Minggu, 09 Desember 2018

JABAL NUR

CITY TOUR KE JABAL NUR


Sesudah melakukaan ibadah umroh di mekkah para jamaah juga ingin beribadah ke tempat bersejarah lain nya yang pernah di kunjungi oleh Rosulullah SAW. Selain Jabal Tsur ada salah satu Gunung yang juga mempunyai sejarah penting dalam sejarah Umat Islam, yakni Jabal Nur. Dalam arti bahasa Jabal Nur adalah Bukit atau Gunung yang bercahaya, dalam sejarah dikisahkan Jabal Nur menjadi tempat dimana Rasulullah SAW mendapatkan Wahyu pertama dari Allah yang disampaikan oleh Malaikat Jibril saat Rasulullah sedang khalwat atau menyendiri di Gua Hira.
Saat jamaah Umroh maupun Haji menggunakan Travel al-umrohkarawang dan datang ke tanah suci, rasanya kurang lengkap bila tidak mengunjungi dan berziarah ke Jabal Nur dan Gua Hira, Jabal Nur dan Gua Hira menjadi tempat yang wajib anda kunjungi, karena disini anda bisa merasakan langsung suasana indah kota mekkah dan belajar langsung tentang sejarah islam. Dengan datang langsung, kita menjadi lebih mencintai dan menghormati sejarah Islam.

Sejarah Jabal Nur adalah saat itu Nabi Muhammad SAW sedang berada di dalam Gua Hira, salah satu gua di Jabal Nur. Ini adalah gua kecil dengan panjang 3,5 meter dan lebar 1,5 meter, serta letaknya berada 4 meter dari atas bagian puncak gunungnya.
Jabal Nur mempunyai tempat tersendiri di hari Rasulullah SAW, Nabi Muhammad SAW sudah sejak lama suka datang ke Gua Hira untuk menyendiri. Nabi Muhammad SAW sering menenangkan pikiran di sana, hingga suatu hari wahyu tersebut turun melalui malaikat Jibril. Setelah wahyu pertama turun, lalu Nabi Muhammad SAW melalui serangkaian proses panjang menjadi nabi dan rasul hingga Isra dan Miraj.
Tak heran, umat Muslim menyebut gunung tersebut dengan sebutan Jabal Nur atau gunung yang bercahaya. Turunnya wahyu dari Allah ke Nabi Muhammad, adalah titik awal cahaya Islam yang terus menerus benderang hingga kini.
Oleh sebab itu, Jabal Nur tak pernah sepi dari kedatangan para jamaah haji tiap tahunnya. Tak hanya saat haji, Jabal Nur hampir dipenuhi para umat Muslim tiap harinya.

Akan tetapi sangat disayangkan, pada tanggal 19 April Kementerian Haji Arab Saudi melarang jemaah haji dan umroh mengunjungi beberapa lokasi bersejarah. Jika jemaah tetap ingin berkunjung ke tempat-tempat tersebut, maka harus mendapatkan izin otoritas Saudi.
Lokasi yang terlarang antara lain Ladang Kurma di Madinah, Kawasan Halimatus Sa'diah, Masjid Kuu' dan Masjid Ibnu Abbas di Taif, Masjid Siti Rahmah atau Masjid Terapung di Jeddah, Jabal Tsur, Jabal Nur, dan Gua Hira di Mekah.
Bagi larangan yang diterbitkan pada Kamis 19 April itu dilanggar, maka biro perjalanan haji atau umroh yang memberangkatkan jemaah bakal kena denda 5.000 riyal, atau sekitar Rp18,5 juta.
Menurut Mastuki, aturan Kementerian Haji Saudi itu bakal disampaikan kepada jemaah umroh melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Sementara untuk jemaah haji, aturan baru disampaikan saat manasik sebelum berangkat pada 17 Juli 2018.
Seperti dilansir laman Malaysia, Siakapkeli, larangan berkunjung ke tempat-tempat sejarah itu bertujuan menekan adanya aktivitas yang tergolong bidah dan khurafat. Selain itu, larangan tersebut untuk mencegah terjadinya kasus jemaah jatuh dari atas bukit.

Nah, itulah informasi singkat mengenai kisah, keistimewaan dan sejarah jabal Nur. Semoga Allah SWT melimpahkan Rahmat dan Rejeki pada kita semua untuk bisa melaksanakan ibadah Umroh dan Haji serta berziarah ke tempat bersejarah di Makkah dan Madinah khususnya ke Jabal Nur. Aamiin

Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional akan mendirikan pusat wisatawan di Jabal Nur di Makkah. Komisi tersebut selama ini telah menjalankan beberapa proyek untuk melestarikan situs-situs penting dalam sejarah Islam.
Pusat wisatawan ini nantinya akan memiliki pemandu wisata dan dokumentasi tentang sejarah Jabal Nur dan signifikansinya dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Wilayah ini akan memiliki 230 proyek yang didanai dengan anggaran sebesar 5 miliar real Saudi. Proyek-proyek sangat didukung oleh Raja Saudi Moh Salman.
Desain arsitektur proyek ini pun sudah selesai. Menurut catatan sejarah, gunung itu berada di timur laut Masjidil Haram, yakni di Jalan al-Adl. Tempat itu disebut Jabal al-Nur karena kata nur berarti cahaya dalam bahasa Arab. Ini juga menandakan ada cahaya yang menimpa Nabi (SAW) ketika ia beribadah dengan menyendiri di Ghar (Gua) Hira.
Gunung ini setinggi 642 meter dengan kemiringan 380 meter panjang mencapai 500 meter. Luas puncak gunung adalah 5,2 meter persegi. Gunung tampak seperti punuk unta. Gua Hira adalah salah satu situs suci paling penting dalam Islam. Di sinilah Nabi (SAW) mendengar Malaikat Jibril untuk pertama kalinya dan di mana kenabian dianugerahkan kepadanya.

Komisi telah bekerja untuk merenovasi beberapa tempat suci di Makkah dan Madinah dan mendokumentasikan sejarahnya. Proyek-proyek telah diluncurkan untuk mengatur pariwisata Islam di dua kota. Proyek-proyek ini didukung oleh perusahaan publik dan swasta serta direktorat untuk memastikan keberlanjutannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERBEDAAN UMROH DAN HAJI

Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia yang memiliki banyak ragam budaya, agama, ras, suku, dll. Tapi berbicara soal ...