Sabtu, 08 Desember 2018

RAUDHAH

KEUTAMAAN RAUDHAH


jamaah dari seluruh dunia berlomba-lomba untuk berdoa di Raudhah. Apa sebenarnya Raudhoh itu? Apa pula keutamaannya?
Raudhah itu artinya “taman’ yang menggambarkan kesejukan dan kenikmatan. Raudhah yang dimaksud di sini tentu adalah area antara rumah dengan mimbar Nabi sebagaimana hadis shahih Riwayat Bukhari “maa baina baitii wa minbarii raudhoh min riyaadhil jannah, wa minbari ‘alaa haudhii” (antara rumahku dan mimbarku adalah raudhoh (yaitu) taman dari surga, dan mimbarku di atas kolam).
Status “taman surga” inilah yang memotivasi jamaah untuk berburu tempat di depan kiri Masjid Nabawi ini. Shalat dan berdoa.

 Do’a - do’a saat berada di Raudhah

”Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad”
Yang artinya : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya”.

“Allâhumma inna hâdzihi rawdhatun min riyâdhi jannatika, wa syu`batun min syu`abi rahmatika allatî dzakarahâ rasûluka, wa abâna `an fadhlihâ, wa syarafit ta`abbudi laka fîha, faqad ballaghtanîhâ fi salâmati nafsi”.
Yang artinya : “Ya Allah, sesungguhnya raudhah ini adalah taman dari taman-taman surgaMu dan bagian dari cabang-cabang rahmat-Mu sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Rasul-Mu, tentang keutamaannya dan kemuliaan beribadah kepada-Mu di dalamnya. Engkau telah menyampaikan aku ke tempat yang mulia ini dalam keadaan selamat”.ِ

“Falakal hamdu yâ Sayyidî `ala `azhîmi ni`matika `alayya fi dzâlika, wa `alâ mâ razaqtanîhi min thâ`atika, wa thalabi mardhâtika, wa ta`zhîmi hurmati nabiyyika biziyarati qabrihi, wat taslîma `alayhi, wat taraddudi fî masyâhidihi wa mawâqifihi”.

Yang artinya : “Duhai Junjunganku, segala puji bagi-Mu atas semua nikmat-Mu yang agung yang Engkau karuniakan kepadaku, ketaatan pada-Mu yang Engkau anugerahkan kepadaku, dan kesempatan yang Engkau berikan kepadaku untuk mencari ridha-Mu; untuk mengagungkan kemuliaan Nabi-Mu dengan berziarah ke kuburnya, menyampaikan salam kepadanya dan mendatangi tempat-tempat kesyahidan dan meninggalan-peninggalan yang bersejarah”.

“Falakal hamdu yâ Mawlâya hamdan yantazhimu bihi mahâmidu hamlati `arsyika wa sukkâni samâwâtika laka, wa yaqshuru `anhu hamdu man madhâ, wa yafdhulu hamda man baqiya min khalqika laka”.

Yang artinya : “Duhai Jubjnganku, Segala puji bagi-Mu, pujian yang disampaikan oleh para Malaikat pemikul arasy-Mu, pujian para penghuni langit-Mu, pujian yang kesempurnaannya yang tak sanggup disampaikan oleh orang-orang terdahulu, tapi Engkau karuniakan kepada Rasulullah saw dan umatnya”.

”Wa lakal hamdu yâ Mawlâya hamda man `arafal hamda wat tawfîqa lilhamdi minka, hamdan yamalu mâ khalaqta wa yablughu haytsu mâ aradtu, wala yahjubu `anhu wala yanqadhî dûnaka, wa yablughu ridhâka, wala yablughu âkhirahu awâilu mahâmidi khalqika laka. Wa lakal hamdu mâ `araftul hamda”.

Yang artinya : “Segala puji bagi-Mu, pujian orang yang mengenal pujian pada-Mu, yang mendapat bimbingan untuk memuji-Mu, pujian yang memenuhi segala ciptaan-Mu, pujian yang menyampaikanku pada cita-citaku, pujian yang tidak menghijabiku dari-Mu, pujian yang tak akan mampu dicapai tanpa-Mu, pujian yang mencapai ridha-Mu, pujian yang puncaknya tak sanggup dicapai oleh makhluk-Mu yang terdahulu. Segala puji bagi-Mu, pujian yang aku kenal pujanya”.

