Sesudah melakukaan ibadah umroh di mekkah para jamaah juga ingin beribadah ke tempat bersejarah lain nya yang pernah di kunjungi oleh Rosulullah SAW. Selain Jabal Tsur ada salah satu Gunung yang juga mempunyai
sejarah penting dalam sejarah Umat Islam, yakni Jabal Nur. Dalam arti bahasa
Jabal Nur adalah Bukit atau Gunung yang bercahaya, dalam sejarah dikisahkan
Jabal Nur menjadi tempat dimana Rasulullah SAW mendapatkan Wahyu pertama dari
Allah yang disampaikan oleh Malaikat Jibril saat Rasulullah sedang khalwat atau
menyendiri di Gua Hira.
Saat jamaah Umroh maupun Haji menggunakan Travel al-umrohkarawang dan datang ke tanah suci, rasanya kurang lengkap bila tidak
mengunjungi dan berziarah ke Jabal Nur dan Gua Hira, Jabal Nur dan Gua Hira
menjadi tempat yang wajib anda kunjungi, karena disini anda bisa merasakan
langsung suasana indah kota mekkah dan belajar langsung tentang sejarah islam.
Dengan datang langsung, kita menjadi lebih mencintai dan menghormati sejarah
Islam.
Sejarah Jabal Nur adalah saat itu Nabi Muhammad SAW sedang
berada di dalam Gua Hira, salah satu gua di Jabal Nur. Ini adalah gua kecil
dengan panjang 3,5 meter dan lebar 1,5 meter, serta letaknya berada 4 meter
dari atas bagian puncak gunungnya.
Jabal Nur mempunyai tempat tersendiri di hari Rasulullah
SAW, Nabi Muhammad SAW sudah sejak lama suka datang ke Gua Hira untuk
menyendiri. Nabi Muhammad SAW sering menenangkan pikiran di sana, hingga suatu
hari wahyu tersebut turun melalui malaikat Jibril. Setelah wahyu pertama turun,
lalu Nabi Muhammad SAW melalui serangkaian proses panjang menjadi nabi dan
rasul hingga Isra dan Miraj.
Tak heran, umat Muslim menyebut gunung tersebut dengan
sebutan Jabal Nur atau gunung yang bercahaya. Turunnya wahyu dari Allah ke Nabi
Muhammad, adalah titik awal cahaya Islam yang terus menerus benderang hingga
kini.
Oleh sebab itu, Jabal Nur tak pernah sepi dari kedatangan
para jamaah haji tiap tahunnya. Tak hanya saat haji, Jabal Nur hampir dipenuhi
para umat Muslim tiap harinya.
Akan tetapi sangat disayangkan, pada tanggal 19 April Kementerian
Haji Arab Saudi melarang jemaah haji dan umroh mengunjungi beberapa lokasi
bersejarah. Jika jemaah tetap ingin berkunjung ke tempat-tempat tersebut, maka
harus mendapatkan izin otoritas Saudi.
Lokasi yang terlarang antara lain Ladang Kurma di Madinah,
Kawasan Halimatus Sa'diah, Masjid Kuu' dan Masjid Ibnu Abbas di Taif, Masjid
Siti Rahmah atau Masjid Terapung di Jeddah, Jabal Tsur, Jabal Nur, dan Gua Hira
di Mekah.
Bagi larangan yang diterbitkan pada Kamis 19 April itu
dilanggar, maka biro perjalanan haji atau umroh yang memberangkatkan jemaah
bakal kena denda 5.000 riyal, atau sekitar Rp18,5 juta.
Menurut Mastuki, aturan Kementerian Haji Saudi itu bakal
disampaikan kepada jemaah umroh melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah
(PPIU). Sementara untuk jemaah haji, aturan baru disampaikan saat manasik sebelum
berangkat pada 17 Juli 2018.
Seperti dilansir laman Malaysia, Siakapkeli, larangan
berkunjung ke tempat-tempat sejarah itu bertujuan menekan adanya aktivitas yang
tergolong bidah dan khurafat. Selain itu, larangan tersebut untuk mencegah
terjadinya kasus jemaah jatuh dari atas bukit.
Nah, itulah informasi singkat mengenai kisah, keistimewaan
dan sejarah jabal Nur. Semoga Allah SWT melimpahkan Rahmat dan Rejeki pada kita
semua untuk bisa melaksanakan ibadah Umroh dan Haji serta berziarah ke tempat
bersejarah di Makkah dan Madinah khususnya ke Jabal Nur. Aamiin
Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional akan
mendirikan pusat wisatawan di Jabal Nur di Makkah. Komisi tersebut selama ini
telah menjalankan beberapa proyek untuk melestarikan situs-situs penting dalam
sejarah Islam.
Pusat wisatawan ini nantinya akan memiliki pemandu wisata
dan dokumentasi tentang sejarah Jabal Nur dan signifikansinya dalam kehidupan
Nabi Muhammad SAW. Wilayah ini akan memiliki 230 proyek yang didanai dengan
anggaran sebesar 5 miliar real Saudi. Proyek-proyek sangat didukung oleh Raja
Saudi Moh Salman.
Desain arsitektur proyek ini pun sudah selesai. Menurut
catatan sejarah, gunung itu berada di timur laut Masjidil Haram, yakni di Jalan
al-Adl. Tempat itu disebut Jabal al-Nur karena kata nur berarti cahaya dalam
bahasa Arab. Ini juga menandakan ada cahaya yang menimpa Nabi (SAW) ketika ia
beribadah dengan menyendiri di Ghar (Gua) Hira.
Gunung ini setinggi 642 meter dengan kemiringan 380 meter
panjang mencapai 500 meter. Luas puncak gunung adalah 5,2 meter persegi. Gunung
tampak seperti punuk unta. Gua Hira adalah salah satu situs suci paling penting
dalam Islam. Di sinilah Nabi (SAW) mendengar Malaikat Jibril untuk pertama
kalinya dan di mana kenabian dianugerahkan kepadanya.
Komisi telah bekerja untuk merenovasi beberapa tempat suci
di Makkah dan Madinah dan mendokumentasikan sejarahnya. Proyek-proyek telah
diluncurkan untuk mengatur pariwisata Islam di dua kota. Proyek-proyek ini
didukung oleh perusahaan publik dan swasta serta direktorat untuk memastikan
keberlanjutannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar