu kamu akan jadi orang yang lebih bijaksana. Tidak ada gunanya mempertahankan keyakinan sampai membuat otot leher tegang. Bahkan kini bangunan mall di dekat Masjid Nabawi digunakan untuk sholat saat masjid terlalu penuh. Perubahan dan perbedaan tak perlu membuat kita mengumbar peluh.
Dan karena kamu masih muda, waktumu masih panjang dan lebih leluasa mengaplikasikan amalan ilmu yang kamu dapat di Tanah Suci. Kamu juga dapat membaginya untuk orang-orang lain di sekitarmu.
Setelah perjalanan ibadah umroh yang panjang dan melelahkan, tentu akan memberi kita banyak pengalaman dan ilmu yang berguna bagi diri kita dan orang lain. Setiap perjalanan yang kita lakukan, langkah demi langkah, akan memberikan cerita yang menginspirasi bagi orang lain. Dengan pengalaman dan ilmu ini pula, kita bisa mengubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Jika Anda masih muda dan mampu secara fisik, mental, dan finasial, maka tidak ada lagi yang menghalangi diri untuk segera melaksanakan ibadah umroh. jangan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang ada untuk beribadah. Alloh SWT melipatgandakan rezeki, jika kita berangkat ke Tanah Suci dengan hati yang ikhlas, semata-mata karena-Nya.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi mereka yang berencana segera melakukan Umrah. Semoga Allah (SWT) menerima doa dan amalan baikmu. Amin!
Untuk siapa saja yang berminat melaksanakan umroh kami menyediaan layanan umroh murah untuk seluruh daerah khususnya daerah Rawamerta-Karawang.


Untuk informasi pembayaran dan pemberangkatan dapat langsung menghubungi kantor kami “MULYAUMROH”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERBEDAAN UMROH DAN HAJI

Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia yang memiliki banyak ragam budaya, agama, ras, suku, dll. Tapi berbicara soal ...