“Yâ Bâqiyal `izzi wal `azhamati, wa Dâimas sulthâni wal qudrati, wa Syadîdal bathsyi wal quwwati, Nafidzal amri wal irâdati, wa wâsi`ar rahmati wal maghfirati, wa Rabbad dun-yâ wal âkhirati”.

Yang artinya : “Wahai Yang Kekal kemuliaan dan keagungan-Nya,Yang Abadi kekuasaan dan kemampuan-Nya, Yang Sangat keras siksa dan kekuatan-Nya, Yang Pasti terlaksana perintah dan kehendak-Nya, Yang Maha Luas rahmat dan ampunan-Nya, wahai Tuhan (Pemelihara) dunia dan akhirat”.

“Kam min ni`matin laka `alayya yaqshuru `an aysarihâ hamdî, wala yablughu adnâhâ syukrî. Wa kam min shanâi`a minka ilayya lâ yuhîthu bikatsîrihâ wahmî, walâ yuqayyiduhâ fikrî”.

Yang artinya : “Betapa banyak nikmat yang Engkau karuniakan kepadaku, sehingga aku tak sanggup dan tak mudah menyampaikan pujian pada-Mu, dan tak akan berimbang dengan rendahnya rasa syukurku kepada-Mu. Betapa banyak karunia yang Engkau curahkan kepadaku, sehingga keinginanku tak sanggup menjangkaunya, dan pikiranku tak mampu membatasinya”.

“Allâhumma shalli `alâ nabiyyika al-mushthafâ baynal bariyyati thiflan wa khayrihâ syâban wa kahlan athharil muthahharîna syimatan, wa ajwadil mustamirrina dîmatan, wa a`zhamil khalqi jurtsûmatan alladzi awdhahta bihid dilâlati, wa aqamta bihir risâlati, wa khatamta bihin nubuwwâti, wa fatahta bihil khayrati, wa azhhartahu mazhharan, wabta`atstahu nabiyyan wa hadiyan amînan mahdiyan, wa dâ`iyan ilayka wa dâlan `alayka, wa hujjatan bayna yadayka”.

Yang artinya : “Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Nabi-Mu, manusia pilihan-Mu pada masa kecilnya, masa muda dan masa tuanya; paling suci dari semua yang disucikan, paling dermawan dari semua manusia yang dermawan, paling mulia dari semua makhluk yang Kau ungkapkan asal-usulnya,
Dengannya Engkau tegakkan seluruh risalah-Mu, Engkau akhiri semua nubuwah-Mu, Engkau bukakan semua kebaikan, Engkau perjelas semua yang tampak. Engkau utus dia sebagai Nabi dan pembimbing yang terpecaya, pemandu dan penuntun menuju-Mu dan hujjah di hadapan-Mu”.

“Allahumma shalli `alal mu`tashimîna min `itratihi, wath-thayyibîna min usratihi, wa syarrif ladayka bihi manâsilahum, wa `azhzhim `indaka marâtibahum, waj`al fir rafîqil a`lâ majâlisahum, warfa’ ilâ qurbi rasûlika darajâtihim, wa tammim biliqâihi surûrahum, wa waffir bimakanihi unsahum”.

Yang artinya : “Ya Allah, sampaikan shalawat kepada orang-orang yang disucikan dari keturunannya, orang-orang baik dari keluarganya. Dengan Rasul-Mu muliakan kedudukan mereka di sisi-Mu, agungkan derajat mereka di sisi-Mu, jadikan majlis mereka berada di tempat yang tinggi dan mulia, tinggikan derajat mereka di sisi Rasul-Mu, sempurnakan kebahagiaan mereka dalam perjumpaan dengan Rasul-Mu, dan sempurnakan kebahagiaan mereka dengan kedudukannya”.
(kitab Nubdzah min Asraril Hajj)

Di dalam Raudhah terdapat enam tiang bersejarah, yaitu
  1. "Tiang utusan" yang digunakan nabi dahulu sebagai tempat menerima utusan yang datang.
  2.  "Tiang pengawal" Tempat berdirinya para pengawal nabi.
  3. "Tiang tempat tidur" yang merupakan tempat nabi tidur selama i'tikaf.
  4. "Tiang abu lubabah" yaitu tiang tempat abu lubabah mengikatkan diri karna menyesal telah membocorkan rahasia kepada orang yahudi.
  5.  "Tiang Aisyah" yang diyakini ditunjuk aisyah sebagai tempat Rosulullah SAW mengimami shalat berjamaah.
  6. "Tiang Mukholaqoh" yaitu tempat bersandar nabi ke batang pohon kurma saat khutbah jum'at.


Di samping itu di Raudhoh ada juga “Mihrab Nabi”. Adapun Rumah Nabi berdampingan dengan Masjid. Kini rumah ini menjadi makam Rasulullah SAW beserta dua shahabatnya Abubakar Shiddiq dan Umar Ibnul Khattab.   

Secara khusus tidak ditemukan dalil tentang keutamaan shalat atau berdo’a di Raudhoh selain pernyataan Rosulullah SAW dalam Hadits Riwayat Bukhori di atas. Namun fakta yang terjadi tempat antara “rumah” dan “mimbar” ini telah menjadi “rebutan jama’ah” yang fenomenal. Rumah adalah tempat bernaung dan beristirahat. Tempat elemen keluarga membina harmoni berumah tangga. Suami dan istri saling mencintai dan menyayangi sambil membesarkan putera dan puteri buah hati keduanya.

Sementara Mimbar adalah arena perjuangan. Dari mimbar diserukan ajakan untuk beriman kepada Allah, beribadah dengan tekun, dan berjuang memuliakan agama Allah. Dari mimbar Nabi membangun negeri agar warganya sejahtera dan berkah dalam limpahan rahmah dari Allah. Mencegah perilaku rendah dan nista yang menyebabkan mereka menerima murka dan adzab. Mimbar adalah tempat untuk melakukan perjuangan da’wah. Antara “rumah” dan “mimbar” ada “taman surga”.
Semangat jamaah untuk shalat dan berdo’a di Raudhoh memang hal yang bagus dan wajar,  asal saja mereka tidak saling menyakiti. Areanya terbatas. Kunci keberhasilan ibadah dan kabulnya doa bukan semata ditentukan oleh tempat tertentu seperti Raudhah, akan tetapi di bagian manapun dari Masjid Nabawi kita beribadah, insya Allah menjadi tempat yang baik dan makbul do’a. Syaratnya kita beribadah atau berdoa dengan  tatacara yang benar dan dengan kekhusyuan yang tinggi.

Sekian artikel saya mengenai hal ini, semoga bermanfaat untuk kalian semua terimakasih.
Agar umroh anda berjalan lancar pilihlah agen umroh yang amanah, dan insya allah Travel umroh Al-umroh Karawang siap mengantar umroh anda dengan aman, nyaman, dan amanah tentunya. Dengan alhijaz Indowisata banyak sekali paket umroh menarik untuk anda semua.

TANYA SAJA, Meskipun nantinya anda umroh dengan yang lain
JAPRI SAJA, meskipun anda mau buat paspornya buat umroh di travel sebelah
WA SAJA, meskipun anda cuma mau kepoin paket umroh yang selalu kujual murah
TLPON SAJA, meskipun nantinya yang anda obrolin hanya buat menambah wawasan anda bahwa paket umroh Al-umroh karawang itu lebih murah dan anda tetep pergi pake yang lain.
Jangan sungkan sungkan ya, Boleh kok. Karena bagi saya....
Rizki itu selalu mengikuti prasangka dan usaha, dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan anda, saya sedang membuat anda mengenal al-umroh Karawang.
Apalagi buat anda yang masih berjuang keras kapan tiba di Baitullah. Inshaallah pengalaman Alhijaz Indowisata bisa jadi penyemangat dan ilmu untuk anda. Mungkin andau ingin umroh bareng Alhijaz Indowisata?, tapi klo anda umroh karena termotivasi setelah ngobrol staf kantor kami, setidaknya secara tak sengaja anda mengalirkan pahala pada Al-umroh. Dan itu adalah sesuatu yang tak bisa dibeli dengan uang.
itu sebabnya Kami akan tetap baik2 saja meskipun anda hanya sekedar ingin tahu saja 😁

Mau tanya2 soal Umroh Mandiri yang Bisa Hemat budget kamu ???
Segera hubungi kami !
Info dan Pendaftaran

0856-9281-9898 (telp / wa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERBEDAAN UMROH DAN HAJI

Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia yang memiliki banyak ragam budaya, agama, ras, suku, dll. Tapi berbicara soal ...